
bajan lalu bertanya secara lebih mendalam kepada risma.
"apa kakak Sebelumnya sudah pernah berpacaran?"
risma menjawab dengan jujur.
"jangankan untuk berpacaran jan, merasakan rasa suka sama laki laki yang seusia aku aja belum pernah. dan ini baru pertama kalinya aku merasakan suka dan langsung jatuh cinta."
bajan kembali bertanya kepada risma.
"apa sebaiknya kita saling mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan kita masing-masing terlebih dahulu? lebih baik kita saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius. jujur aku juga cinta sama kakak dan aku juga sangat menginginkan kakak untuk menjadi pacar aku. tapi aku tahu kalau di dalam Islam itu tidak boleh yang namanya berpacaran. mangkanya aku sekarang bingung untuk menentukan status kita ini seperti apa. di dalam islam juga tidak ada yang namanya pacaran syariah. istilah itu cuman menyederhanakan bahasa saja menurut aku."
sekarang giliran risma yang bertanya kepada bajan.
"sekarang aku yang nanya sama kamu jan. apa kamu sebelum ini pernah berpacaran?"
bajan menganggukan kepalanya dan kemudian berkata dengan jujur.
"iya aku pernah berpacaran sebanyak dua kali. yang pertama itu waktu aku SMK dan yang kedua itu pas aku masuk semester 3 kemarin. yang pertama itu hubungan aku dengan mantan lumayan lama kami pacaran selama 1 setengah tahun dan hubungan kami berakhir karena sudah tidak ada saling komunikasi antara kami lagi. karena merasa hubungan yang seperti itu itu saja. akhirnya aku memutuskan hubungan kami di tanggal 25 February 2014. lumayan lama aku gak punya pacar kak. aku kemudian pacaran lagi untuk yang kedua kalinya. tapi hubungan kami hanya bertahan 3 bulan saja."
__ADS_1
"loh kok bisa secepat itu hubungan kalian berakhir?" tanya risma yang penasaran.
bajan kemudian menjelaskan kenapa hubungan mereka berakhir secepat itu.
"waktu itu pas lebaran idul fitri. mantan aku ini minta ke rumah untuk bertemu sama orang tua aku. walaupun niatnya hanya sekedar silaturahmi, tapi aku belum siap saat ini kak. jadinya aku melarang dia untuk datang ke rumah. akhirnya dia gak terima dan saat itu juga kami ribut hebat dan dia mengakhiri hubungan kami."
merasa penasaran dengan cerita bajan yang tidak menginginkan pacarnya untuk bertemu orang tuanya, risma bertanya lebih lanjut.
"kenapa kamu gak ngebolehin dia main ke rumah? itu kan suasana lebaran, ya wajar saja kalau dia ingin silaturahmi sama orang tua kamu!"
alasan sebenarnya adalah kenapa bajan tidak mau membawa pacarnya itu ke rumah ialah, ia tidak ingin identitasnya terbongkar. namun ia tidak mungkin untuk berkata jujur saat ini. sambil berkelit bajan berkata kepadanya risma.
risma merasa heran dan aneh dengan pola fikir ibu bajan. ia merasa kalau itu adalah hal yang tidak wajar di dalam fikirannya tidak akan pernah ada ibu yang mengizinkan kalau anaknya punya pacar lebih dari satu. setiap orang tua pasti menginginkan kalau anaknya itu menjadi orang yang setia. justru anaknya itu lah yang dasar playboy dan memilih untuk memiliki pasangan lebih dari satu. karena merasa heran dengan pola pikir ibu bajan, ia kemudian bertanya kepada bajan dengan ekspresi wajah yang serius.
"aku gak percaya kalau ibu kamu berkata seperti itu jan. orang. tua mana yang ingin anaknya itu menjadi seorang playboy. lah ini malah ia sendiri yang mau anaknya menjadi playboy."
bajan sambil meminum es yang sudah berada di hadapannya dengan santai berkata.
"aku juga awalnya merasa heran kak, kenapa ibu aku itu mempunyai pola pikir yang seperti itu. ibu aku juga pernah bilang ke aku lebih baik menjadi playboy sebelum menikah, dari pada menjadi playboy setelah menikah. aku sempat bertanya ke ibu apa alasannya memiliki pola fikir yang seperti itu."
__ADS_1
risma semakin penasaran dan kemudian bertanya.
"terus ibu kamu bilang apa jan?"
bajan menjawab dengan ekspresi wajah yang datar.
"ibu bilang kalau dulu dia mempunyai kenalan seorang teman di masa kuliahnya, nah temannya ini selalu membawa pacarnya ke rumah bahkan hampir setiap hari. akhirnya pacarnya ini sangat dekat dengan keluarga teman ibu aku. karena merasa tidak enak akhirnya mereka di nikahkan dari pada menjadi omongan tetangga. dan akhirnya pernikahan mereka berakhir saat suaminya melihat istrinya sedang berselingkuh dengan pria lain. semenjak kejadian itu lah ibu berfikir, tidak baik kalau perempuan yang belum di jadikan calon istri untuk terlalu sering ke rumah. dan ibu tidak mau kejadian itu terjadi ke aku. makanya aku tidak di bolehkan membawa pacar aku ke rumah. ya walaupun aku pernah sekali membawa pacar aku ke rumah. itu pun sebelum ibu bilang seperti itu ke aku. ketika aku kembali pulang ke rumah setelah mengantarnya pulang, aku langsung di kasih tau sama ibu kalau jangan pernah lagi membawa pacar ke rumah sebelum benar benar menjadi istri aku."
"berarti aku gak kamu bolehin dong ke rumah?" risma tiba tiba berkata seperti itu.
bajan segera menoleh ke arah risma lalu berkata.
"kakak jangan ke rumah aku dulu ya."
"kenapa? karena aku belum menjadi calon istri kamu?" risma bertanya kepada bajan.
"bukan gitu kak. soalnya ibu aku itu galak banget. nanti kakak bisa bisa di marahi sama dia. gak cuma kakak aja yang di marahinya, aku juga bisa kena marah sama ibu kalau bawa kakak." bajan berkata seperti itu karena belum menginginkan risma untuk ke rumahnya dan ia lanjut menjelaskan.
"lagian juga aku sekarang ini lagi KKN. pasti aku gak bisa membawa kakak ke rumah aku. apa lagi aku ini ketua kelompok mereka kak. kalau aku tinggal sehari aja bisa kacau mereka semua karena gak ada yang mengarahkan. kalau kita ini memang berjodoh pasti kakak akan bertemu sama ibu dan ayah aku secara langsung. tapi aku mohon kalau kakak bertemu sama ibu aku jangan minder ya kak. soalnya aku ini bukan dari keluarga yang berada. kehidupan aku susah kak."
__ADS_1
sempat risma terdiam sejenak mendengar penjelasan bajan mengenai ibunya. di dalam hatinya, ia tidak mempermasalahkan latar keluarga bajan, ia akan berusaha menerima segala kondisi bajan baik itu kondisi pribadinya maupun kehidupan keluarganya.