Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Sebuah Petunjuk


__ADS_3

Setelah mengantarkan papa dan mamanya berangkat sampai depan rumah, Jasmin dan Ellisa gegas masuk ke dalam rumah dan segera memulai pencarian.


"Ell, kita mulai pencarian dari kamar mama. Lets go,, kita segera ke sana." Ajak Jasmin buru-buru tapi di hadang oleh Ellisa.


"Tunggu Jas, sepertinya loe sendiri aja deh pencarian di kamar tante. Itu kan privasi Jas, gue gak mau ah!. Gue bantu nyari di ruang perpustakaan aja. Loe tugasnya nyari di kamar dan di ruang kerja papa loe"! Terang Ellisa menyarankan. Jasmin mengangguk.


"Oke deh, siap kalo gitu. Semoga aja di rumah ini ada petunjuk." Doa Jasmin yang di amin kan oleh Ellisa. Mereka lantas menuju ke tempat tujuan masing-masing. Jasmin menuju ke kamar mamanya dulu kemudian lanjut ke ruang kerja papanya. Sementara Ellisa langsung menuju ruang perpustakaan.


Di dalam kamar mamanya, Jasmin membuka semua laci dan lemari yang ada. Untung kamar mamanya juga tidak di kunci. Seluruh laci, lemari bahkan sudut kamar sudah coba Jasmin cari, tapi tak satupun ada petunjuk di kamar mamanya. Ia kemudian memutuskan untuk keluar dan beralih mencari ke ruang kerja papanya. Dan untungnya juga tidak di kunci. Jasmin lalu segera mencari di seluruh ruangan. Nihil.. Di sana pun juga tak ada petunjuk apapun. Dua jam lamanya ia mencari di kamar mamanya dan ruang kerja papanya, tapi hasilnya juga gak ada. Ia duduk sebentar di sofa ruang kerja papanya. Ia sandarkan punggungnya ke sofa sambil memijit-mijit pelipisnya. Seketika ia teringat sahabatnya yang juga mencari di perpustakaan. Ia kemudian berdiri dan segera menuju ke perpustakaan.


"Wah wah wah.. enak banget tuh orang. Aku yang sedari tadi nyari-nyari di dua tempat belum sempat istirahat, malah dia enak-enakan tidur di sini. Dasar kampret!. Woi bangun woi...! Umpat Jasmin yang ketika memasuki perpustakaan malah melihat sahabatnya enak-enak tidur di sofa. Jasmin yang kesal, sengaja berteriak di dekat telinga Ellisa agar bangun.


"Duh... loe ngapain sih teriak-teriak kayak di hutan aja! Kalo gendang telinga gue pecah gimana?" Sungut Ellisa sambil mengusap-usap telinganya yang berdengung akibat teriakan Jasmin


"Lagian sih, aku capek-capek nyari petunjuk, kamu malah enak-enakan tidur". Kesal Jasmin.


"Siapa juga yang enak-enakan sih! Dari tadi juga gue udah muter-muter nyari. Terus karena gue capek, jadinya istirahat sebentar. Baru aja mau mimpi ketemu Kim Woo Bin, loe main teriak-teriak aja." Balas Ellisa tak kalah kesal.


"Makanya, jangan kebanyakan nonton drama. Jadi halu kan lu". Cibir Jasmin pada Ellisa. Ellisa yang tak terima, melemparkan buku yang tadi di bawanya ke arah Jasmin tapi tidak sampai mengenainya.

__ADS_1


Bugh


Ellisa menatap buku tersebut yang tergeletak di lantai. Sepertinya tadi dia melihat ada sesuatu yang terjatuh.


"Eh,, apaan tuh yang jatuh?" Selidik Ellisa yang masih tetap melihat ke arah buku yang terjatuh.


"Ya jelas buku lah Ell. Yang kamu lempar kan buku". Jawab Jasmin. Tapi Ellisa malah membungkam mulut Jasmin dan mendekat ke arah buku. Jasmin yang tiba-tiba di bungkam mulutnya jadi terkejut. Ia ikuti arah pandangnya ke Ellisa yang sudah duduk berjongkok di lantai dan memungut sesuatu.


"Ini apa Jas?" Tanya Ellisa sambil membolak-balikkan sebuah foto buram yang gambarnya tidak terlalu jelas. Jasmin mendekat ke arah Ellisa dan mengambil foto itu dari tangan Ellisa.


"MPM & JPM" Jasmin membaca tulisan di balik foto tersebut.


"Foto USG? Tapi gambarnya udah gak terlalu jelas Ell. Terus apa arti dari tulisan ini juga. Kenapa kaya ada dua nama? Apa mungkin ini foto USG pas mama hamil ya?" Jasmin menerka-nerka apa arti foto dan tulisan yang ada di balik foto tersebut.


"Agar loe gak penasaran, lebih baik loe minta penjelasan ke rumah sakit deh Jas. Minta untuk ngejelasin itu beneran foto USG atau bukan!" Ellisa menyarankan.


"Oke, sekarang juga aku akan ke rumah sakit". Ucap Jasmin buru-buru akan berangkat ke rumah sakit.


"Ya gak sekarang juga lah Jas, besok-besok kan bisa. Lagian apa loe gak janjian dulu sama dokternya. Main berangkat aja.! Gerutu Ellisa tak habis pikir dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Gak bisa Ell, sebelum aku tau apa arti foto ini, aku gak akan bisa tenang." Jasmin berkata sambil bersiap-siap keluar dari ruang perpustakaan. Ellisa hanya pasrah mengikuti Jasmin dari belakang. Setelah mengambil tas dan hp nya, Jasmin bersiap akan keluar menuju rumah sakit. Pada saat membuka pintu depan, Jasmin terkejut karena melihat sosok Bobby yang berdiri di hadapannya.


"Hai, sayang. Kamu tau aja kalo mas mau kesini. Tau-tau di bukain pintu aja". Sapa Bobby sambil tersenyum senang.


"Ma.. mas. Ha... hai juga mas. Udah dari tadi ya mas sampai?" Jawab Jasmin gugup. Ia beberapa kali melihat ke arah Ellisa agar mau membantunya memberikan alasan pada Bobby. Yang di lihat hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.


"Baru aja sampai sayang. Kamu mau pergi ya?" Selidik Bobby karena mendapati sang kekasih membawa tas selempangnya.


"Iy.. iya mas. Sebenarnya aku mau ke supermarket depan mau beli cemilan". Bohong Jasmin agar tak ketahuan.


"Oh,, kebetulan mas udah bawa nih, martabak manis kesukaan kamu. Kita makan di dalam ya. Mas udah beli banyak, jadi kamu gak usah beli cemilan lagi." Ucap Bobby mencegah Jasmin pergi membeli makanan yang tak sehat.


"Ya.. ya udah mas. Yuk masuk ke dalam. Yuk Ell." Jasmin pasrah mengikuti keinginan Bobby. Ia menunda pergi ke rumah sakit karena kedatangan sang kekasih. Besok-besok masih ada waktu pikirnya. Yang penting sekarang gak bikin Bobby curiga padanya.


"Kalian dari tadi ngapain aja di rumah dari pagi?" Tanya Bobby sambil sesekali menggigit martabak yang tadi di belinya.


"Kita tadi baca buku di perpustakaan. Dan karena bosen, jadi tadi kita mau ke supermarket buat beli cemilan." Jawab Ellisa menyahut, karena takut nanti jika Jasmin yang menjawab malah akan membocorkan masalah ini. Ia tahu, kalo sahabatnya itu tidak pandai dalam hal berbohong.


"Sejak kapan kamu jadi suka membaca sayang? Setahu mas, kamu paling males kalo soal membaca." Tanya Bobby pada Jasmin.

__ADS_1


"Ya ya tadi aku cuman nemenin Ellisa mas. Sekaligus aku mau cari referensi untuk kafe." Jawab Jasmin sekenanya. Bobby menanggapi dengan menganggukkan kepalanya. Mereka larut dalam basa-basi obrolan sampai waktu makan siang tiba.


__ADS_2