
..."Mamaaa....!" Suara anak kecil yang diperkirakan umur 5 tahun menggema di sekitar taman kota karena memanggil-manggil ibunya. Semua orang yang ada di sekitar pun refleks menoleh ke sumber suara anak kecil tersebut....
...Pun juga dengan sesosok perempuan cantik dengan rambut digerai sebatas punggung itupun juga ikut menoleh dan mengernyitkan dahi ketika bocah itu berlari ke arahnya sambil memeluk dan memanggil mama....
..."Mama, jangan tinggalin Fadhil lagi, Fadhil kangen sama Mama"!...
Ya, bocah umur 5 tahun itu bernama Fadhil Putra Irawan, anak yang kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan yang telah merenggut nyawa ibunya ketika hendak pergi ke pasar. Dia ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab ketika hendak menyeberang ke jalan raya.
Waktu itu Melati sehabis sholat subuh langsung pergi ke pasar untuk membeli sayur mayur yang nantinya akan digunakan untuk dijual kembali keliling komplek. Tapi naas, peristiwa itu langsung merenggut nyawanya dan sudah tidak dapat terselamatkan karena di jam-jam itu belum terlalu banyak orang yang lewat.
Sementara itu, Jasmin, perempuan yang dipeluk Fadhil itu mengerjap-erjapkan matanya berulang kali karena terkejut kenapa ada anak kecil yang memanggilnya mama.
Jasmin pun lalu reflek memegang bahu anak kecil tadi dan duduk mensejajarkan diri dengan anak itu.
"Adek, adek nyari siapa? Mamanya kemana dek??" Tanya Jasmin.
__ADS_1
"Fadhil cari mama, kenapa mama gak pulang-pulang?" Sambil terisak Fadhil menjawab.
"Emangnya mamanya kemana dek?" Tanya Jasmin lagi.
"Ini, Fadhil sudah menemukan mama, Alhmdulillah.." Seru Fadhil sambil menunjuk ke arah Jasmin.
Masih dalam keadaan terkejut, Jasmin berkata lagi, " Maaf Adek, saya bukan mama kamu." Sambil celingak-celinguk Jasmin mengedarkan pandangannya ke sekitar taman apabila mendapati ibu atau ayahnya si bocah ini yang sudah menganggapnya mama.
"Siapa dia sayang?" Belum hilang rasa terkejutnya akibat dipanggil mama oleh anak yang tidak dikenal, Jasmin malah dikejutkan lagi dengan suara berat maskulin yang terdengar dari belakangnya.
"Sungguh Bob, aku tidak tau dari mana datangnya anak ini tau- tau sudah disini dan memeluk ku.
Bobby berbalik menatap Fadhil, mensejajarkan tubuhnya menyamai tinggi Fadhil dan bertanya, "Dek, siapa namamu? Dan kenapa manggil Tante Jasmin dengan Mama?"
"Namaku Fadhil Om, karena ini mama Fadhil Om." Terang Fadhil sambil menunjuk ke arah Jasmin.
__ADS_1
Jasmin yang ditunjuk pun buru-buru menggelengkan kepalanya tanda bukan dia mamanya. Bobby pun sama menatap Jasmin dengan pandangan yang sulit diartikan seakan-akan menuntut penjelasan tentang bocah 5 tahun itu.
Bobby berbalik lagi menatap Fadhil, "Yasudah, sekarang lebih baik kita duduk dulu ya, kita makan dulu. Fadhil mau makan apa?" Tanya Bobby sambil mengajak Fadhil dan Jasmin duduk dibangku yang memang disediakan ditaman.
"Fadhil mau es krim Om."
"Nah, kebetulan Om tadi baru saja beli, nih." Sambil menyodorkan es krim ke arah Fadhil. Dan memang tadi Jasmin ke taman berdua dengan Bobby, karena Jasmin ingin makan es krim jadi Bobby membeli dulu di kedai es krim sementara Jasmin menunggu di salah satu bangku taman.
Fadhil menerima es krim dari Bobby dan langsung memakannya, seketika itu Fadhil ingat bahwa tadi dia ke taman bersama ayahnya yang tadi juga sedang membelikan es krim untuknya. Jasmin melihat Fadhil termenung dan bertanya, "Kenapa Dek, kok gak dimakan es krimnya, gak enak ya?" Fadhil pun terkesiap, "Tidak ma, es krimnya enak kok, Fadhil cuma ingat Ayah. Tadi Fadhil kesini sama Ayah, terus aku minta dibeliin es krim, Ayah suruh Fadhil tunggu di bangku, tapi Fadhil malah menghampiri mama disini." Jasmin tersenyum sambil melirik ke arah Bobby. "Oh, tadi Fadhil sama ayah ya? Fadhil, dengerin tante ya, tante ini bukan mama kamu, tante baru aja ketemu sama Fadhil hari ini disini. Mungkin mama Fadhil sedang pergi kerja dan belum bisa pulang,sayang." Jasmin memberi pengertian kepada Fadhil dengan lembut. Interaksi itupun tak luput dari pengamatan Bobby. Dia memandang Jasmin penuh dengan rasa kekaguman karena bersikap lembut kepada anak kecil. Bobby membayangkan nanti jika mereka menikah dan dikaruniai seorang anak, wanitanya pasti juga akan menjadi sosok ibu yang lembut kepada anak-anaknya kelak.
Karena keasikan membayangkan akan punya anak dari wanitanya, Bobby jadi senyam-senyum sendiri. "Enggak,mama adalah mamaku bukan tanteku". Rengek Fadhil dengan mata yang sudah berkaca-kaca akan menangis. Bobby yang semula termenung, kaget ketika Fadhil berteriak. "Bob, gimana ini? anaknya mau nangis gini?Ayo kita cari ayahnya, katanya tadi dia kesini bareng ayahnya kan?" Pinta Jasmin. "Iya sayang, kita cari ayahnya. Kita tanya dulu tadi Ayahnya beli es krim dimana. "Fadhil, tadi ayah beli es krimnya dimana sayang?" Ayo Om antar kamu ketempat ayahmu." Ajak Bobby. "Gak mau Om, Fadhil masih mau sama mama, nanti kalo Fadhil pergi ke tempat ayah, mama akan pergi lagi!" Teriak Fadhil sambil memeluk erat Jasmin. Dengan terpaksa Jasmin juga membalas pelukan dari Fadhil. Sambil melirik ke arah sang kekasih, melalui tatapan matanya seolah-olah meminta bantuan. Bobby hanya bisa mengendikkan bahunya.
Sementara itu, Putra, sekembalinya dari membeli es krim langsung menuju dimana sang anak menunggu di bangku salah satu taman. Ya, Putra Adi Irawan adalah ayah dari Fadhil, suami dari almarhumah Melati ibunya Fadhil. Seorang supir dari sebuah perusahaan property di bilangan Kota Q.
"Fadhil sayang, ini es k...." Belum selesai melanjutkan bicaranya Putra dibuat terperangah karena sang anak tidak ada di bangku taman tadi. Saking terkejut dan paniknya, Putra lantas membuang es krim yang dibawanya dan langsung berlari mendekat ke bangku taman. Di sana masih ada tas milik Fadhil. Seketika pikiran Putra dipenuhi dengan banyak prasangka buruk, apa yang terjadi, apakah anakku diculik? "Tidak, disini banyak orang, mungkin aku bisa tanya pada salah satu pengunjung disini." Monolog Putra sambil mencari foto anaknya didalam benda pipih itu. Kemudian menunjukkan pada semua orang yang ada di taman. Putra seperti orang kesetanan berlari dari ujung taman ke ujung taman, untuk menanyakan keberadaan anaknya. " Ya Alloh, dimana anakku, jangan sampai terjadi apa-apa dengannya Ya Alloh. Aku gak mau sampai harus kehilangan dua kali." Putra berdoa sambil mengusap wajahnya kasar. Setelah sekian orang yang ditanya dan tidak mengetahui dimana Fadhil, ada seorang kakek yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Tanpa menunggu waktu, Putra langsung saja menanyakan tentang anaknya. "Maaf sebelumnya Kek, apa kakek tau anak saya dalam foto ini?"
__ADS_1