KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
taman nasional part 78


__ADS_3

bajan terpaksa berbohong dengan mengatakan kalau ia akan ada rapat mendadak sebelum berangkat ke MDA agar ia bisa keluar secepatnya dari rumah bu linda.



bu linda akhirnya tidak bisa memaksa bajan untuk Tetap di rumahnya. kemudian ia berkata kepada bajan dengan nada santai dan pasrah.



"oh ya udah kalau gitu, ibu gak akan nahan kamu lagi. nanti hati hati ya di jalan."



saat bu linda sedang berkata seperti itu, secara tiba tiba hp risma berdering. ia segera mengangkat panggilan itu dan berjalan keluar rumah.



bajan sama sekali tidak mencurigai sikap risma itu. dalam fikirannya mungkin itu panggilan penting dan tidak boleh ada yang mendengarkan percakapan mereka.



tidak lama setelah itu, risma segera kembali ke dalam rumah lalu berkata kepada ibunya.



"bu, sepertinya aku harus pergi ke kota sekarang deh, soalnya aku di panggil sama mentor aku. katanya ada rapat mendadak di kantor camat mengenai penyakit yang sedang menyerang ibu dan bayi."



mengetahui kalau risma akan pergi ke kota, bu linda segera berkata.



"kalau gitu sekalian aja kamu antar bajan pulang ke poskonya. dari pada dia jalan kaki. lumayan jauh loh antara rumah kita dengan poskonya."


dengan cepat bajan menolak sambil berkata.


"gak usah repot repot bu. sebaiknya aku jalan kaki aja. nanti gak enak jika di lihat sama warga di sini kalau saya berboncengan sama kak risma. nanti apa kata warga mengenai kita berdua. ibu pasti tau kejadian yang aku alami tadi malam itu. padahal aku cuman membantu ela yang sedang tidak enak badan. tapi kami malah mendapatkan fitnah seperti itu. aku takut kalau fitnah tersebut terulang kembali bu."



namun bu linda tetap memaksa bajan agar mau di antar oleh risma sampai ke posko.



"gak apa apa jan, nanti kalau ada warga yang memfitnah kamu, biar ibu yang tanggung jawab. kalau Kalian berboncengan berdua itu karena ibu yang nyuruh."



jika laki laki itu bukan bajan, sudah pasti risma menolak Perkataan ibunya tadi. namun karena ini adalah bajan, makanya ia tidak bisa berkata apa apa dan tetap berharap di dalam hatinya sambil berkata.



"ayok lah jan, aku harap kamu peka sama kode yang aku kasi tadi. jangan tolak tawaran ibu ke kamu."

__ADS_1



sebenarnya bajan juga mengetahui kalau risma sangat berharga jika ia mau menerima tawaran dari ibunya tersebut. bajan tau kalau perkataan risma kepadanya itu adalah sebuah kode rahasia yang terselubung. dengan pura pura menyerah bajan menerima tawaran itu sambil berkata.



"ya udah deh bu, kalau ibu memaksa seperti itu. aku juga merasa tidak enak kalau menolak niat baik ibu ke aku. tapi nanti kak risma aja yang membawa motor ya, biar aku yang di belakang."



bu linda dengan cepat berkata sambil melambaikan tangannya.



"tidak tidak. masa iya kamu yang di belakang jan, namanya laki laki itu harus di depan dan melindungi wanita. kalau kamu yang di belakang berarti kamu itu sangat mudah di atur oleh wanita. nanti kamu yang harus membawa motornya ya."



bajan hanya bisa pasrah dan mengiayan Perkataan bu linda. jika ia tetap membantah Perkataan bu linda, akan semakin membuat bu linda akan terus berbicara tanpa henti.



"ya sudah kalau gitu Bu. nanti biar aku yang membawa motor dan membonceng kak risma sampai ke posko aku."



bu linda merasa berhasil mendekatkan anak gadisnya dengan bajan. di dalam hatinya, ia sangat ingin untuk menjadikan bajan sebagai menantunya. namun ia tidak boleh terburu buru dan gegabah dalam mengambil tindakan.




tanpa membuang buang waktu lagi, bajan segera berdiri dan bersalaman dengan bu linda sambil berkata.


"kalau gitu aku pergi dulu ya bu. assalamu'alaikum."


risma juga melakukan hal yang sama seperti bajan. ia berdiri dan bersalaman dengan ibunya. risma sengaja tidak mengganti baju seragam bidannya karena ia akan melakukan rapat bersama pak camat. dengan masih menggunakan jilbab putih, baju seragam putih, dan rok panjang berwarna putih Risma berkata kepada ibunya.



"aku pamit dulu ya bu. assalamu'alaikum."



"wallaikumsalam hati hati ya di jalan." jawab bu linda dengan singkat.



risma segera memberikan kunci motornya ke bajan dan kemudian mereka berjalan keluar rumah. bajan segera menyalakan sepeda motor dan setelah itu risma segera naik ke motornya.



baru saja mereka meninggalkan halaman rumah, hp risma tiba tiba kembali berdering. segera risma mengambil hp dari sakunya dan menekan tombol jawab.

__ADS_1


setelah risma Melakukan Panggilan televon tersebut. ia berkata kepada bajan yang sedang mengendarai motornya.


"jann, aku gak jadi rapat kantor camat. kata mentor aku pak camat ada rapat mendadak di kantor bupati. jadinya rapat di undur sampai besok pagi."



bajan yang sedang fokus mengendarai motor berkata dengan singkat.



"kalau gitu habis ngantar aku kakak langsung pulang ya?"


di dalam hatinya risma tidak mau untuk langsung pulang ke rumah. ia masih ingin berduaan dengan bajan. karena obrolan mereka tadi sempat terhenti saat ibunya datang. kemudian risma berkata.


"kita ke kota aja yuk jan. sekalian jalan jalan sama kita lanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi."


bajan pura pura tidak tau apa maksud dari perkataan risma barusan. ia mencoba untuk pura pura lupa sambil berkata.


"obrolan yang mana kak?"


risma kemudian menjelaskan maksud dari perkataannya.


"yang tadi loh jan, masalah bagaimana hubungan kita ini kedepannya. lagian kamu juga masih lama ke MDA nya, jadi masih bisa kita ngobrol sebentar."


bajan mengetahui maksud risma yang ingin mempertanyakan kepastian hubungan mereka berkata dengan nada santai.


"oke lah kak, kalau gitu sekarang kita mau duduk di mana kak?"



risma dengan cepat mengusulkan tempat tujuan mereka.



"bagaimana kalau kita ke taman nasional aja. di sana tempatnya enak jan kita bisa santai sambil minum jus."



bajan yang tidak terlalu mengenal daerah ini berkata kepada risma yang sedang di boncengnya.



"taman Nasional itu di mana kak? aku kurang tau sama daerah sini. dari kemarin aku cuma pergi ke desa lembah bandar sama desa lembah danau aja. aku belum pernah jalan jalan ke kota sebelumnya. pas kami survei KKN kemarin aja langsung pulang ke kota pasar baru karena udah di kejar waktu."



risma kemudian berkata kepada bajan yang sedang berada di depannya.



"oh iya maaf jan aku lupa. ya udah biar aku tunjukin arahnya."


"oke bu bidan sayang." bajan mencoba menggoda risma dengan memanggil sayang.

__ADS_1


di belakang, risma hanya bisa tersenyum sendiri saat bajan memanggilnya dengan Tambahan sayang. namun ia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


__ADS_2