KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
pengganggu part 70


__ADS_3

di saat bu linda sudah pergi, Risma kemudian mengambil piring dan segera mengambil nasi.di saat yang sama,bajan juga sudah memegang piring di tangannya dan menunggu risma selesai mengambil nasi.


saat selesai risma mengambil nasi,ia segera memberikan piring itu kepada bajan sambil tersenyum lalu berkata.


"ini nasinya udah aku ambilin.sini piring yang kamu pegang itu,"


seperti kerbau yang di cucuk hidungnya,bajan hanya mengikuti perkataan risma. ia segera memberikan piring yang di pegangnya dan mengambil piring yang berada di tangan risma yang sudah berisi nasi untuk dirinya.


saat hendak bajan mengambil sayur, tiba tiba risma melarangnya.


"eh sebentar jan,"


bajan hanya bisa terdiam ketika risma berbicara seperti itu. saat bajan terdiam risma kemudian mengambil piring yang berisi tumis kangkung lalu menyendok sayur itu ke piring yang sedang di pegang oleh bajan.


lagi lagi bajan hanya bisa terdiam melihat perlakuan risma terhadapnya ia tidak mau kejadin ini terulang kembali risma sambil memasukkan sayur ke dalam piringnya, ia sudah meraih sendok yang berada di piring ayam goreng. setelah risma memberikan sayur ke dalam piringnya, ia dengan cepat memasukan daging ayang ke dalam piringnya .


setelah bajan meletakkan ayam goreng tersebut ke dalam piringnya ia menjulurkan lidahnya ke arah risma sambil tersenyum.


risma merasa kesal karena dirinya kalah cepat dengan bajan. ia hanya tersenyum ketika bajan mengejeknya. setelah itu ia ingin meraih sendok nasi dan ingin memasukan nasi ke dalam piringnya.


lagi lagi ia kalah cepat dengan bajan sendok nasi itu sudah berada di tangan bajan dan dengan cepat ia mengambil piring yang sedang di pegang oleh risma.


bajan ingin membalas perlakuan risma terhadap dirinya itu.kali ini ia segera mengambil nasi dan meletakkannya ke dalam piring risma. bajan sengaja hanya menaruh satu sendok nasi di piring risma.setelah itu ia berkata sambil memberikan piring yang di pegangnya itu kepada risma.


"bu bidan gak boleh makan terlalu banyak,nanti ngantuk terus gak bisa melayani warga yang lagi sakit."


risma yang di perlakukan seperti itu oleh bajan hanya bisa salah tingkah dan tersenyum.risma berusaha menatap mata bajan kemudian berkata.


"iya iya pak ketua yang sangat perhatian.bilang aja kalau gak mau aku gemuk.iya kan?"


akhidnya setelah bajan memulai perkataannya,baru lah terjadi obrolan ringan antara risma dan bajan.


bajan kemudian tersenyum dan setelah itu berkata dengan nada bercandanya.


"bukan aku loh yang bilang tapi bu bidan sendiri yang bilang seperti itu."


risma kemudian berkata sambil mengambil tumis kangkung yang sudah di masaknya.


"huuuu dasar laki laki paling pandai untuk mencari alasan."


bajan tidak merespon perkataan risma sebelum Risma memegang sendok untuk mengambil ayam goreng, bajan sudah mengambil ayam goreng itu dan segera menaruh ayam goreng tersebut ke piring risma dan berkata.


"karena bu bidan yang baik ini udah mengambilkan nasi dan sayur piring ke aku sekarang gantian aku yang harus mengambil kan ayam ini dan menaruh piring ke bu bidan."

__ADS_1


di dalam hatinya risma se akan akan sedang di layani oleh suami yang sangat perhatian kepadanya. namun sangat di sayangkan laki laki yang berada di depannya saat ini bukanlah suaminya.


risma hanya bisa tersenyum sambil menundukan kepalanya karena perlakuan bajan terhadapnya, kemudian berkata dengan wajah yang tertunduk malu.


"awas loh nanti ada orang ketiga kalau ada laki laki dan perempuan yang bukan muhrim berduaan, biasanya yang ke tiga setan."


dengan cuek bajan berkata sambil meminum es teh buatan risma.


"kakak tenang aja, aku pawangnya setan.kalau mereka berani datang langsung aku usir sekarang juga."


melihat bajan menjawab dengan wajah datar seolah olah tidak berdosa, risma berkata.


"gaya kamu jan palingan pas sama setan langsung kabur."


risma kemudian menambahkan.


"eh barusan manggil apa?kakak?"


bajan menoleh ke arah risma sambil menatap matanya kemudian berkata sambil menganggukkan kepalanya.


"iya,kakak umur kakak kan emang lebih tua dari aku.


"iya aku tau kalau itu jan,perasaan aku tadi kamu itu manggil bu bidan kok tiba tiba sekarang berubah menjadi kakak.


"oh itu, kalau bu bidan itu panggilan sayang."


"heeehhh!! sembarangan aja." teriak risma.


"loh tadi kakak juga manggil aku pak ketua.biar apa coba?" bajan memancing risma dengan perkataannya.


dengan polosnya risma menjawab tanpa pikir panjang.


"ya sama itu juga panggilan sayang."


"hah!! apa? bisa ulangi lagi?" bajan seolah olah tidak mendengar ucapan risma.


risma kemudian menjawab dengan nada sedikit ketus.


"masih muda udah budeg aja.ini ya aku ulangi lagi.kalau gak denger juga tidak ada siaran ulangnya."


bajan yang sedang memegang ayam goreng di tangannya segera meletakkan kembali ayam itu ke piring dan menatap risma seolah olah mendengarkan baik baik setiap perkataan risma. setelah itu ia berkata.


"iya bu bidan yang cantik dan anggun aku dengerin nih baik baik coba ulangi lagi apa yang bu bidan katakan barusan."

__ADS_1


bukanya berkata kepada bajan, Risma justru semakin malu karena kembali di panggil bu bidan oleh bajan.


bajan yang melihat risma hanya senyum sendiri berkata.


"halooo,kok malah senyum sih aku loh nyuruh ngomong ulang bukan senyum."


fikiran risma yang sedang melayang layang seketika tersadar kembali setelah di tegur oleh bajan dengan kesadaran yang masih belum utuh risma berkata.


"eh tadi bilang apa?"


bajan menarik nafasnya kemudian berkata dengan sabar.


"harus aku ulangi lagi ya?"


risma menganggukk dengan cepat.


bajan lalu berkata sambil menjulurkan lidahnya.


"gak mau, tidak ada siaran ulangnya."


bajan mengetahui kalau risma sebenarnya hanya berpura pura tidak mendengarnya.oleh sebab itu bajan tidak mau mengulangi perkataannya dan justru mengejek risma.


setelah itu tidak ada lagi percakapan antara risma dan bajan.mereka berdua hanya fokus untuk menghabiskan makanan masing masing.


setelah makanan yang berada di piring mereka sudah habis,bajan memulai membuka percakapan kembali.


"allhamdullilah. makasih ya bu bidan atas makanan yang sangat spesial buat aku."


risma hanya tersenyum tertunduk malu dan setelah itu berkata.


"iya sama sama pak ketua. allhamdullilah kalau."


belum selesai risma menyelesaikan perkataannya. dari arah dapur terdengar suara.piring pecah berserakan.


risma dan bajan hanya bisa terdiam setelah mendengar suara piring yang pecah tersebut.mereka berdua hanya bisa saling pandang tanpa kata sepatahpun keluar dari mulut mereka.


bajan kemudian memejamkan kedua matanya untuk melihat kejadian apa yang terjadi di belakang dapur. bajan hanya terdiam seperti patung. risma sempat bingung melihat perubahan pada perilaku bajan. ia mencoba memanggil nama bajan, namun usahanya itu sia sia. bajan tetap tidak membuka matanya ataupun memberikan respon apapun kepada risma. karena tidak ada respon dari bajan, Risma berusaha menyentuh pundak bajan sambil berkata.


"jan, kamu kenapa jan? kok tiba tiba diam kayak gitu?"


risma mengulang perkataannya tersebut sampai lima kali namun usahanya tetapi sia sia. bajan tetap tidak membuka matanya dan tidak merespon apapun.


di lain sisi jiwa bajan sudah keluar dari tubuh aslinya. ia mengetahui kalau risma sedang mencoba menyadarkan dirinya namun ia tidak peduli dengan perlakuan risma tersebut.

__ADS_1


setelah jiwanya keluar dari tubuhnya bajan segera berjalan menuju dapur. tidak lupa bajan memanggil dua pengawalnya untuk membantunya. bajan segera berjalan menuju ke arah dapur, dan saat ia sampai di dapur, bajan melihat dua sosok pocong dan kuntilanak. wajah mereka sama seperti yang di ceritakan oleh intan ketika mereka sedang rapat di desa lembah bandar. wajah pocong tersebut masih terlihat hitam dan mengeluarkan asap seperti bekas terbakar, sementara wajah kuntilanak itu terlihat pucat dan mengeluarkan darah dari seluruh wajahnya. kuntilanak itu masih menggunakan gaun putih dan memiliki rambut yang panjang hingga menjuntai ke lantai.


__ADS_2