Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

"Ibu,, kenapa diam?"


Putra menegur Bu Rossa karena terlihat beliau sedang melamun.


"Ti..tidak Nak. Melati tidak mempunyai kembaran. Dia anak satu-satunya ibu".


Jawab Bu Rossa sedikit tergagap, entah apa yang di pikirkan Bu Rossa sampai melamun seperti itu.


"Memangnya kenapa sampai kamu bertanya seperti itu?"


"Ti.. tidak ada Bu".


Sekarang gantian Putra yang tergagap.


Ia belum mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi belakangan ini.


Sebelum ia memastikan sesuatu.


"Ya sudah kalau begitu, Ibu ke kamar dulu. Ibu sudah mengantuk".


Putra menganggukkan kepalanya, lalu Bu Rossa segera pergi meninggalkan Putra sendirian di ruang tamu menuju kamarnya.


Putra pun segera mematikan tivi nya, lalu melangkah menuju kamarnya juga karena ia juga merasakan kantuk dan lelah.


Sesampainya di kamar, Bu Rossa tidak segera tidur melainkan memikirkan ucapan menantunya itu.


Kenapa sampai Putra menanyakan hal seperti itu.


Lama Bu Rossa berfikir, namun beberapa saat kemudian, ia memelototkan matanya sambil membungkam mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya.


Mungkinkah??


********


Seperti janjinya, weekend ini Bobby menjemput sang kekasih di kediamannya untuk membeli cincin dan gaun guna mempersiapkan acara pertunangan mereka.


"Sudah siap?"


Bobby menghampiri sang kekasih dan mengecup puncak kepala Jasmin dengan sayang.


"Sebentar, aku ambil hp sama tas dulu Mas."


Jasmin segera ke lantai atas untuk mengambil tasnya.


Setelah mereka berdua siap, mereka lantas meninggalkan kafe dan bergegas masuk ke mobil untuk kemudian menuju ke tempat yang di maksud Bobby.


Tanpa mereka berdua sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.


Ya, orang itu adalah Putra yang diam-diam selalu mengawasi kafe, lebih tepatnya Jasmin.


Entah itu selepas pulang kerja atau pun sebelum berangkat kerja, ia selalu menyempatkan diri mampir ke kafe hanya untuk melihat Jasmin dari jauh.


Selama perjalanan menuju ke salah satu butik teman Bobby, tidak ada pembicaraan yang berarti diantara mereka berdua.


Hanya sesekali melempar canda dan tawa.


Tak terasa, 45 menit mereka mengendarai mobil, sampai juga ke butik yang dituju.


"El Boutique", begitulah nama yang terpampang di depan gedungnya.


"Wah, besar banget Mas butiknya, hampir sama punyanya Mama". Celetuk Jasmin.


"Iya sayang, makanya aku ajak kamu kesini. Kamu pasti suka".


"Kamu tau dari mana Mas, ada butik sebesar ini?"


"Kan aku udah bilang sayang, kalau yang punya butik ini temen aku semasa kuliah dulu".


"Masa sih Mas?"

__ADS_1


Jasmin masih belum percaya dan berdecak kagum.


Bobby lalu mengajak Jasmin masuk ke dalam butik.


Sampai di sana, mereka disapa oleh pelayan butik yang ramah.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya, ada yang bisa kami bantu?."


Tanya pelayan itu dengan mengangguk sopan sambil mempersilahkan mereka masuk.


"Iya mbak, saya sudah ada janji dengan owner. Bilang saja dari Bobby."


"Oh iya Tuan, saya panggil Ibu dulu, silahkan Tuan dan Nyonya tunggu sebentar. Atau Tuan dan Nyonya mau berkeliling dulu?"


"Tidak perlu mbak, kami menunggu saja".


"Baik Tuan.."


Pelayan itu kemudian berlalu dari hadapan mereka dan masuk kedalam untuk memanggilkan sang bos.


Jasmin menatap ke sekeliling butik, ada begitu banyak perhiasan dan gaun-gaun indah terpajang di sana.


Ia mengedarkan pandangannya sambil tersenyum, sampai sebuah suara menyapa mereka.


"Selamat datang di "El Boutique" Tuan dan Nyonya".


Jasmin menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut.


"Ellisa...!" Pekik Jasmin membuat sang empunya nama memelototkan matanya terkejut sekaligus kaget.


"Jasmin...!" Seru Ellisa sang pemilik butik tak kalah heboh.


Mereka berdua lalu berhambur saling memeluk erat sekali, tak menyangka akan dipertemukan disini.


"Kamu apa kabar? Lama banget kita gak ketemu sejak SMA".


Sampai-sampai mereka melupakan satu sosok yang melongo melihat kejadian tersebut.


"Ehhmm,,,!"


Sebuah deheman keras menguraikan pelukan mereka berdua.


"Ada yang bisa menjelaskan?"


Bobby mendelik sambil memicingkan matanya.


Jasmin dan Ellisa saling pandang sambil tersenyum.


"Mas, Ellisa ini temen deket aku waktu SMA yang lost kontak udah lama banget".


Jawab Jasmin menjelaskan.


"Jadi wanita ini yang sering kamu ceritain sama aku, yang sekarang mau tunangan sebentar lagi?"


Timpal Ellisa sambil melirik ke arah Bobby.


"Iya Ells. Niat hati ingin mengenalkannya ke kamu, ehh... tau-tau udah kenal aja."


"Syukurlah deh, kalau sahabat aku ini tunangan sama kamu. Tapi awas aja kalau kamu sampai nyakitin Jasmin, langkahi dulu aku". Tegas Ellisa memperingati Bobby sambil menggandeng tangan Jasmin erat.


Mereka bertiga akhirnya tergelak bersama.


"Lebih baik kalian pilih-pilih dulu. Ngobrolnya kita lanjutkan nanti saja. Ayo, aku akan tunjukkan koleksi terbaik kami."


Ellisa menunjukkan dengan semangat.


"Okeh... tapi jangan lupa kasih diskon ya. He he he..." Canda Jasmin.


"Tenang, apapun untuk sahabatku".

__ADS_1


Seloroh Ellisa.


Ya, mereka berteman saat SMA.


Susah dan senang telah mereka lewati bersama.


Tapi sayang, waktu itu mereka berpisah karena ayah Ellisa harus dipindah tugaskan ke luar negri.


Alhasil Ellisa dan ibunya juga harus mengikuti ayahnya pindah juga.


Awal-awal mereka berpisah, mereka masih bisa saling berhubungan, tetapi karena hp Jasmin hilang, jadi mereka kehilangan kontak satu sama lain.


Dan setelah sekian lama, mereka dipertemukan kembali di sini.


Jasmin sangat antusias memilah dan memilih gaun yang di rekomendasikan oleh sahabatnya itu.


Ellisa juga tampak senang melayani Jasmin.


Hampir dua jam lamanya mereka berkutat dengan gaun dan cincin.


Jasmin sudah menentukan pilihannya.


Cincin maupun gaunnya.


"Huh,, capek banget. Makasih ya El, udah mau temenin aku berkeliling ke butik mu dan mencoba-coba banyak gaun".


"Jangan sungkan Jasmin, kita kan sahabatan udah lama".


Sambil menunggu pesanannya di bungkus, Jasmin dan Ellisa duduk di sofa yang memang di sediakan untuk pengunjung butik.


"Sudah sayang?"


Seru Bobby yang baru masuk ke dalam butik, karena memang tadi Bobby sedang keluar untuk mengangkat sebuah panggilan telpon.


Lalu ia duduk di sebelah sang kekasih.


"Tinggal nunggu dibungkus aja Mas, mungkin sebentar lagi".


Bobby mengangguk.


"Ayo di minum dulu, kalian pasti haus".


Ellisa menyodorkan jus kepada Jasmin dan Bobby.


"Maaf jadi merepotkan Ells".


Bobby merasa tak enak.


"Tak perlu sungkan. Kalian kan sahabat aku. Jadi apapun yang kalian butuhkan, kalo aku bisa bantu pasti aku bantu kok. Termasuk nanti pas acara pernikahan kalian. Kalian boleh memilih gaun dan jas yang kalian suka."


Seru Ellisa semangat.


"Kayaknya untuk pernikahan aku, Mama ku deh yang udah siapin semuanya Ell."


Kata Jasmin kepada Ellisa.


"Iya Ells, kamu tau kan "Belle Boutique"?


Bobby menimpali ucapan sang kekasih.


Ellisa mengangguk.


"Itu butik miliknya mamanya Jasmin".


Bobby menjelaskan.


Ellisa terkejut sambil memelototkan matanya.


What???

__ADS_1


__ADS_2