KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
jin menyamar part 84


__ADS_3

bajan berkata kepada widia sambil melipat kedua tangan di dadanya.


"mereka berdua sudah aku habisi kak si pocong sudah aku hancurkan giginya sampai dia menelan semua giginya dan si kuntilanak juga sudah di habisi sama pengawal aku mulutnya di tembak pakai ketapel bermata pisau sampai tembus ke lehernya berarti tadi dia itu berbohong sama aku."


widia bertanya dengan nada ingin tau kenapa bajan berkata kalau dua makhluk itu berbohong.


"maksud kamu kalau pocong sama kuntilanak itu berbohong gimana jan?" tanya widia yang kebingungan apa maksud bajan.


bajan menjelaskan kejadian saat ia sedang berada di rumah risma tadi kepada widia.


"tadi itu mereka bilang kalau cuma jalan jalan doang sambil mereka berpacaran"


"hah? mereka berpacaran?" widia kaget mendengar bajan berbicara seperti itu sambil tertawa.


sambil tertawa juga bajan berkata." hahahah iya kak si pocong itu sendiri yang bilang kalau mereka berdua itu pacaran. oke aku lanjut ya. nah pas lewat di depan rumah pak teguh mereka merasa curiga karena ada suara dua orang di rumah itu"


"aku rasa mereka bukan penasaran deh jan tapi memang sengaja masuk ke dalam rumahnya pak teguh karena dengar suara kamu niat mereka itu memang mau mencari kamu" widia memotong perkataan bajan.

__ADS_1


bajan lalu melanjutkan perkataannya."mungkin aja kak tapi aku gak terlalu peduli sama alasan yang keluar dari mulut si pocong itu aku tau kalau semua kata yang keluar dari mulutnya itu hanya berbohong saja. nah habis dia masuk ke rumah pak teguh itu katanya gak sengaja menyenggol piring aku sama risma memang dengar suara piring jatuh tapi pas aku lihat sendiri gak ada sama sekali piring yang jatuh terus aku langsung masuk ke alam kamu karena aku rasa ada yang tidak beres setelah itu aku jalan ke sumber suara yang ada di dapur gak lupa juga aku panggil dua pengawal aku untuk membantu kalau saja ada sesuatu untung aja dua pengawal aku langsung peka dengan apa yang harus mereka lakukan, mereka langsung menangkap kuntilanak berbaju putih itu. sementara aku menangani si pocong "


widia yang mengetahui kalau bajan sudah menangkap makhluk peliharaan pak ragil pasti langsung di masukannya ke dalam penjara gantung kemudian ia bertanya. "terus dua makhluk itu kamu masukkan ke dalam penjara gantung gantung?"


sambil melambaikan tangannya bajan berkata."untuk kali ini gak, selagi mereka tidak merugikan aku, gak akan aku masukan ke dalam penjara gantung lagian kalau setiap ada kejadian lalu aku kirim mereka ke penjara gantung pasti penuh tu penjara. KKN aku belum selesai masa iya penjara udah penuh aja gak seru dong"


"hahahah yang kamu ucapkan ada benarnya juga jan" widia membenarkan ucapan bajan mengenai penjara gantung tersebut.


widia dan bajan yang sedang asyik mengobrol tiba tiba mendengar suara minta tolong dari dalam kamar mandi.


"tolonggggg!! tolonggg aku!!!! akuu...." tiba tiba teriakan itu berhenti dari dalam kamar mandi perempuan yang berada tidak jauh dari posisi mereka.


setelah bajan dan widia sudah sampai di sumber suara, lalu bajan mengetuk pintu kamar mandi itu dengan kuat sambil berkata."siapa di dalam? tolong jawab aku?"


sebanyak tiga kali bajan mengetuk sambil berkata demikian, namun tetap saja tidak ada jawaban atau respon dari dalam kamar mandi. teriakan bajan tersebut cukup kuat dan terdengar sampai ke posko mereka.


karena bajan merasa kalau ada yang tidak beres, ia segera menendang pintu itu sampai terbuka. saat pintu kamar mandi berhasil terbuka bajan melihat putri sedang tergeletak di lantai kamar mandi. mulut putri saat itu mengeluarkan darah yang sangat banyak dengan sigap bajan segera mendekati putri yang mulut bersimpah darah itu lalu segera mengelap menggunakan baju yang ia pakai. hanya dengan sekali elap saja, darah tersebut sudah tidak mebgalir kembali. bajan juga merasa heran dengan kejadian yang di lihatnya sekarang.

__ADS_1


kemudian bajan menepuk nepuk pipi putri sampai membuat putri tersadar dari pingsannya. saat putri sadar, bajan segera bertanya kepada putri apa yang sudah terjadi padanya.


"apa yang sudah terjadi sama kamu put? kenapa bisa sampai mulut kamu mengeluarkan darah yang sangat banyak begini?"


putri yang lemah karena darahnya habis terkuras banyak berkata dengan suara lirih."untung ada kamu jan yang datang tadi pas aku lagi buang air kecil tiba tiba muncul sesosok dari belakang aku dan mencekik aku dengan sangat kuat"


"kamu melihat sesosok yang mencekik kamu itu?"


putri yang sedang berbaring dan kepalanya berada di bajan berkata."aku gak liat jan sosoknya itu seperti apa tapi aku merasakan ada bayangan yang sangat hitam saat ia mencekik aku tadi"


bajan merasa kalau ini ada keanehan dan tidak beres. ia lalu berniat untuk melihat dan menghabisi sosok yang berani mengganggu teman satu kelompoknya ini. bajan kemudian meletakkan kepala putri di lantai kamar mandi dan ia segera bersiap untuk keluar dari tubuhnya namun saat ia baru memejamkan matanya ada yang berteriak dari luar kamar mandi.


"akkkhhhhh jannn kamu ngapain di kamar mandi wanita? terus itu yang di lantai siapa?"


karena ada yang berteriak secara tiba tiba bajan kembali membuka matanya dan melihat ke arah sumber suara matanya langsung membesar ketika melihat yang teriak itu adalah putri bajan merasa heran dengan apa yang sudah di lihatnya itu. kemudian matanya segera melirik ke arah lantai kembali ia terkejut karena ternyata putri yang di bantunya tadi masih terbaring di lantai di dalam hatinya ia berkata."putri ada dua? setau aku dia ini tidak kembar putri juga pernah cerita kalau dia itu anak ke 10 dari 11 bersaudara. lagian pun kalau dia kembar gak mungkin satu kelompok sama aku pasti ini ada yang tidak beres sama putri"


kemudian ia berdiri dari posisinya sambil menyuruh widia masuk ke dalam kamar mandi tujuannya menyuruh widia masuk ke kamar mandi adalah untuk memastikan yang mana putri yang palsu jika salah satu putri bisa melihat widia berarti putri tersebut adalah sosok jin yang sedang menyamar. sedangkan putri yang asli hanyalah perempuan biasa dan tidak bisa melihat sosok jin.

__ADS_1


widia yang berada di luar kamar mandi segera mengerti dengan kode dari bajan ia kemudian berjalan menuju kamar mandi saat ia berjalan menuju kamar mandi itu putri yang sedang berdiri di pintu kamar mandi langsung berkata dengan nada tinggi."ini siapa jan?teman kamu? ngapain dia ke sini?"


putri yang berada di pintu tersebut segera memarahi widia yang ingin masuk ke dalam kamar mandi tersebut.


__ADS_2