KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
setan nafsuan part 71


__ADS_3

melihat dua makhluk tersebut, bajan teringat dengan dua sosok yang di ceritakan oleh intan. kemudian bajan berkata kepada pocong dan kuntilanak itu dengan sangat keras.


" hei dua makhluk sialan, ngapain kalian di sini? belum puas kalian mengganggu intan tadi malam?"


bukannya menjawab pertanyaan bajan, kuntilanak bergaun merah itu malah tertawa cekikikan dengan sangat keras sampai sampai membuat telinga bajan sangat sakit dan ia menutup kedua telinganya.


melihat bajan yang menutup telinganya akibat tertawa kuntilanak merah itu, dua pengawal bajan segera mengambil ketapel dengan peluru pisau yang sangat tajam. dua pengawal bajan dengan cepat mengarahkan ketapel berpeluru mata pisau itu pada mulut kuntilanak yang sedang tertawa sangat keras.


dengan sangat cepat dan tidak bisa di hindari, dua mata pisau yang di lempar menggunakan Ketapel itu langsung masuk ke dalam mulut kuntilanak merah tersebut. salah satu mata pisau itu menembus leher kuntilanak merah itu. sedangkan mata pisau yang satu lagi menancap dengan sangat keras di tenggorokannya.


kuntilanak yang mulutnya sedang tertancap pisau itu langsung berteriak dengan keras. namun setiap teriakan yang keluar dari mulutnya hanya akan menyiksa dirinya karena ujung pisau yang sangat tajam tersebut menancap pada pita suaranya.


karena merasakan sakit yang sangat sakit, membuat ia tidak mampu lagi untuk berteriak. kuntilanak merah tersebut berusaha meraih pisau itu dengan tangannya. namun usaha yang di lakukannya itu hanya sia sia saja. pisau itu sudah menancap dengan sangat kuat di mulut hingga tenggorokannya. semakin kuat ia berusaha untuk melepas mata pisau itu, semakin kuat mata pisau itu menancap di mulutnya.


kuntilanak itu berusaha berbicara dengan terbata bata kepada pocong yang berada di sebelah kanannya. namun dia tidak mampu untuk berbicara sepatah katapun. akhirnya ia meminta bantuan kepada pocong menggunakan bahasa isyarat. sambil menunjuk pisau yang menancap di mulutnya ia berusaha untuk berbicara.


melihat kuntilanak yang merasa kesakitan, membuat pocong itu ingin membantunya. namun ia berkata dengan suara yang menggema.


" aku sangat ingin membantumu. tapi kamu lihat sendiri kaki sama tangan aku saja terikat seperti ini, bagaimana cara aku bisa membantumu wahai temanku."


karena merasa tidak berguna, kuntilanak tersebut akhirnya menendang pocong tersebut dengan kaki kanannya. pocong itu langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai. pocong tersebut berusaha untuk berdiri. namun apa lah dayanya dengan kondisi tangan dan kaki dalam keadaan terikat ia tidak mampu untuk berdiri dan hanya bisa meliuk liukan badannya sambil meminta tolong dengan suara yang menggema.


"tolong aku, tolong aku untuk berdiri. siapapun tolong aku. bos ragil tolong aku untuk berdiri di sini."


melihat pocong yang terjatuh karena di tendang oleh kuntilanak dan meronta ronta untuk minta tolong di berdirikan, membuat bajan dan kedua pengawalnya tertawa.


"hahhahhaha, dasar setan bodoh. mau berdiri saja kalian tidak bisa, apa lagi mau mengganggu kami berdua."

__ADS_1


bajan segera mendekati pocong yang sedang terjatuh itu dan memijak perutnya dengan sangat keras sambil berkata.


"hei makhluk bodoh. teriak lah sekuat kuatnya dan minta bantuan lah sama si ragil yang sama bodohnya seperti kalian ini dan suduh dia ke sini sekarang juga untuk membantu kalian berdua."


pocong tersebut sempat berteriak saat perutnya di injak oleh bajan. ia berusaha meminta tolong, kali ini suaranya hanya terdengar seperti rintihan kecil karena perutnya sedang di injak oleh bajan.


" tolonggggggg akuuuuu. tuan ragil tolong aku terlepas dari siksaan ini."


bajan semakin tertawa melihat pocong yang terus meronta meminta pertolongan kepada ragil.


"hahahah terus lah berteriak setan sialan. terus lah berteriak dan tuan ragil kmau itu tidak akan datang ke sini."


lalu bajan membalikkan badannya menghadap kedua pengawalnya kemudian berkata.


"tolong kalian atasi si kuntilanak merah bisu ini. tapi kalian harus ingat jangan sampai kalian melepaskan pisau ini dari mulutnya. kalau pisau ini lepas dari mulutnya maka mulut kalian yang akan seperti kuntilanak ini."


dua pengawal bajan itu, dengan cepat berlari menuju ke arah kuntilanak merah kemudian meraih kedua tangannya lalu mengikatnya dengan rantai yang sangat kuat. saat tangan kuntilanak itu di putar oleh kedua pengawal bajan, terdengar suara patahan tangannya.


kuntilanak merah itu berusaha untuk teriak karena merasakan sakit yang belum pernah di rasakannya. bahkan saat tangannya di putar oleh pengawal bajan, ia merasakan lebih sakit di bandingkan saat dua mata pisau masuk dan salah satu pisau itu menembus mulutnya.


salah satu pengawal bajan itu berkata dengan sangat hormat.


"apa perintah tuan selanjutnya untuk dua makhluk ini? apa perlu dua makhluk ini kami bawa ke penjara gantung dan dia akan di siksa di sana selamanya?"


bajan kemudian berfikir sejenak, dan setelah itu berkata.


"kalau setiap kalian menangkap makhluk peliharaan si ragil ke dalam penjara gantung, bisa membuat penjaranya cepat penuh dan tidak akan muat untuk menampung ribuan makhluk lainnya. jadi aku mau kalian bawa sepasang yang sangat serasi ini menuju rumahnya pak ragil dan ketika kalian sudah sampai di depan rumahnya, segera lemparkan dua makhluk yang sangat romantis ini ke pintu depan rumahnya."

__ADS_1


sebelum memerintahkan dua pengawalnya bajan berkata terlebih dahulu.


"tapi sebelum kalian membawa dua makhluk yang sudah berada di tangan di tangan kita ini. aku mau mempermainkan mereka berdua hingga benar benar tidak mampu untuk berkata apa apa dan berbuat apapun lagi."


sambil menundukan kepalanya, kedua pengawal bajan itu berkata secara serentak.


"baik lah tuan apapun perintah tuan akan kami laksanakan dengan baik."


bajan kemudian berfikir sejenak kemudian berkata kepada pocong yang sedang di pijak perutnya itu.


"hei lontong. sebenarnya apa tujuan kalian ke sini? Kalian mau mengganggu kami atau apa?"


pocong yang sedang di injak oleh bajan berkata dengan jujur.


"tadi kami di perintahkan tuan ragil untuk berkeliling desa lembah pulau ini namun saat melewati rumah ini kami mendengar suara kamu dan seseorang lainnya di dalam rumah karena kami penasaran akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalam rumah ini. sama sekali kami tidak berniat untuk mengganggu kalian berdua namun ketika aku melewati dapur aku tidak sengaja menyenggol piring hingga jatuh setelah melihat dan memastikan kalian berdua di rumah kami sangat ingin keluar dari pintu belakang."


bajan hanya menganggukkan kepalanya namun ia tidak mempercayai satupun Perkataan pocong tersebut kemudian ia bertanya kenapa ia mengganggu intan tadi malam.


"oke kalau memang itu tujuan kalian aku cuman mau tanya satu hal. kenapa kalian tadi malam itu mendatangi dan menakut nakuti teman aku yang bernama intan yang sedang melaksanakan KKN di desa lembah danau? apa maksud dan tujuan kalian berdua mengganggu dia?"


masih dalam kondisi perutnya yang di injak oleh bajan pocong itu berusaha menjelaskan.


"sebenarnya begini aku sama kuntilanak ini bukanlah setan pengganggu seperti peliharaan tuan ragil yang lainnya."


bajan semakin menginjak perut pocong itu lebih keras dan berkata.


"kalau kalian bukan makhluk pengganggu, terus kenapa kalian mengganggu teman aku yang bernama intan? terus kenapa kalian menjatuhkan kain kafan di saat intan sedang di kamar mandi?"

__ADS_1


semakin terasa perutnya sangat sakit saat bajan menambah tekanan di perutnya, pocong berwajah gelap itu berkata.


"iiii i iya aku jelasin sekarang tapi tolong jangan di potong omongan aku."


__ADS_2