Ksatria Untuk Mundika

Ksatria Untuk Mundika
21


__ADS_3

“Bagaimana Hakeem kondisi istriku?” Tanya Dalmouk setelah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui progres kondisi Artika. Suasana ruangan perawatan kelas eksekutif itu tampak lengang dan hanya menyisakan mereka bertiga.


“Belum ada perubahan Dalmouk,” Hakeem menggelengkan kepalanya. “Shock yang diderita Artika cukup menggoncang dirinya sehingga tubuhnya lemah tak berdaya. Baru kali ini aku melihat Artika tergeletak lemah seperti sekarang ini. Seharusnya kau lebih tahu obat mujarab apa yang bisa mengembalikan kondisinya seperti sedia kala.“


“Aku tahu Hakeem, namun aku belum mendapatkan kabar dari anak-anak kami, lagipula mengapa kau izinkan Mundika cuti seolah melarikan diri Hakeem?” Dalmouk hanya bisa menghela napas panjang dan justru mengalihkan pembicaraan kearah Hakeem agar ia tidak semakin stres memikirkan kondisi istrinya.


“Mana aku tahu jika Mundika akan berbuat senekad itu Dalmouk. Anak itu kan selama ini sangat berhati-hati dan penurut. Jika sampai berbuat seperti itu kurasa ia sudah mencapai titik puncak memendam apa yang dirasakannya,” Kali ini giliran Hakeem yang menghela napas panjang dan memilih duduk berhadap-hadapan dengan Dalmouk. “Kadang aku berpikir kesalahan sebesar apa yang kau buat hingga kau hidup dalam lingkaran karma seperti ini?”


“Banyak Hakeem, banyak…,” Dalmouk merenung dengan mengingat segala peristiwa yang terjadi dulu. “Karena ketidaktegasanku dulu aku membuat posisi Artika dan anak-anakku darinya seperti pendosa, padahal akulah sang pendosa di sini. Namun aku bingung harus memulai dari mana untuk memperbaikinya…”


“Mungkin lebih baik kau menceritakan hal yang sebenarnya terjadi di masa lalu kepada Mundika, jika perlu Zayed juga, agar mereka bisa lebih tenang dan kuat untuk bisa menatap dunia tanpa bayang-bayang tanda tanya. Lagipula kau punya calon menantu yang bisa diandalkan seperti Sheikh Mansoor yang akan tetap menerima dengan tangan terbuka Mundika tanpa memperdulikan masa lalunya.”


“Apa maksudmu Hakeem?” Dalmouk mengernyitkan dahinya untuk meminta penjelasan dari perkataan Hakeem. “Aku menerima anak dari Sheikh Maktoum itu bukan karena ingin terkenal atau kekayaan sehingga bisa membuat Mundika akan menjadi bagian dari keluarga mereka. Aku menerima lelaki itu karena dialah satu-satunya yang berani meminang anak gadisku serta melunasi hutangku dulu kepada ayahnya yang telah membantuku untuk menjadikan Artika istri sahku.”

__ADS_1


“Dia lebih dari yang kau sangka, Dalmouk,” Hakeem tersenyum simpul kearah Dalmouk. “Anggap saja lelaki itu adalah hadiah dari perjuangan hidup yang kau jalani bersama Artika menanggung karma. Jadi pikirkan kembali saranku tadi, lebih baik jujur meskipun pahit dirasa daripada menyembunyikan sesuatu yang akan semakin menggerogoti dirimu dan Artika karena rasa bersalah yang amat dalam.”


“Kabar baik Baba,” Majid tergopoh-gopoh memasuki ruangan perawatan Artika setelah sejak tadi mondar-mandir di luar ruangan menunggu kabar dari Mansoor dan tim-nya. “Mansoor baru saja menghubungiku dan katanya ia berhasil membawa kembali Mundika dan Zayed kembali ke sini serta saat ini mereka sedang dalam perjalanan kemari.”


“Alhamdulillah…,” Ucap Dalmouk dan Hakeem bersamaan.


“Aku permisi dulu, karena harus memeriksa pasien yang lainnya,” Hakeem bangkit dari duduknya dan menepuk pundak kiri Dalmouk. “Jangan lupa pesanku tadi ya…”


BLAM! Terdengar suara pintu ditutup.


“Aku…,” Tampak keraguan di mata Dalmouk yang enggan beranjak dari sisi Artika.


“Aku mengerti bahwa Baba sangat mencintai Mama Artika dan aku juga mengerti bahwa ibuku juga ambil andil dalam masalah keluarga kita yang complicated ini. Tapi aku mohon sebagai anak dari seorang ibu yang sangat mencintai suaminya dan rela berbagi dengan wanita lain, Baba juga harus meluangkan waktu untuk ibuku yang juga sama khawatirnya dan sedang menunggu Baba di rumah,” Majid berlutut dan menggenggam kelima jari tangan kiri Dalmouk meyakinkan sang ayah untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


Seakan tersadar karena ucapan dari putra pertamanya, akhirnya Dalmouk menyetujui permintaan Majid untuk pulang ke rumah diantarkan oleh asisten pribadi Majid. Bagaimanapun ia harus bersikap adil kepada Latifa meskipun tak ada cinta dan hanya perasaan kecewa untuk istri pertamanya itu dalam hatinya. Bagaimanapun juga ia menyayangi Majid sama dengan rasa sayangnya kepada Mundika dan Zayed.


***


“Tak kusangka kau akan mengundang kami untuk makan malam di luar,” Maitha datang bersama Haya memenuhi undangan Maryam, adik perempuan Mansoor, pada salah satu restoran berlokasi di Dubai Mall yang terletak dekat dengan Dubai Fountain. Terdengar suara musik menggema berpadu serasi dengan cahaya lampu dan liukan air mancur di sana.


“Dan kurasa kalian sudah tahu maksudku mengundang kalian berdua kemari,” Maryam dengan anggun mempersilahkan Maitha dan Haya untuk duduk berhadap-hadapan dengan dirinya. “Aku ingin mendengarkan langsung dari kalian tentang adik tiri kalian yang sekarang ini bertunangan dengan kakakku, Mansoor. Karena aku merasa kakakku agak berubah sejak bersama gadis itu.”


Maitha dan Haya saling bertukar pandang dan senyuman penuh makna tercetak jelas di bibir mereka. Ini kesempatan mereka untuk menggagalkan pertunangan Mansoor dan Mundika! Mana rela jika harus Mundika yang berbahagia dengan melangkahi mereka untuk menikah duluan, dengan salah satu anak penguasa kota ini lagi. Sheikh Mansoor…, lelaki tampan idaman dari para perempuan single di Kota Dubai, masa harus berakhir dengan anak setengah Emirati seperti Mundika? Apa bagusnya dari anak itu sehingga Sheikh Mansoor meminangnya? Jika dilihat-lihat mereka berdua lebih cantik dari Mundika jadi seharusnya salah satu merekalah yang berhak berpasangan dengan lelaki tersebut.


“Kami dengan senang hati menceritakannya.”


Maitha dan Haya…, apakah kalian tidak cukup menyesali dengan perbuatan kalian dulu menyakiti Mundika dengan memfitnahnya sedemikian rupa? Tak cukupkah Majid memberikan peringatan keras kepada kalian untuk tidak mengganggu Mundika lagi? Jika kalian dihadapkan pada kenyataan yang sebenarnya, apakah kalian masih bisa bersikap arogan seperti sekarang ini?

__ADS_1


***


__ADS_2