Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Tragedi


__ADS_3

"Oek...oek... suara bayi yang baru lahir ke dunia dari pasangan suami istri yang telah lama menantikan hadirnya seorang bayi. Belum sempat mereka melihat bayi-bayi mungilnya, Mereka harus rela bayi mereka di bawa oleh suster untuk di bersihkan.


"Mas, anak kita di mana?" Tanya seorang perempuan yaitu ibu dari bayi-bayi tersebut.


"Sssttt,,, tenang dek. Mereka sedang di ruang bayi. Nanti kalo waktunya minum asi, pasti para suster akan membawanya kesini." Jawab si suami menenangkan istrinya yang terlihat sangat khawatir pada putri-putrinya. Ya, bayi yang baru lahir itu berjenis kelamin perempuan . Mereka kembar dan perempuan semua. Terlihat sang istri lebih tenang dan bernafas lega setelah mengetahui keadaan bayinya dari sang suami.


Malam hari ini, cuaca begitu berbeda. Begitu dingin dan mencekam walaupun banyak lalu lalang orang kerabat pasien atau dokter maupun suster yang berjaga.


"Mas, perasaan aku kok jadi tidak enak gini ya. Aku pengen melihat putri-putri kita mas. Tolong beritahu pada suster jaga kalo aku mau ketemu sama bayi-bayi ku." Si istri terus merengek meminta ingin bertemu dengan ke dua putrinya itu.


"Sebentar dek, mas tanya dulu sama suster." Si suami langsung gegas keluar dari ruang rawat dan menuju ke ruang bayi untuk bertanya bolehkah istrinya bertemu dengan bayi-bayinya.


Sesampainya di sana, tak ada satupun dokter atau suster yang berjaga di ruang perawatan bayi. Ingin masuk saja, tapi pintunya di kunci. Terpaksa si suami hanya bisa melihat dari arah jendela. Betapa terkejutnya si suami ini melihat hanya ada satu bayi anaknya. Kemana yang satunya lagi? Padahal di sini tidak ada seorangpun dan tidak sedang menyusu. Panik, si suami segera berteriak-teriak seperti orang kesetanan.


"Dokter,,, suster.... Bayi saya di mana? Bayi saya dimana?" Si suami berlari ke sana kemari mencari seseorang yang mungkin tahu di mana keberadaan sang bayi.


"Dokter, suster, dimana anak saya? Kenapa hanya ada satu saja di ruangan?" Tanya si suami panik ketika mendapati seorang dokter dan suster yang sedang berjalan di dekatnya.


"Tenang pak, ini rumah sakit. Jangan mengganggu pasien yang lain. Tolong ceritakan dulu apa yang terjadi pak?" Sang dokter menenangkan si suami agar tenang baru menyuruh untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Jadi begini dok, tadi saya mau lihat anak saya di ruang perawatan, tapi anak saya hanya satu yang berada di sana. Padahal anak saya itu kembar putri semua Dok". Terang si suami yang sudah berlinangan air mata.


"Iya pak, mungkin bayinya sedang menyusu dengan ibunya?" Tanya Dokter itu. Si suami menggeleng.


"Tidak dokter. Saya memang sengaja ke ruang perawatan karena istri saya merengek ingin bertemu dengan putri-putrinya." Jelas si suami pada sang dokter.


"Baiklah pak. Suster, tolong panggil security dan coba cek CCTV di ruang perawatan bayi." Perintah dokter itu kepada suster. Si suster mengangguk dan berlalu pergi melaksanakan perintah dokter.


"Mari pak, kita lihat lagi di ruang perawatan. Mungkin tadi ada suster yang membawanya untuk di susui." Ajak dokter pada si suami dan mereka berjalan tergesa menuju ke ruang perawatan bayi.


Sesampainya di ruang bayi, dokter yang tadinya menenangkan si suami ikut kaget setelah melihat sendiri bahwa bayi kembar tersebut hanya tinggal seorang diri. Jadi, kemana bayi yang satunya? Apakah di culik? Padahal penjagaan di sini sudah begitu ketat. Banyak satpam yang berjaga di depan maupun di belakang rumah sakit ini. Dokter itu terlihat berpikir dalam hati dan mencoba menenangkan lagi bapak dari bayi tersebut yang terus saja menangis.


"Bagaimana saya bisa tenang dokter, anak saya hilang. Kalau sampai anak saya tidak ketemu, saya akan tuntut rumah sakit ini!" Si suami berkata tegas sambil mengancam dokter itu. Dari arah depan, terlihat seorang suster tadi bersama beberapa orang satpam terlihat berlari menghampiri dokter dan sang bapak bayi itu. Mereka kemudian menjelaskan perkara CCTV yang ada di ruangan bayi.


"Maaf pak, dokter, rekaman CCTV yang kami lihat, tidak ada menunjukkan kejadian yang aneh. CCTV nya berjalan dengan normal." Ucap salah satu security.


"Saya tidak percaya itu. Saya mau lihat rekaman CCTV nya." Ucap si bapak bayi dengan tegas.


"Tapi pak,,,. Baiklah. Mari ikuti kami." Security itu terlihat akan menolak memberikan rekaman CCTV untuk di lihat, kemudian ia menatap sang dokter yang menganggukkan kepala, jadinya mereka memperbolehkannya. Mereka semua akhirnya berjalan menuju ruangan monitor CCTV rumah sakit. Setelah di cek memang ternyata tidak ada pergerakan mencurigakan waktu itu. Tapi kenapa bayi itu bisa di culik? Siapa gerangan yang berani menculik seorang bayi yang baru berumur satu hari itu.

__ADS_1


Si bapak bayi tidak kuasa menahan tangisnya. Ia luruh ke lantai, dan menangis sejadi-jadinya. Bagaimana nanti ia akan bicara dengan sang istri. Pasti ia akan sama terpukulnya dengan si suami. Dengan sisa kekuatannya, si suami kembali ke dalam ruang perawatan sang istri. Dan akan menceritakan kejadian buruk itu secara perlahan.


"Mas, bagaimana? Mana anak-anak kita? Kenapa mas kesini sendirian?" Baru saja sang suami masuk ke dalam, sudah diberondong pertanyaan oleh si istri.


"Dek, maafin mas dek, maafin mas." Ucap si suami dengan nada bergetar menahan tangisnya.


"Ada apa mas? Kenapa mas malah nangis? Dimana anak-anak kita mas?" Si istri bingung, pasalnya sang suami di tanya malah menangis sesenggukan.


"Dek, bayi kita yang satu hilang. Mas udah nyari kemana-mana tapi gak ada. Rekaman CCTV juga gak nemuin jejaknya. Maafin mas, dek." Ucap sang suami menjelaskan sambil menunduk memegang kedua tangan sang istri.


"Ap..apa mas? An.. Anak kita...."


"Dek, dek,, bangun dek. Ya Alloh, dokter suster tolong." Belum sempat menyelesaikan perkataannya, si istri sudah pingsan duluan. Dokter dan suster jaga yang mendengar teriakan dari salah satu kamar pasien segera saja berlari dan langsung memeriksa keadaan pasiennya.


"Bagaimana dok, keadaan istri saya". Tanya si suami pada dokter yang telah selesai memeriksa keadaan si istri.


"Istri anda hanya syok pak. Di tambah beliau habis melahirkan dan keadaannya belum pulih. Saya sudah memberinya obat penenang. Nanti setelah beliau siuman, tolong bapak jangan membicarakan masalah yang berat dahulu. Kalau begitu, kami permisi dulu pak."


"Baik dok. Terimakasih." Dokter itu mengangguk dan setelahnya segera pergi meninggalkan kamar pasiennya. Si suami hanya bisa menangis dalam diamnya sambil menggenggam erat tangan istrinya yang terkulai lemah di atas brangkar.

__ADS_1


__ADS_2