Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu

Ku Temukan Dirinya Dalam Dirimu
Bertemu Orang Yang Tak Di Undang


__ADS_3

Ketika Jasmin dan Ellisa lagi asyik mengobrol sambil menunggu jemputan, tiba-tiba dari arah belakang Jasmin di kejutkan dengan seseorang yang memanggil nama nya. Sontak saja seketika Jasmin dan Ellisa langsung menolehkan wajahnya ke arah belakang. Betapa terkejutnya Jasmin di saat mengetahui siapa yang telah memanggilnya tersebut.


"Hai,, keponakan Om yang paling cantik" Sapa orang yang menyebutkan dirinya om itu.


"Bagaimana kabarmu setelah sekian lama tidak berjumpa?" Ucap orang tersebut lagi sambil menyeringai.


"O... om Firman?? Seru Jasmin terkejut dengan mata yang membola. Pasalnya, terakhir kali melihatnya adalah ketika ia masih kecil dan pada saat itu om nya sedang di bawa polisi.


...****************...


Di dalam perjalanan pulang, sepanjang di dalam mobil, Jasmin termenung dan melamun. Tidak seperti biasanya yang selalu menceritakan kegiatan hari ini pada sesosok yang tadi datang menjemput. Yaitu tunangannya, Bobby. Bobby di buat heran sendiri, ada apa dengan tunangannya tersebut. Pasalnya, sewaktu menjemput Jasmin sampai di dalam mobil bahkan di dalam perjalanan, tunangannya itu diam seribu bahasa. Apa ada masalah dengan sahabatnya, Ellisa? Atau Bobby telah berbuat salah padanya? Sungguh, Bobby tak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Biarlah, mungkin tunangannya itu masih belum ingin di ganggu. Nanti kalau sudah waktunya, pasti dia bercerita. Pikir Bobby. Atau aku tanyakan saja pada Ellisa. Ya,, tanyakan saja pada Ellisa. Pasti dia tau penyebab tunangannya itu jadi termenung dan melamun.


Sesampainya di pelataran kafe, Bobby memarkirkan mobilnya. Ia menoleh ke arah Jasmin yang masih diam sambil melamun. Bobby menghela nafasnya pelan, di guncang kan nya perlahan lengan kekasihnya itu agar tak terkejut.


"Sayang, kita sudah sampai." Jasmin sedikit berjingkat, percuma saja Bobby mengguncang bahunya pelan, tapi nyatanya Jasmin masih saja terlihat kaget. Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan, Sayang. Pikir Bobby dalam hati. Ia mulai curiga dengan kemunculan tiba-tiba Om Firman yang tadi sempat menemui Jasmin. Padahal, ia tahu kalau Firman setelah keluar dari penjara, tak lagi menampakkan batang hidungnya di depan keluarga Mozeela. Tapi kenapa sekarang ia terlihat berani menemui kekasihnya secara terang-terangan seperti tadi. Apakah mungkin ada yang sedang direncanakan Firman. Ia harus segera bertindak.


"Ah,, iya Mas." Jasmin segera membuka seatbelt nya dan segera keluar dari mobil. Tak lama, Bobby pun ikut keluar dan masuk ke dalam kafe bersama-sama dengan Jasmin.


Di dalam kamar.....


"Ada yang ingin kamu ceritakan, hmm?" Tanya Bobby lembut, yang langsung membuat Jasmin menolehkan kepalanya pada Bobby dengan tatapan sendu. Bobby menghampiri Jasmin yang duduk di sofa, dan ia langsung duduk di sebelah kekasihnya itu.

__ADS_1


"Tadi aku ketemu Om Firman Mas. Bukan, maksudnya Om Firman menghampiri aku pas tadi di restoran." Jasmin memulai ceritanya.


"Apa?? Om Firman?" Bobby mengernyitkan dahinya dan pura-pura kaget. Padahal tadi ia tahu pas mau menjemput Jasmin di restoran. Ia sengaja bersembunyi agar tak di ketahui Firman, dan hanya ingin tahu apa yang akan di lakukan Firman terhadap kekasihnya. Ternyata, Firman tidak berbuat apa-apa dan hanya menemui sang kekasih.


"Ngapain Om Firman bertemu kamu Sayang?" Tanya Bobby lagi. Terdengar helaan nafas dari Jasmin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Flashback di restoran Mall...


"Hai,, keponakan Om yang paling cantik" Sapa orang yang menyebutkan dirinya om itu.


"Bagaimana kabarmu setelah sekian lama tidak berjumpa?" Ucap orang tersebut lagi sambil menyeringai.


"O... om Firman?? Seru Jasmin terkejut dengan mata yang membola.


"Siapa Jas? Orangnya menakutkan gitu? Apa kamu kenal? Kita balik aja yuk!" Bujuk Ellisa pada Jasmin sambil melirik ke arah orang yang berbicara pada Jasmin yang mengaku Om nya itu. Tapi yang di ajak bicara diam saja tak mempedulikan bujukan Ellisa. Jasmin masih terus fokus tatapannya kepada orang yang saat ini ada di hadapannya.


"Apakah kamu bahagia? Walaupun bahagia di atas penderitaan orang lain?" Firman lagi-lagi mengucapkan kata-kata yang menusuk hati Jasmin.


"Apa maksud Om!" Sejak tadi hanya diam mendengarkan, lama-lama Jasmin tak sabar begitu mendengar Firman berkata seperti itu.


"Hahahaha.... " Tawa Firman pecah, tak peduli banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.


"Apa kamu tak bisa melihat? Kamu bahagia di atas penderitaan Om yang di penjara. Kamu dan keluargamu menikmati hidup di atas penderitaan Om dan saudaramu yang lain." Sinis Firman seraya tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Sa... saudara yang lain? Siapa yang Om maksud?" Geram Jasmin sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Ellisa yang berada di sampingnya pun mencoba meredakan emosi yang sedang menguasai diri Jasmin dengan mengelus bahu Jasmin.


"Heh,, ingat Jasmin, kamu dan keluargamu tidak akan aku biarkan bahagia. Camkan ini! Apalagi si kutu Bobby itu, dia bukan siapa-siapa di keluarga Mozela, tapi Papa kamu memberikan hampir seluruh perusahaan kepadanya. Padahal yang jelas keluarga itu adalah aku. Dia hanyalah anak pungut. Tapi tak apa-apa, masih ada kesempatan untuk merebutnya. Hahaha... Sampai jumpa lagi keponakan Om yang cantik." Firman lalu pergi meninggalkan Jasmin dengan segudang pertanyaan yang ada di benak Jasmin.


"Jas, loe gak pa-pa?" Tanya Ellisa yang melihat sahabatnya itu melihat ke arah perginya Firman dengan pandangan kosong. Tak mendapatkan jawaban dari Jasmin, Ellisa lantas menepuk pelan bahu sahabatnya itu yang seketika Jasmin menolehkan pandangannya ke arah Ellisa. Ellisa tersenyum dan kembali bertanya.


"Loe okey?" Jasmin mengangguk.


"Aku gak pa-pa El, makasih ya." Ellisa mengangguk.


"Eh, tuh Bobby udah jemput". Jasmin menolehkan pandangan ke arah yang di tunjuk Ellisa. Bobby melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang kekasih dan sahabatnya.


"Sudah selesai makannya?" Tanyanya pada Jasmin dan Ellisa, mereka berdua menganggukkan kepala kompak.


"Ya sudah, karena Jasmin udah di jemput, gue cabut duluan ya Jas, Bob. Soalnya gue mau ketemu sama klien." Ucap Ellisa sekaligus pamit pada kedua sahabatnya itu.


"Eh,, loe gak bareng kita aja Ells?" Tawar Bobby.


"Gak deh, nanti yang ada gue cuma di jadiin obat nyamuk keles. Ya udah, gue cabut dulu ya." Ellisa memeluk Jasmin sebentar lalu berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Hati-hati Ell." Seru Jasmin sambil melambaikan tangannya.


Flasback off.

__ADS_1


Bobby mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya menahan emosi. Jasmin sudah bersandar di dadaa bidang kekasihnya itu. Menumpahkan segala perasaan yang bercokol di dada, sejak kepulangannya dari restoran.


__ADS_2