KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
MENGGALI MASA LALU PART 60


__ADS_3

tanpa banyak pikir panjang dan karena rasa penasarannya menyebabkan intan langsung menyetujui saran bajan.


"oke lah kalau gitu jan,nanti di mana kita ngobrolnya?"


intan yang sudah masuk perangkap bajan hanya menurut saja apa yang di minta oleh bajan.lalu bajan bergumam dalam hati.


"yess, jebakan aku berhasil.perlahan tapi pasti aku akan segera tau siapa intan yang sebenarnya."


setelah bajan berkata di dalam hatinya,ia melihat sebuah pondok kecil di sebelah rumah pak aris dan berkata kepada intan.


"nanti kita ngobrolnya di sana aja ya."


intan mengangguk setuju dengan tempat yang di tunjuk oleh bajan dan berkata kepada ranu.


"nanti aku minta waktu sebentar ya,soalnya aku penasaran kenapa aku sampai di hantui sama dua sosok itu."


"iya silahkan gak papa,tapi jangan lama lama."ranu berkata dengan wajah yang sedikit kesal.


"ya udah buat permasalahan ini udah aku anggap selesai dan kita kembali ke topik utama kita tadi.apa kalian ada saran buat acara kita ini?"


irwan yang sudah membuat acara di desanya.berkata kepada bajan.


"kalau aku liat jan, dari kondisi desa ini.bagaimana kalau kita buat acara tabligh akbar di masjid pariparna kecamatan aja?nanti aku minta bantu ke pak camat atau ke pak bupati langsung buat membantu acara Kita.karena gak mungkin kalo kita paksakan buat acara yang kamu usulkan jan."


ranu setuju dengan saran Irwan lalu berkata.


"oh ya wan,kamu masih inget gak arahan dari kampus."


"arahan yang mana ran?setau aku kampus banyak ngasih arahan ke kita."irwan bertanya karena bingung dengan arahan yang mana.


"itu loh wan yang kita di suruh menjalin kerjasama sama organisasi an nur di sini.aku udah cari informasi kalau basis an nur di kabupaten kota jalur ini cukup besar dan kuat.mulai dari pimpinan daerahnya sampai ke pemimpin ranting nya setau aku cukup kuat.cuma ya sayang aja di tiga desa kita ini gak ada pimpinan rantingnya.entah karena masyarakat di sini belum mengenal atau mungkin masyarakat di sini yang menolak.aku juga kurang setuju sama saran bajan tadi,aku kurang yakin kalau acara pengajian rutin itu bisa berjalan lancar karena tidak adanya pimpinan an nur di tiga desa ini.apa lagi desa ini sangat terkenal dengan mistisnya.nanti aku bantuin lah buat cari dananya.gimana menurut kamu jan sebagai ketua?"


tanpa pikir panjang bajan langsung menyetujui usulan dua temannya itu.


"aku sangat setuju banget sama usulan kalian berdua,kamu bener ran,kalo kita buat acara pengajian rutin di tiga desa ini tidak mungkin untuk bisa di laksanakan,selain dari desa ini yang sangat kental dengan mistisnya,di sini juga tidak ada pimpinan ranting an nurnya.berarti buat masalah kegiatan aku serahkan ke kalian berdua aja ya.dan buat putri aku jadiin koordinator lapangannya.nanti kalau kalian ada kendala langsung bilang ke aku,biar aku yang turun tangan secara langsung."


tujuan bajan menyetujui usulan ranu dan irwan,tidak lain karena ia tidak mau repot repot berdebat dan mengurus acara.ia akan bisa lebih fokus untuk mencari tau siapa intan sebenarnya.bajan lalu melanjutkan perkataannya.


"untuk kebutuhan kepanitiaannya aku serahkan ke kalian berdua aja.kalian yang lebih paham mengenai teknis dan non teknis acaranya.aku yakin lah sama kalian pasti bisa mengurus semuanya.kalau kalian butuh bantuan untuk lobi melobi serahin aja sama aku.nanti aku usahakan kita dapat sedikit cipratan dari pak bupati."


"oke jan.serahin aja semuanya ke kita,biar kita yang atur semua.nanti tugasnya itu kita bagi dua ya ran.aku yang ngurus acaranya kamu yang urus pendanaannya dan lobi melobi.berarti di sini kita tukeran Anggota.kamu bakal lebih sering berhubungan dengan mita,dan aku lebih sering menghubungi intan dan putri."


ranu sangat senang dapat tugas yang di berikan oleh irwan lalu berkata.

__ADS_1


"aman wan.aku loh suka banget kalo di suruh cari dana.ntar aku sama bajan yang cari dananya.ya kan jan."


bajan hanya mengangguk dan tersenyum kemudian berkata.


"oke deh aku rasa untuk acara kegiatan gabungan udah kita rancang dan aku harap kita bisa selesaikan tugas yang udah kita sepakati barusan.ada lagi yang mau nambahin? dari putri,mita,ataupun intan.ada yang mau menambahkan?"


putri dan mita secara bersamaan menggelengkan kepalanya sebagai tanda rapat kali ini sudah cukup.sementara itu,intan tidak memberikan pendapat apapun.hal itu membuat bajan merasa curiga kepadanya kemudian menegur.


"intan ada tambahan lagi?"


intan hanya diam saja tidak merespon omongan bajan.karena intan diam saja bajan memandang ke arah putri agar menepuk pundak intan.saat pundaknya di tepuk oleh putri,intan akhirnya tersadar dari lamunannya.


setelah intan sadar,bajan bertanya kembali.


"intan,kamu gak papa kan?"


intan terlihat gugup saat di tanya oleh bajan.ia berbicara dengan sedikit terbata bata.


"i i iya jan aku gak apa apa kok."


bajan yang mengetahui perubahan ekspresi intan mencoba bertanya.


"bener kamu gak apa apa?"


"iya jan bener."


bajan merasa tidak yakin dengan omongan intan lalu bertanya.


"kalo emang kamu gak apa apa,kamu setuju gak sama yang aku bilang tadi?"


intan merasa bingung dengan apa yang di maksudkan oleh bajan.secara tidak sengaja ia menggelengkan kepalanya dan berkata.


"aku gak setuju."


"alasannya?"bajan bertanya dengan singkat.


intan mulai kehabisan kata kata karena tidak mampu menjawab pertanyaan terakhir dari bajan.akhirnya ia mengakui sambil berkata.


"iya jan maaf,pikiran aku tadi lagi gak fokus sama rapat.aku masih keingat sama kejadian aku tadi malam.aku takut banget jan."


bajan hanya tersenyum melihat intan yang tidak fokus mengikuti rapat.lalu berkata.


"ya udah gak masalah sama aku.karena rapat udah selesai yuk kita ke pondok yang ada di sanaa."

__ADS_1


ekspresi intan seketika berubah menjadi semangat dan ia langsung berdiri sambil berkata.


"yuk kita ke sana.soalnya aku penasaran jan."


bajan kemudian berdiri dan segera berjalan menuju pondok yang berada di sebelah rumah pak aris di ikuti oleh intan dari belakangnya.


sambil berjalan intan berkata kepada irwan,ranu,putri dan mita.


"bentar ya aku mau nenangin pikiran dulu ke sana."


setelah sampai di posko,bajan segera duduk dan meminta intan untuk duduk di hadapannya.


"sini duduk di depan aku."


intan segera naik ke pondok dan duduk bersila di hadapan bajan.


setelah intan duduk di hadapannya,bajan berkata dengan wajah yang cukup serius."


"sebelum aku mulai cerita kenapa kamu ngalamin kejadian tadi malam,aku tanya sedikit tentang masalah kamu."


"buat apa jan?"intan Bertanya karena penasaran.


bajan kemudian menjawab.


"gak ada apa apa kok tan.aku cuma mau tau aja tentang masa kecil kamu dulu.oke aku mulai ya."intan hanya mengangguk setelah itu bajan bertanya.


"apa kamu merasa tempat ini tidak asing sama kamu?"


sejenak intan terdiam lalu berkata.


"iya sih jan,aku ngerasa tempat ini gak asing sama aku.aku ngerasa kalau aku pernah ke sini tapi aku lupa kapan.aku kayak dejavu gitu jan.pernah ke sini tapi gak tau kapan."


bajan sudah mulai bisa menebak kalau intan itu adalah putrinya pak ijang yang hilang saat ia masih kecil.akan tetapi bajan masih terus mencari informasi tentang intan.


"kamu mulai tau siapa diri kamu pas usia kamu masih kecil?"


"maksud kamu gimana jan?aku gak ngerti jan kamu ngomong apa."


bajan mencoba mengganti pertanyaannya karena intan tidak memahami dengan pertanyaannya.


"oke aku ganti pertanyaannya.kamu mulai ingat kejadian pertama kali itu di usia berapa?"


oh itu maksudnya."intan mulai memahami pertanyaan bajan kemudian berkata.

__ADS_1


__ADS_2