KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
menginginkan anak nya cepat menikah part 76


__ADS_3

dari dalam kamar, bu linda yang sedang berusaha untuk mendengarkan obrolan anak gadisnya dengan bajan. namun saat ia mendengarkan hanya mengetahui tentang intan saja. selain itu ia tidak mendengarkan sama sekali apa yang di bicarakan oleh bajan dan risma.



merasa suasana ruang tamu sudah hening tanpa suara, bu linda kemudian keluar dari kamarnya. saat keluar kamar itu, ia melihat piring makan masih berada di ruang tamu. kemudian ia berkata kepada risma sambil tersenyum.



"itu kok piring tidak di angkat kembali ke belakang sih sayang. masa iya selesai makan piringnya gak langsung di angkat ke belakang."



risma hanya tersenyum malu saat ibunya berkata seperti itu. sambil tertawa-tawa karena malu, risma berkata.



"maaf bu, sangking enaknya kita ngobrol, sampai lupa kalau piringnya belum di angkat. aku angkat sekarang ya bu."



bu linda sedikit merasa kesal dengan sikap putrinya itu. sambil menyindir bu linda mengangkat piring makan ke dapur.



"bagaimana mau jadi istri yang baik, kalau habis makan saja piringnya gak langsung di bawa ke belakang. masa iya harus ibu yang ngangkat piringnya."



merasa tersindir, risma segera berdiri dari duduknya dan langsung membantu ibunya mengangkat piring sisa makan mereka kebelakang. karena merasa tidak enak dengan ibunya, akhinya risma langsung mencuci piring bekas makan mereka.



cukup lama bajan menunggu risma di ruang tamu. ketika sedang menunggu risma mencuci piring di dapur, ia membuka hpnya dan melihat notifikasi di layar hpnya.



saat ia melihat notifikasi itu, ternyata sudah ada chat dari rania dan juga fitri. bajan segera membuka chat tersebut dan membalas satu persatu pesan dari rania dan fitri.



isi chat tersebut hanya obrolan biasa yang menurut bajan saat ini sudah tidak terlalu penting lagi. baginya saat ini bagaimana bisa mendapatkan risma dan merahasiakan hubungan mereka dari orang lain.



saat berada di dapur, bu linda bertanya kepada putrinya yang sedang mencuci piring.


__ADS_1


"tadi kalian ngobrolin apa sih? sampai kamu lupa ngangkat piringnya ke dapur?"



tidak mungkin risma menceritakan kejadian yang di alaminya dengan bajan. jika ia jujur bisa menimbulkan masalah dan pasti ia di suruh menikah dengan bajan secepatnya. risma terpaksalah berbohong kepada ibunya mengenai pembicaraannya dengan bajan saat bu linda sedang menjemput adiknya itu.



"gak ada apa apa kok bu. kita tadi cuman bicara santai saja, mulai dari seputar kuliah sampai KKN nya bajan aja."



bu linda tidak mencurigai perkataan risma sama sekali. ia kemudian kembali bertanya.



"eh iya, tadi dari kamar, ibu dengar kalian membicarakan pak bagus dan intan ya? kok bisa kalian membicarakan beliau. emang ada hubungannya antara pak bagus, intan dengan bajan?"



pertanyaan dari ibunya kali ini menurut risma sudah aman dan ia bisa berkata jujur kepada ibunya.



"oh, untuk masalah itu, bajan tadi cerita tentang kuliah dia yang dapat beasiswa. ternyata pas dia mengantar berkas ke sekretaris kerajaan, dia bertemu sama pak bagus di kantin, akhirnya pak bagus bantuin bajan untuk dapat beasiswa. nah secara kebetulan juga, putri pak bagus ini temannya bajan dan sama sama lagi melaksanakan KKN. putri pak bagus ini namanya intan, dan dia KKN di desa lembah danau. karena bajan merasa jasa pak bagus cukup besar, makanya dia menjaga intan selama KKN. nanti malam itu bajan mau nemenin intan untuk bertemu sama orang yang sudah mengobatinya dulu. gitu ceritanya bu."




"kalian gak ada bahas masalah hubungan gitu?"



"hubungan bagaimana Bu?" risma berpura pura tidak faham dengan maksud perkataan ibunya.



bu linda kemudian menjelaskan.



"hubungan kalian berdua gitu loh. masa iya di antara kalian gak ada rasa sama sekali."



"ih apa sih bu, aku sama bajan baru kenal kemarin loh. masa iya langsung ada rasa sih. ada ada aja ih ibu ini. gak pernah aku tau kalau ada orang jatuh cinta secepat ini."

__ADS_1



dengan pengalaman yang lebih tau di bandingkan dengan putrinya masalah percintaan, bu linda berkata kepada risma.



"hal itu bisa saja terjadi loh. orang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. kamu jangan salah, ada dulu teman ibu langsung merasakan jatuh cinta di pandangan pertama mereka, dan sekarang mereka menikah dan sudah punya tiga orang anak loh. siapa tau kamu dan bajan seperti itu."



risma tetap saja mengelak dari yang di katakan oleh ibunya dan berkata.



"itu kan temannya ibu. jangan samain dong sama aku. ibu kan tau kalau aku belum pernah pacaran sama sekali.ibu juga tau kalau aku itu susah banget jatuh cinta sama orang. jadi kecil kemungkinan untuk aku bisa jatuh cinta ke bajan. apa lagi kita baru kenal "



bu linda semakin menggoda putrinya itu kemudian berkata.



"ingat usia kamu sekarang itu udah berapa, dan kamu juga sudah lulus kuliah. gak baik anak gadis itu lama lama menikahnya. kamu juga tau kalau ibu menikah sama ayah itu pas ibu baru saja tamat SMK. Begitu ibu selesai SMK ayah kamu langsung melamar ibu merasa kalau ayah kamu ini orangnya bertanggung jawab makanya ibu terima lamaran ayah kamu langsung."



risma dengan ekspresi wajah datar berkata.



"itu kan zaman ibu. jangan samain sama zaman aku dong bu. zaman sekarang itu udah berbeda dari zaman dulu. zaman dulu ya zaman dulu, gak bisa di pakai di zaman sekarang."



bu linda sambil membantu Risma mencuci piring lalu berkata.



"kalau menurut adat di desa kita ini. tidak baik kalau anak gadis itu terlalu lama menikah, coba kamu lihat teman teman kamu di desa ini saja. rata rata teman seusia kamu itu udah pada nikah dan sudah pada gendong anak, ada lagi yang anaknya sudah dua, dan juga sudah masuk sekolah TK di tempat ibu ngajar sekarang. apa kamu tidak merasa malu atau minder melihat mereka yang seperti itu?"



sambil menarik nafasnya, risma berkata kepada ibunya.



"coba ibu lihat kehidupan mereka sekarang? mereka hidup susah bu. mereka memilih untuk tidak melanjutkan sekolah. bahkan ada teman aku yang tidak lulus SMP sudah menikah. sementara aku ini kemarin itu mengejar pendidikan dan karir. cara berfikir aku berbeda dengan mereka bu. kebanyakan dari mereka itu tidak mengenal dunia luar, kehidupan mereka hanya seputar desa ini dan kota. sementara aku udah tinggal di kota pasar baru selama tiga tahun. aku melihat teman teman aku masih banyak yang kuliah di usia aku sekarang ini. pasti suatu saat ada laki laki baik yang datang ke rumah kita ini dan berbicara dengan ayah dan ibu untuk melamar aku. ibu gak usah khawatir, jodoh itu sudah ada yang mengatur makanya aku santai saja untuk saat ini. lagian aku juga baru lulus kuliah tahun ini dan baru saja mengabdi sebagai bidan di sini."

__ADS_1


__ADS_2