Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Hasil Penyelidikan


__ADS_3

"Gimana Jas kemarin hasil foto USG nya?" Tanya Ellisa pada Jasmin. Mereka memang hari ini ada janji ketemuan di salah satu restoran bintang lima dan telah memesan tempat untuk mereka mengobrol.


"Maaf ya, gue baru bisa ketemu sama loe hari ini, karena akhir-akhir ini banyak desain yang harus gue kerjain". Ellisa menjelaskan kesibukannya beberapa hari ini.


"Iya gak pa-pa kali, santai aja. Lagian sekarang kamu kan orang sibuk, jadi harus nunggu waktu dulu buat bisa ketemu sama kamu. Ha ha ha...". Kelakar Jasmin yang membuat Ellisa mengerucutkan bibirnya.


"Cepetan deh, mending loe buruan cerita gimana hasilnya." Cecar Ellisa tidak sabar.


"Iya-iya bercanda. Lagian aku juga kemarin-kemarin lagi ngerawat Fadhil dirumah sakit." Ucap Jasmin yang langsung di sela oleh Ellisa.


"Fadhil kenapa Jas?" Tanyanya kemudian.


"Dia hanya demam, tapi kemungkinan juga dia kangen sama mamanya. Soalnya kemarin pas aku baru nyampek di rumah sakit, dia terus manggil-manggil mamanya gitu. Setelah aku samperin, ehh dianya langsung tenang gak ngigau lagi." Ellisa nampak manggut-manggut.


"Terus sekarang udah sembuh si Fadhilnya? Kamu ngerawat dia atas persetujuan tunangan loe kan?". Ellisa menyipitkan matanya.


"Udah, kemarin baru aja pulang. Dan Bobby tau kok kalau aku ngerawat Fadhil. Malahan kemarin dia juga jenguk di rumah sakit." Jelas Jasmin pada Ellisa agar sahabatnya itu tak salah paham.


"Syukur deh kalo gitu. Secara ya, loe kan udah tunangan, terus si Putra itu duda, jangan sampai ada orang yang mikir yang enggak-enggak tentang loe." Jasmin terasa tertohok dengan ucapan Ellisa. Ia seketika teringat kejadian dimana saat ia memeluk pinggang Putra dan malah menenggelamkan wajahnya ke punggung lebar Putra. Dan pada saat Putra dengan beraninya mencium bibirnya yang tidak ditolak olehnya.


Flashback..


Pada saat Putra mengantar Jasmin pulang, Jasmin meminta Putra untuk berhenti ke salah satu restoran karena ia merasa lapar. Putra memarkirkan motornya di tempat parkir khusus untuk sepeda motor yang memang terletak paling ujung. Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke parkiran motor untuk segera pulang. Tetapi sebelum naik ke sepeda motor, Putra menghentikan langkah Jasmin.


"Jasmin...". Panggil Putra yang membuat Jasmin berhenti dan menoleh ke arah Putra.


"Ya mas, ada ap...mmmmhhh". Belum sempat Jasmin meneruskan perkataannya, Putra lebih dulu menempelkan bibirnya untuk mencium bibir Jasmin. Jasmin diam saja dan tidak membalas ciuman dari Putra. Ia pun juga tak menolak ciuman yang di berikan Putra. Merasa tak ada penolakan dari Jasmin, Putra lantas meneruskan ciumannya bahkan ia sedikit menggigit bibir Jasmin agar terbuka dan langsung melesakkan lidahnya kedalam mulut Jasmin. Ia absen satu persatu gigi Jasmin. Ia juga memegang tengkuk Jasmin agar ciumannya bertambah dalam. Jasmin hanya bisa meremas ujung bajunya dengan kedua tangannya.


Setelah dirasa mereka kehabisan oksigen, Putra lantas melepas pagutannya pada bibir Jasmin sebelum ia tidak bisa mengendalikan diri lagi. Putra lantas mengusap bibir Jasmin dengan ibu jarinya menghilangkan bekas salivanya.


"Maaf Jas, ak.. aku khilaf. Aku benar-benar minta maaf." Pinta Putra pada Jasmin agar ia mau memaafkan perbuatannya.

__ADS_1


"Gak pa-pa mas. Mungkin mas sedang kangen sama istri mas. Dan menganggap aku seperti istri mas sendiri." Ucap Jasmin menohok.


"Bu..bukan begitu Jas..."


"Sudah mas, gak perlu di bahas lagi. Lebih baik sekarang mas anterin aku pulang." Potong Jasmin kemudian. Ia tak mau membebani Putra dengan rasa bersalahnya. Putra pun mengangguk meng iyakan dengan rasa malu, marah, sedih, senang bercampur jadi satu.


...----------------...


"Woy.. nih anak malah bengong!" Ellisa mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajah Jasmin karena sedari tadi Jasmin melamun dan tak mendengar panggilannya. Jasmin tersentak kaget. Ellisa memicingkan matanya curiga.


"Jangan-jangan loe beneran ada affair ya sama Putra?" Selidik Ellisa yang mengamati perubahan sikap Jasmin. Jasmin memelototkan matanya.


"Ap...apa-apaan sih kamu Ell. Gak ada ya kaya gitu." Gerutu Jasmin.


"Lagian loe, setelah gue bilang Putra duda, loe jadi aneh dan melamun sendiri." Pekik Ellisa menahan suaranya.


"Udah deh, gak usah kebanyakan su'udzon sama sahabat sendiri. Loe mau denger kagak hasil foto USG kemarin?" Tanya Jasmin mengalihkan pembicaraan. Ellisa mengangguk.


"Jadi gini, sebenarnya foto USG itu adalah foto anak kembar Ell. Dan kemungkinan memang mama mempunyai dua bayi kembar. Yang artinya aku mempunyai saudara kembar. Dan setelah aku pikir-pikir, kayaknya kembaran aku itu adalah Melati, mendiang istrinya mas Putra, mamanya Fadhil." Terang Jasmin panjang lebar. Ellisa terlihat membulatkan mata dan bibirnya membentuk huruf O.


"Ja.. jadi beneran loe punya saudara kembar? Dan kemungkinan kembaran loe itu adalah istrinya si Putra?". Jasmin hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi loe jangan gegabah dulu Jas. Loe harus punya bukti yang kuat untuk membuktikannya." Ellisa menasehati.


"Aku juga mikirnya gitu Ell. Bantuin aku ya. Karena aku mengarah pada tulisan yang ada di balik foto USG itu Ell."


"Maksud kamu?" Ellisa menimpali.


"Dibalik foto itu kan ada tuh tulisan MPM &JPM. Jadi aku menyimpulkan bahwa, JPM itu adalah namaku, Jasmin Putri Mozeela. Dan MPM itu adalah Melati Putri Mozeela. Secara, nama istri nya mas Putra kan Melati Putri." Jelas Jasmin panjang lebar. Yang di ajak bicara terlihat sesekali mengernyitkan dahi dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Bisa jadi Jas. Loe emang gak mau coba tanya sama tante Issa?" Ellisa memberi saran.

__ADS_1


"Kayaknya belum deh Ell. Aku mau cari waktu yang pas untuk ngomongin ini ke mama."


"Ya udah terserah loe aja. Apapun keputusan loe, gue sepenuhnya dukung loe. Dan kalo loe butuh bantuan, sewaktu-waktu gue ada buat loe." Ellisa menguatkan Jasmin.


"Makasih ya Ell, emang kamu sahabat terbaikku." Jasmin menggenggam tangan Ellisa.


Terdengar bunyi ponsel berdering. Jasmin merogoh tasnya, kemudian melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata dari sang kekasih.


"Dari siapa?" Tanya Ellisa.


"Dari Mas Bobby. Aku angkat dulu ya." Ellisa mengangguk, Jasmin kemudian mengangkat telponnya dan mengarahkan benda pipih itu ke telinga nya.


"Hallo mas, ada apa?"


"......."


"Aku lagi sama Ellisa mas".


"........"


"Di restoran W mas".


"......"


"Iya mas, aku tunggu ya. Aku ada di dalam ruangan."


Sambungan telpon terputus. Jasmin memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Mas Bobby mau nyusul kesini sekalian mau jemput aku." Terang Jasmin pada Ellisa sambil senyum-senyum.


"Idih,, yang udah punya gandengan." Gerutu Ellisa.

__ADS_1


"Iyalah, truk aja gandengan, masa loe enggak". Kelakar Jasmin. Mereka kemudian tertawa lepas bersama.


__ADS_2