Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Rencana Pertunangan


__ADS_3

Pagi hari, sebelum acara pertemuan Jasmin, Bobby dan Tuan Besar Darwin.


"Sayang,, maaf ya nanti aku agak telat ke kafenya, ada meeting dengan calon investor baru".


Sapa Bobby saat panggilan telfonnya telah tersambung dengan Jasmin.


"Iya Bob, gak apa-apa. Kamu selesai kan dulu pekerjaan kamu".


"Papa nanti juga bisanya siang ke sini, karena ada pertemuan juga katanya".


Sambil meletakkan benda pipih itu ke telinga, Jasmin masih bergelung malas-malasan di tempat tidur.


Maklum, belum bangun dari tidurnya, tau-tau ada panggilan masuk yang mengusik tidur cantiknya.


"Yasudah, kalo gitu aku berangkat ke kantor dulu ya. Sampai ketemu nanti. I Love You ..".


"Hmm...." Yang dibalas Jasmin dengan gumaman.


Setelah panggilan telfon terputus, Jasmin beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Jasmin memutuskan ke lantai bawah untuk mempersiapkan kedatangan sang Papa dan kekasihnya.


Jam 08.00 tepat, pintu kafe di buka oleh karyawan yang memang sudah dari tadi datang ke kafe.


Jasmin memiliki setidaknya 10 orang karyawan di kafenya, termasuk salah satunya penjaga kasir, dua orang bagian dapur dan yang lainnya sebagai pelayan yang mengantarkan makanan atau minuman pesanan pengunjung kafe.


Waktu sampai di bawah, terlihat telah ramai para pengunjung yang memadati kafenya, sesekali Jasmin melempar senyum ke arah salah satu pengunjung yang terlihat juga tersenyum ke arahnya.


Kemudian ia melangkahkan kakinya ke dapur guna untuk memasak makanan yang nanti akan dihidangkan ke Papanya dan juga Bobby.


"Pagi mbak..., aku mau pakai dapurnya bentar ya, mau ada tamu".


Sapa Jasmin ke salah satu karyawan yang di ketahui bernama Yenny itu.


"Pagi juga mbak Jasmin, silahkan mbak. Apa mau saya masakin aja?"


"Gak usah mbak, biar saya aja. Mbak Yenny bantu siapin bahannya aja".


"Siap Bos..!"


Jasmin dan Yenny tergelak, lalu mereka segera berkutat menyelesaikan olahan yang dimasak oleh Jasmin.


Selama dua jam lebih Jasmin mempersiapkan aneka makanan untuk menjamu sang Papa dan kekasihnya.


Ada aneka seafood, puding, salad buah, jus, dan cake.


Semua telah tertata rapi, tinggal menunggu kedatangan tamunya.


"Mbak Yen, aku ke atas dulu ya, mau mandi. Nanti kalo Papa atau Mas Bobby udah dateng, tolong panggilin aku ya."


"Oh, Tuan Besar mau datang ya Mbak sama Mas ganteng, siap mbak, nanti saya panggil kalo mereka udah dateng".


Setelah menganggukkan kepala sambil tersenyum, Jasmin segera beranjak ke lantai atas untuk mandi dan siap-siap.


Baru saja selesai mandi dan berhias diri, pintu kamar di ketuk.

__ADS_1


Tok tok tok


"Mbak, Tuan Besar sudah datang".


"Iya mbak sebentar. Antar aja Papa ke ruangan A ya."


"Iya mbak.."


Memang di kafe itu ada terdiri dari dua ruangan pribadi yang tepat menghadap ke jendela kaca. Ruangan A dan ruangan B. Yang digunakan apabila ada pengunjung yang akan membahas persoalan penting.


"Assalamu'alaykum Pa,, kangen banget sama Papa ..". Jasmin langsung menghambur ke pelukan sang Papa setelah mencium punggung tangan papanya.


"Wa'alaykumsalam Princess,, gimana kabar kamu? Apakah Princess nya Papa sehat?"


Tanya Tuan Besar Darwin sambil mengeratkan pelukannya pada anak satu-satunya itu.


"Alhamdulillah Pa, Jasmin sehat dan baik-baik saja."


"Papa sendiri gimana sama Mama?"


"Kok kesini gak ngajakin Mama?"


Jasmin mendelik sambil menguraikan pelukannya dari papanya.


"Alhamdulillah, Papa sama Mama juga sehat. Papa tadi ada pertemuan dengan klien di restoran W, selesai pertemuan Papa langsung kesini, jadi gak bisa ajak Mama kamu. Lagian Mama kamu hari ini lagi sibuk di butik, ada pesanan dari luar negri katanya."


Terang Tuan Darwin panjang lebar yang hanya di angguki Jasmin sambil ber-oh-oh ria.


Mereka terus berbincang-bincang, tanpa mereka sadari dari luar jendela ada yang memperhatikan mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Maaf Om, Bobby telat. Tadi ada sedikit kendala dengan investor. Tapi Om gak perlu khawatir, semua sudah beres."


Cerita Bobby sambil mengecup punggung tangan Tuan Darwin, lalu beralih mengecup puncak kepala Jasmin.


"Tak apa Bob, Papa juga baru sampai kok!"


"Jadi kapan kamu akan mulai panggil Om dengan sebutan Papa.. Hmm..?"


"Iya Om,, tunggu sebentar lagi".


Jawab Bobby dengan tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mengetahui ada sedikit kecanggungan diantara sang papa dan sang kekasih, Jasmin berinisiatif untuk memecah kecanggungan tersebut.


"Sebelum membahas hal-hal yang penting, sebaiknya kita makan dulu Pa, Mas. Lagian ini juga sudah masuk jam makan siang kan?"


Hal itu langsung di angguki keduanya.


Kemudian Jasmin memencet interkom yang ada di ruangan tersebut yang langsung mengarah ke dapur.


"Mbak, makanannya bisa di hidangkan sekarang ya."


"Baik mbak..".


Terlihat para pelayan mulai menghidangkan aneka makanan yang tadi telah dimasak Jasmin.

__ADS_1


Setelah selesai santap makan siangnya, mereka bertiga siap dengan pembicaraan serius mereka.


"Jadi, kapan kalian akan melangsungkan acara pertunangannya?"


Tanya Tuan Darwin tanpa basa-basi.


"Insya Alloh, satu bulan lagi Om. Kami perlu mempersiapkan semuanya. Dari cincin, baju, gedung, catering dan...."


"Gak usah sewa gedung Mas, aku mau acara pertunangannya yang sederhana aja. Yang cuma dihadiri sama keluarga kita aja. Dan acaranya gak perlu di luar, di belakang rumah Papa kan ada taman yang luas, disitu aja kita sulap jadi tempat acara yang tak kalah mewah dari pada harus sewa gedung."


Belum selesai Bobby bicara, sudah di sela aja sama si Jasmin.


"Memangnya kenapa kamu gak mau di rayain acara pertunangannya Princess?"


"Karena aku mau acaranya berjalan dengan khidmad Pa."


"Nanti aja deh kalo pas nikah ngerayainnya."


Terdengar kekehan dari sang papa.


"Apapun yang kamu mau Sayang".


Bobby menimpali. Jasmin tersenyum senang.


"Yasudah kalau itu keputusan kamu, Papa hanya bisa mendoakan agar semua berjalan dengan lancar".


Amiiin... seru ketiganya.


Setelah itu Tuan Darwin pamit karena masih ada pekerjaan lagi.


Jasmin dan Bobby mengantar Papanya sampai ke depan kafe.


Seusai berpelukan dan mencium tangan sang Papa, Tuan Darwin lalu gegas menuju mobil.


Saat itu Putra yang membukakan pintu mobil melihat Jasmin yang digandeng mesra oleh Bobby.


*Deg


Deg*


Keduanya pun, Jasmin dan Putra sama-sama terpaku.


Jasmin dengan pikirannya apakah Putra merupakan seorang sopir Papanya?


Kenapa ia baru tau kalau Putra adalah sopir dari sang papa, mengingat ia tidak pernah ke kantor papanya.


"Ayo kita ke dalam lagi Sayang".


Setelah memastikan sang calon mertua menghilang dari pandangan, Bobby mengajak Jasmin masuk ke dalam kafe lagi.


Jasmin tersentak dari pikirannya.


Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Bobby menggandeng mesra Jasmin sampai ke dalam ruangan yang tadi.

__ADS_1


__ADS_2