KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
minta restu part 82


__ADS_3

risma langsung mengerti saat ini. ini lah keseriusan hubungan dari bajan yang sebenarnya.


bajan segera kembali mematikan mic panggilan televon ibunya lalu berkata.


"Sekarang aku kasih kakak pilihan. kalau kakak merespon perkataan dari ibu aku, berarti kakak menerima aku menjadi suami kakak, dan jika kakak mematikan panggilan telepon itu, berarti kakak tidak mau untuk menjadi istri aku dan hubungan kita mulai dari sekarang hanya sebagai teman biasa."


ekspresi risma semakin menjadi bingung setelah mendapat dua pilihan yang di berikan oleh bajan. pikirannya saat ini sangat kacau antara senang dan bingung harus bagaimana. bajan yang tidak sabar melihat risma yang hanya diam saja berkata.


"aku hitung sampai tiga. kalau kakak cuman diam saja dan tidak merespon apapun berarti kakak tidak mau menikah sama aku."


bajan kemudian memulai menghitung.


"satu, dua." sebelum ia berkata tiga. risma segera menekan tombol mic untuk memulai panggilan kembali dan berkata kepada bu aisyah.


"oh iya bu, ada apa?"


melihat risma yang menjawab dan merespon perkataan ibunya. bajan merasa sangat senang karena risma menerima cintanya dan bersedia untuk menjadi istrinya di masa depan. ekspresi wajah sangat senang tidak bisa di hilangkan dari wajah bajan. ia terlihat senyum sendiri saat ini. melihat tingkah bajan yang semakin aneh, Risma hanya tersenyum dan ia lanjut berkata kepada bu aisyah.


"kenapa ibu tiba tiba ingin berbicara sama aku ya? apa bajan sudah cerita tentang aku sebelum ini?"


di ujung telepon Bu Aisyah berkata dengan nada yang sangat lembut.


"tidak nak, ibu barusan saja mendapat informasi tentang kamu dari bajan. sebelumnya ibu belum pernah sama sekali tau tentang kamu. bajan bilang kalau ia ingin meminta restu ke ibu, kalau ia ingin menikah. tapi ibu ingin tau terlebih dahulu siapa wanita yang sudah berhasil mencuri hati anak ibu. kalau ibu boleh tau, nama kamu siapa nak? dan kamu tinggal di mana?"


dengan sangat hormat risma menjawab pertanyaan dari ibu Aisyah.


"nama aku Risma bu, sekarang aku tinggal di desa lembah pulau, kebetulan juga aku ini seorang bidan di desa ini. setelah aku tamat kuliah, ayah meminta aku untuk menjadi bidan di desa ini karena sangat kekurangan tenaga kesehatan."

__ADS_1


bu Aisyah langsung tau lokasi yang di katakan oleh risma tadi. ia berfikir pasti saat ini bajan berada di desa lembah pulau. bu Aisyah sangat kagum dengan wanita pilihan putranya itu. di dalam hatinya ia berkata.


"memang hebat anak aku yang satu ini. bisa mendapatkan perempuan seorang bidan."


bu Aisyah kemudian berkata kepada risma.


"allhamdullilah kalau kamu mau mengabdi menjadi bidan di desamu. maaf sebelumnya ya risma, ibu banyak bertanya. kenapa ya ayah kamu meminta kamu untuk menjadi bidan di sana?"


risma sangat mengerti dengan perkataan bu Aisyah tersebut. ia faham makna dari kata itu adalah bu Aisyah ingin tau latar belakang keluarganya seperti apa. dengan nada yang sangat sopan risma menjawab pertanyaan dari ibu Aisyah.


"kebetulan ayah itu seorang sekretaris desa di sini bu. selama ini ayah sangat kesulitan untuk mencari bidan untuk desa ini. secara kebetulan juga aku sangat ingin untuk menjadi seorang bidan. allhamdullilah setelah aku lulus kuliah, cita cita aku itu tercapai dan saat ini memang jadi seorang bidan."


"allhamdullilah." bu Aisyah yang masih penasaran dengan risma lalu berkata.


"tadi bajan bilang kalau dia meminta izin untuk menikah ke ibu. ibu belum mengiyakan dan belum menolaknya. ibu harus pastikan dulu siapa yang akan menemani anak ibu nantinya. oh iya satu lagi ibu mau bertanya tentang ayahmu. ayahmu itu sekretaris desa di sana ya?"


risma menjawab dengan cepat.


"namanya siapa ya?"


risma berkata sambil menyebut kan nama ayahnya.


"nama ayah aku teguh bu."


"nama yang sangat bagus." bu Aisyah memuji nama ayah risma. merasa sudah berbasa basi cukup lama dengan risma. bu Aisyah langsung ke percakapan intinya.


"kamu bersedia menikah dengan anak ibu?"

__ADS_1


jantung risma kembali berdetak kencang saat ibu Aisyah bertanya sesuatu hal yang tidak pernah di duga olehnya. kali ini ia harus berkata jujur demi mendapatkan hati dari ibu orang yang di sayanginya.


"insyaallah dengan menyebut nama Allah aku bersedia menikah dengan bajan anak ibu."


bu Aisyah tidak berkata apapun setelah itu. ia terdiam sejenak dan berkata.


"kalau gitu berikan hpnya sekarang ke bajan. ibu mau bicara dengannya."


bajan yang mendengar seluruh percakapannya antara risma dan ibunya segera mengambil hpnya dan kembali menjauh dari hadapan risma setelah itu bajan berkata.


"bagaimana bu? ibu merestui aku dengan dia?"


bu Aisyah berkata dengan nada santai.


"iya ibu merestui hubungan kalian. tapi apakah ibu boleh bertemu dengan kalian berdua di sana?"


bajan tidak mempermasalahkan jika ia bertemu dengan ibunya. saat ini ia hanya tidak ingin bertemu dengan ayahnya yang sudah sangat menyakiti hatinya. namun bajan. berpesan kepada ibunya sambil berkata.


"boleh aja bu. tapi aku mau ibu ke sini tanpa ada orang yang tau kalau ibu itu istri raja. aku mau ibu ke sini itu berpenampilan sebagai orang biasa saja. kalau bisa tanpa pengawal dan protokol dari kerajaan."


bu Aisyah berfikir keras dengan persyaratan yang di minta oleh bajan. namun ia tetap berusaha untuk mengikuti kemauan anaknya itu. selain ia sangat rindu dengan putra semata wayangnya. ia juga sangat ingin tahu dengan sosok perempuan yang sudah berhasil merebut hati anaknya tersebut. dengan nada pasrah bu Aisyah berkata kepada bajan.


"baik lah kalau begitu sayang. ibu akan usahakan untuk di kawal dari jauh dan penampilan ibu sebisa mungkin seperti yang kamu mau. kapan kira kira ibu bisa ke sana?"


bajan dengan cepat menjawab.


"ya terserah ibu kapan mau datang ke sini. aku siap menyambut ibu kapan saja."

__ADS_1


bu Aisyah berfikir kapan jadwalnya kosong atau jadwalnya mengunjungi kabupaten kota cikareng. ia kemudian melihat jadwal kunjungan kerjanya di papan tulis. pucuk di cinta ulam pun tiba. minggu depan ternyata ia memiliki jadwal untuk berkunjung ke kabupaten kota cikareng untuk rapat bersama kepala sekolah TK yang ada di kabupaten ini. setelah melihat jadwal tersebut, bu Aisyah berkata kepada bajan.


"insyaallah minggu depan ibu ada kunjungan kerja ke kabupaten kota cikareng, minggu depan kita ketemu di sana ya sayang. nanti kita ketemu di luar saja biar tidak di curigai orang banyak. ibu akan berdandan sesederhana mungkin sampai tidak ada orang yang bisa mengenali ibu."


__ADS_2