KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
rapat di kerajaan part 83


__ADS_3

"oke deh bu, aku tunggu ibu di sini." bajan segera mematikan panggilannya kepada ibunya setelah ia mengucapkan salam.


setelah mengakhiri panggilan itu, bajan segera berjalan kembali ke arah risma, dan setelah ia sampai di hadapan risma, ia segera duduk dan langsung meminum kembali jus yang sudah mulai mencair.


setelah ia meminum jus tersebut. bajan berkata kepada risma.


"minggu depan ibu aku mau ke sini. mau bertemu sama kakak."


risma yang sedang minum jus favoritnya, langsung tersedak dan batuk. ia mencoba menenangkan dirinya dan setelah itu berkata.


"kamu serius Jan? ibu kamu mau ketemu sama aku? apa tidak terlalu cepat?"


bajan dengan santainya menjawab.


"loh bukannya kakak sendiri yang menginginkan kepastian hubungan? ya ini aku kasih kepastian hubungan dengan meminta ibu aku ke sini."


risma merasa tidak enak hati saat ini. ia mengetahui berdasarkan cerita dari bajan kalau ia hanya dari orang kalangan ekonomi menengah ke bawah. risma merasa keberatan dan berkata.


"kalau ibu kamu ke sini apa gak merasa berat jan? ongkos dari kota pasar baru ke sini itu cukup mahal jan. dulu aja ongkos travel dari kota pasar baru ke sini itu 100 ribu rupiah. gak tau kalau sekarang berapa ongkosnya. bisa bisa ongkosnya sudah naik jan."


tanpa memperdulikan ucapan risma, bajan kemudian memberikan penjelasan.


"uang aku itu masih ada di tabungan kak. insyaallah masih cukup untuk ngasih ongkos travel ke ibu. demi hubungan kita aku siap berkorban kak."


belum sempat risma merespon Perkataan bajan, hpnya berbunyi cukup keras. ia kemudian mengambil hpnya dari saku baju seragamnya dan melihat siapa yang memanggil nya saat ini. ia melihat kalau panggilan itu dari ibunya dan langsung menekan tombol jawab lalu berkata.


"halo, assalamu'alaikum bu?"


"wallaikumsalam, kamu di mana sekarang?" bu linda bertanya tentang keberadaan putrinya.


dengan jujur risma menjawab pertanyaan dari ibunya.


"aku lagi di taman nasional bu. tadi tidak jadi rapat sama pak camat, jadinya aku jalan jalan ke taman nasional."


bu linda segera memerintahkan risma untuk pulang sekarang juga sambil berkata.


"kamu bisa pulang sekarang? soalnya ayah harus pergi ke kota pasar baru sekarang juga. yang mulia raja ibrani memanggil seluruh sekretaris desa se kabupaten kota cikareng untuk rapat di istana kerajaan. kamu tolong antar ayahmu ke travel ya biar dia cepat sampai di kota pasar baru."

__ADS_1


risma sangat terkejut ketika ibunya menyuruhnya pulang untuk mengantarkan ayahnya ke travel terdekat karena ayahnya harus cepat Sampai di kota pasar baru. dengan terburu buru ia berkata.


"oke oke bu. aku pulang sekarang. tunggu sebentar ya bu. assalamu'alaikum."


risma memutuskan panggilann teleponnya dengan sang ibu. dan berkata kepada bajan.


" kita harus pulang sekarang jan. soalnya aku harus mengantar ayah ke travel terdekat. ibu bilang kalau seluruh sekdes desa yang ada di kabupaten kota cikareng ini di panggil sama yang mulia raja ibrani untuk rapat bersamanya dan permaisuri."


bajan tidak banyak berkata dengan risma. ia hanya mengiyakan perkataan risma dan segera membayar minuman mereka berdua dan segera kembali menuju desa lembah pulau.


saat di perjalanan menuju desa lembah pulau, bajan berfikir dan berkata di dalam hatinya.


"apa ini salah satu dari rencana dari ibu ya? biar dia bisa bertemu dengan pak teguh. atau ia memang sudah punya agenda sebelumnya. atau bisa jadi ia ingin rapat karena Minggu depan ia mau ke sini?"


pertanyaan tersebut selalu teringat di kepalanya. begitu ia sempat di posko nanti, ia Harus memastikan apakah ini rencana dari ayahnya.


12 menit kemudian mereka sudah sampai di depan gerbang desa lembah pulau. bajan yang sedang mengendarai motor berkata kepada risma yang sedang di bonceng nya.


"nanti aku turun di posko aja ya kak. aku mau sekalian siap siap untuk ke MDA."


risma yang fikirannya masih bertanya tanya kenapa ayahnya secara tiba tiba di panggil ke kerajaan hanya berkata dengan singkat.


setelah sampai di depan poskonya. bajan segera turun dari motor risma dan kemudian berkata sambil tersenyum.


"terima kasih ya kakk atas waktu yang sangat berharga ini. semoga lain kali kita bisa seperti ini lagi."


risma tersenyum mendengar perkataan bajan. risma kemudian dengan cepat berkata kepada bajan.


"iya pak ketua sayang. sana masuk ke posko langsung siap siap untuk ke MDA. jangan sampai terlambat loh ke MDA nya, dan satu lagi terimakasih udah bayarin jusnya."


bajan tidak mau kalah dan ia pun berkata kepada risma.


" sama sama bu bidan sayang. ya udah aku masuk dulu ya."


setelah risma menganggukk, bajan segera berjalan menuju posko laki laki. sementara itu risma segera pergi untuk kembali ke rumahnya.


saat bajan sedang berjalan menuju posko laki laki, widia yang sedang duduk di keranda mayat memanggil bajan.

__ADS_1


"jan, sini sebentar ada yang mau aku omongin."


bajan langsung menoleh ke arah widia dan segera berjalan menuju arah mushola.


agar ia tidak di lihat oleh teman temannya, bajan mengajak widia menuju belakang mushola untuk berbicara. ia hanya memberi kode kepada widia dengan melambaikan tangannya.


widia yang mengerti maksud bajan segera turun dari keranda mayat tersebut dan berjalan mengikuti bajan.


saat sudah sampai di belakang mushola dan di rasa sudah aman. bajan kemudian bertanya kepada widia.


"ada apa wid? kenapa kamu manggil aku tiba tiba seperti ini?"


widia kemudian menjelaskan kejadian yang di lihatnya saat bajan pergi tadi.


"maaf jan, aku ganggu kamu sebentar. aku cuma mau ngasih tau, kalau tadi ada dua makhluk peliharaan si ragil mau masuk ke dalam posko kamu."


bajan hanya bersikap biasa saja dan berkata kepada widia.


"oh, makhluknya itu berwujud seperti apa?"


widia yang melihat dua sosok tersebut segera menjelaskan kepada bajan.


"dua sosok yang mau masuk ke posko kalian itu berwujud pocong sama kuntilanak jan."


tanpa berfikir panjang bajan berkata dengan nada santai.


"pocongnya berwajah gelap seperti habis terbakar. terus kuntilanaknya berbaju putih?"


"betul banget jan. kok kamu bisa tau? terus wajah kuntilanaknya itu penuh darah jan." widia bertanya penasaran.


dengan nada acuh tak acuh bajan berkata.


"mereka berdua itu setan mesum kak. udah aku beresin tadi pas di rumah pak teguh. kamu tenang aja."


widia kemudian bercerita karena ia sempat menghampiri sosok pocong dan kuntilanak itu.


"tadi aku sempat menahan mereka dan bertanya apa tujuan mereka ke sini."

__ADS_1


"terus mereka jawab apa?" bajan bertanya.


"kata mereka sih mau nyari orang yang namanya bajan. mereka mau membunuh kamu jan. karena aku gak tau keberadaan kamu di mana ya aku bilang tidak tau sama mereka. sempat juga mereka masuk ke dalam posko sebentar dan tidak lama setelah itu keluar dari lagi karena kamu gak ada di posko. aku rasa mereka nyariin kamu keliling desa ini jan. terus akhirnya menemukan kamu di rumahnya pak teguh."


__ADS_2