Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Menginap


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Jasmin akan menginap di rumah orang tuanya. Bobby membantu menyiapkan barang yang akan di bawa ke rumah. Setelah selesai, mereka kemudian segera pergi menuju ke rumah orang tuanya. Kafe tidak di tutup. Karena Jasmin mempercayakan kafe nya pada orang kepercayaannya.


"Sudah selesai mas. Ayo kita berangkat." Ajak Jasmin, Bobby hanya mengangguk dan segera pergi meninggalkan kafe. Hari ini Bobby memang sengaja mengambil cuti hanya untuk menemani sang kekasih pergi ke rumah orang tuanya.


Di rumah utama...


"Assalamu'alaykum..."


"Wa'alaykumsalam,, ayo masuk princess, nak Bobby." Jawab wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dari dalam rumah. Mereka pun lantas masuk ke dalam.


"Aku ke kamar dulu ma, mas, mau taruh tas dulu." Pamit Jasmin pada mamanya dan Bobby. Bobby mengangguk begitupun dengan Issabell.


"Apa kabar Tante?" Bobby memulai pembicaraan.


"Sehat nak Bobby. Jadi kapan kamu mau manggil tante dengan mama? Mulai sekarang, biasakan panggil om dan tante sama seperti Jasmin." Nasehat Issabell untuk Bobby agar segera memanggilnya dengan mama.


"Iya tante,, nanti kalo sudah waktunya, saya pasti akan panggil tante dengan mama dan om Darwin dengan papa." Ucap Bobby sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ngomong-ngomong, tante dan om lama di luar negeri?" Tanya Bobby kemudian.


"Enggak Bob, setelah selesai acaranya, mama dan papa akan segera pulang. Lagian, mama kan juga mau mempersiapkan acara pertunangan kalian." Bobby mengangguk.


"Kalian sudah pilih gaun dan jasnya? Dateng ke butik mama aja Bob, nanti biar mama yang akan pilihkan." Perintah Issabell pada Bobby.


"Sudah tante. Kebetulan temen saya juga punya sebuah butik. Jadi kemarin saya dan Jasmin sudah memilih di sana. Dan kebetulan juga, dia salah satu penggemar tante." Terang Bobby pada Issabell agar beliau tidak salah paham.


"Iya, gak pa-pa. Yang penting kalian bahagia. Itu udah cukup buat mama." Bobby mengangguk. Dan pada saat itu, Jasmin yang baru datang langsung ikut duduk di sebelah mamanya.


"Pada ngomongin apa sih ma, mas?" Tanya Jasmin penasaran.

__ADS_1


"Ini Princess, mama dan Bobby lagi bahas soal pertunangan kalian. Kata Bobby, kalian udah pilih gaunnya ya?"


"Iya ma, aku dan mas Bobby udah milih gaun di tempatnya sahabat aku ma. Mama masih ingat kan sama Ellisa? Sekarang dia udah punya butik besar loh". Cerita Jasmin pada mamanya menceritakan tentang Ellisa.


"Ellisa sahabat kamu waktu SMA itu ya?" Tanya Issabell.


"Iya ma, nanti dia bakal kesini juga. Aku suruh temenin nginep disini. Boleh kan ma?"


"Ya boleh dong princess. Papamu udah cerita ke mama kok". Setelah berbincang-bincang, akhirnya nyonya Issabell pamit ke atas dulu bersiap-siap untuk keberangkatannya ke luar negeri besok pagi. Tinggallah Jasmin dan Bobby di ruang keluarga.


"Mas, gimana undangannya udah di bagikan belum?" Tanya Jasmin soal undangan pertunangan mereka.


"Sudah sayang. Mas hanya mengundang keluarga dan kerabat saja seperti yang kamu minta."


"Terimakasih mas. Oh ya, boleh gak aku ngundang Fadhil, mas Putra sekalian sama ibunya mas?" Tanya Jasmin meminta ijin untuk mengundang Putra sekeluarga.


"Boleh sayang, terserah kamu. Tuh masih ada undangannya di dalam mobil mas. Nanti biar mas kasih undangannya kalo di kantor aja." Jawab Bobby tersenyum walau tidak sampai ke hati dan agar Jasmin tidak menemui Putra.


Malam harinya, Ellisa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga pada saat makan malam. Ia baru bisa datang karena memang tadi ada sedikit pekerjaan.


"Malam om, tante." Sapa Ellisa ramah.


"Malam..." Jawab semuanya. Issabell lalu menyuruh Ellisa untuk segera bergabung makan malam dengan mereka. Selesai makan malam, mereka berbincang-bincang sebentar di ruang keluarga.


"Apa kabar om dan tante?" Tanya Ellisa mengawali perbincangan.


"Alhamdulillah, om dan tante baik nak. Kamu kemana aja selama ini gak pernah lagi datang kesini setelah lulus SMA?" Tanya Issabell.


"Maaf tante, setelah lulus SMA kebetulan ayah saya di pindah tugaskan ke luar negeri, jadi saya dan ibu juga ikut ayah ke sana." Terang Ellisa.

__ADS_1


"Iya gak pa-pa. Yang penting kamu dan keluarga sehat semuanya ya." Ellisa mengangguk.


"Ya udah, kalian lanjutin ngobrolnya. Tante sama om masuk dulu. Besok harus berangkat pagi." Pamit Issabell pada Ellisa dan Jasmin.


"Iya tante, om." Jasmin hanya mengangguk. Tinggallah mereka berdua di ruang keluarga.


"Gila,, gak ada yang berubah sama tante Issabell, dari dulu tetep cantik. Dan juga rumah ini gak ada yang berubah, masih sama seperti dulu. Hanya perabotannya aja yang di ganti." Celetuk Issabell sambil mengamati sekeliling rumah Jasmin.


"Iya Ell, karena mama dan papa gak mau ada yang di rubah. Biar jadi kenang-kenangan nanti kalo udah tua katanya." Terang Jasmin. Ellisa hanya mengangguk.


"Yuk kita ke kamar sekarang. Kita lanjutin di kamar aja ngobrolnya." Ajak Jasmin. Mereka lalu naik ke lantai atas dimana kamar Jasmin berada. Di dalam kamar, mereka langsung merebahkan diri di kasur dan mulai membicarakan langkah apa yang nanti akan di lakukan untuk mendapatkan petunjuk.


"Loe mau nginep berapa hari Jas?". Tanya Ellisa.


"Kayaknya aku nginep sampai hari acara pertunangan aku deh Ell. Aku gak mau bolak-balik ke kafe dan ke sini. Lagian aku juga mau mempersiapkan acaranya juga. Walaupun mama udah sewa WO, tapi kan aku juga harus tau konsepnya nanti." Jawab Jasmin.


"Iya, mending gitu Jas. Kalo om Darwin dan Tante Issa berapa hari di luar negeri?" Tanya Ellisa balik.


"Gak tau Ell,, tapi katanya kalo acara udah selesai, mereka langsung pulang. Kamu tau sendiri acara pertunangan aku kan sebentar lagi. Mama ingin menyiapkan semuanya dengan sempurna katanya.". Kata Jasmin. Ellisa hanya manggut-manggut.


"Ya udah, besok setelah om dan tante berangkat, kita langsung memulai eksekusinya. Dari pada di tunda-tunda, ya kan?".


"Iya, bener juga. Ya udah, mending sekarang kita tidur dulu. Besok adalah hari yang sangat melelahkan pastinya."


Ellisa mengangguk. Mereka kemudian membaringkan tubuhnya dan segera tidur untuk menyambut hari esok yang menegangkan.


Keesokan paginya....


"Papa sama mama berangkat dulu ya Princess. Hati-hati di rumah. Papa sama mama gak lama kok"! Setelah sarapan bersama, Tuan Darwin dan Nyonya Issabell memutuskan untuk segera berangkat ke bandara agar tidak terlambat.

__ADS_1


"Iya pa. Papa sama mama juga hati-hati di sana. Setelah sampai sana, jangan lupa hubungi Jasmin ya".


"Iya Princess pasti". Jasmin menyalami kedua orang tuanya dan memeluk mereka secara bergantian.


__ADS_2