Kupeluk kau dalam doaku

Kupeluk kau dalam doaku
Eps.25


__ADS_3

Bab. 25


Sesaat gadis itu memperhatikan punggung I'am yg berusaha menjauh dari pandangannya. Tatapannya tak lepas terpaku dari balik kaca depan mobil, terus memandangi langkahan kaki I'am.


Meskipun baru bertemu, seakan kehadiran I'am sudah memberi bekas dalam hatinya. Sehingga gadis itu tidak bisa membiarkan I'am pergi meninggalkannya begitu saja.


Segera dia menyalakan mobilnya dan melajukannya pelan, mengikuti I'am dari belakang.


"Dia pasti pria yang baik, pikirannya masih sangat polos. Tapi sepertinya dia sangat keras, kalau di perhatikan dari cara bicaranya. He-he-he. Tapi dia lucu sih." ucap gadis itu pelan, sembari tersenyum senang, tak berhenti mengikuti I'am.


Sementara I'am sedari tadi sudah sangat mengantuk dan sangat lelah. Tak sanggup lagi rasanya dia menahan. Tanpa perduli di sekitarnya, segera dia membaringkan tubuhnya setelah menemukan kursi panjang di pinggiran jalanan, dan langsung dia tertidur pulas.


"Kenapa dia tidur di pinggir jalan? apa dia anak jalanan? Hem, aku tidak perduli dengan keadaannya. Setidaknya aku senang bisa melihatnya." ucap gadis itu berada dalam mobil, sesaat memperhatikan I'am sedang tertidur.


Gadis itu tak tega melihat I'am hanya tertidur berselimut angin malam yg berusaha memberikan rasa dingin pada tubuhnya. Perlahan dia turun dari mobilnya dan menghampiri I'am. Lalu dia berusaha menyelimuti I'am dengan jaketnya.


"Aku suka sekali melihat wajahnya, dia sangat tampan." ucap gadis itu sesaat memperhatikan wajah I'am sambil mengusap rambut I'am yang berusaha menutupi dahinya.


Sentuhan gadis itu membuat I'am terbangun dari tidurnya.


"Ah, apa yang sedang kamu lakukan? kenapa masih ada di sini? pulanglah sana." ucap I'am bangkit setelah sadar dari tidurnya.


"Aku tidak mau pulang."


"Kalau begitu pergilah ke tempat lain. Jangan mengganggu istirahatku."


"Aku ingin mengenalmu. Tapi sepertinya kamu tidak suka ya, berteman denganku."


"Bukannya tidak mau, tapi ini sudah sangat larut. waktunya untuk istirahat. bukan mengobrol."


"Aku tidak perduli. Siapa nama kamu?"


"Nama aku Ilham. Panggil saja aku I'am." ucap I'am jutek.


"Nama aku Pransiska. Tapi kamu bisa memanggilku Ika."

__ADS_1


"Baiklah, namamu sangat bagus. Sekarang pergilah." ucap I'am segera ingin merebahkan tubuhnya kembali pada kursi.


"Kenapa sedari tadi kamu selalu saja menyuruh aku pergi. Padahal saat ini aku sedang butuh seorang teman, untuk membebaskan aku dari kesedihanku. Aku pikir, kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi temanku. Biarkan aku di sini, ya. jika tidak, mungkin aku akan frustasi kalau berada sendiri." ucap Ika melas.


"Hem ..." sesaat I'am menghela nafasnya. "Baiklah, sekarang kalau ingin cerita, ceritalah."


"Aku sudah berusaha melupakan kesedihanku, sekarang aku cuma mau mengobrol ringan saja denganmu, sekedar untuk menghilangkan rasa stresku."


"Kalau begitu, besok sajalah mengobrolnya. Mataku ini sudah tidak tahan untuk melotot terus." ucap I'am sambil menggaruk rambut belakangnya, sangat gelisah menahan rasa mengantuknya.


"Di dekat sini ada cafe 24 jam. Bagaimana kalau kita mengobrol sambil minum teh di sana. Mungkin rasa mengantuk kamu bisa hilang." ucap Ika kepalanya sedikit miring melemparkan tatapannya pada wajah I'am sambil tersenyum.


"Baiklah, tapi kamu yang membayarnya, ya. Aku tidak punya uang. Sekalian nanti kamu belikan aku makanan, ya. Karena aku juga lapar." ucap I'am santai.


"Oke, nanti kamu pesan saja makanan sepuasmu. Aku pasti akan membayarnya."


"Yasudah, ayo kita pergi." ucap I'am segera bangkit dan berjalan memasuki mobil Ika


"Dia sama sekali tidak ada segan-segannya jadi orang. Mungkin seperti itu cara dia untuk mendapatkan kesenangan dalam hidupnya." ucap Ika, sesaat tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat I'am berjalan menghampiri mobilnya.


Setelah mereka sudah berada dalam mobil, Ika segera menginjak pedal gas mobilnya melaju menuju cafe 24 jam. Sedangkan I'am hanya duduk manis di sampingnya sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.


"Kita sudah sampai, ayo turun." ucap Ika sambil membuka pintu mobilnya.


Sesaat tidak ada jawaban, Ika melemparkan pandangannya pada I'am. Wajahnya langsung terlihat heran.


"Hem ... Dia sudah tertidur. Dasar." ucap Ika tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. merasa lucu melihat tingkah I'am.


"Yasudah kalau begitu, aku akan minum sendiri saja." sambungnya segera turun dari mobil dan berjalan memasuki cafe 24 jam.


Ika membuang bokongnya pada salah satu kursi yang ada di dalam cafe 24 jam itu, memesan segelas teh dan beberapa makanan untuk menemaninya sekedar untuk menghabiskan waktu nya beberapa menit.


Sambil menikmati teh yang di pesannya, Ika tak berhenti membayangkan sikap I'am yang lugu itu. Sehingga memancing bibirnya tersenyum tipis.


'Baru kali ini aku bertemu pria sepertinya. Sangat jelas, dia beda dari pria lainnya. Sepertinya dia tidak begitu perduli dengan wanita. Padahal dia sangat tampan. Mungkin mudah saja baginya untuk mendapatkan wanita. Tapi dia sama sekali tidak memanfaatkan ketampanannya itu.' lirihnya dalam hati pandangannya kosong sambil meneguk teh.

__ADS_1


'Tidak seperti pria berengsek itu. Pantang mendapatkan kesempatan, langsung menghianatiku.' sambungnya dalam hati sekejap merasa kesal mengingat ulah pacarnya yang sudah menghancurkan hatinya.


Setelah lumayan lama Ika menikmati teh dalam cafe 24 jam, matanya mulai mengantuk Karena malam pun sudah semakin larut. Segera dia membayar pesanannya dan kembali menuju mobilnya.


Melihat I'am tertidur sangat pulas, tak mau dia mengganggunya. Akhirnya dia pun ikut tertidur di dalam mobil.


***


Pagi.


kicauan burung yang bernyanyi di pagi hari menyambut Matari untuk menyinari dunia. Seiring dengan senar mentari May manatap harinya dengan penuh semangat.


Pagi ini May sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus sambil mengantar kunci tokonya pada Dania. Kehadiran I'am semalam membuat bibir May kembali tersenyum menghadapi dunianya hari ini.


"Hai Dan. Sudah lama kamu menunggu?" ucap May setelah sampai di tokonya.


"Tidak, aku juga baru sampai."


"yasudah, ini kuncinya. aku pergi ke kampus dulu, ya." Sambung May sambil memberikan kunci tokonya pada Dania.


"Iya, baiklah. Hati-hati, ya." ucap Dania sembari melemparkan senyuman.


"Oya, jika I'am datang, suruh dia menungguku, ya." ucap May segera melangkahkan kakinya berjalan menuju kampus.


"Iya, tenang saja. Aku pasti akan merantainya di dalam toko. Agar dia tidak pergi kemana-mana. " ucap Dania sesaat memperhatikan May sedang berjalan.


Setelah berjalan beberapa menit, May sampai di kampus dan membuang bokongnya pada kursi di perkarangan kampus yang biasa dia duduki sekedar membuang sedikit lelahnya dan menunggu David.


Sesekali May memperhatikan tempat parkiran kampus.


"Kemana David? kenapa dia belum datang juga sudah jam segini."


"Hah ... Yasudah, lebih baik aku masuk duluan." ucap May berlalu bangkit dan berjalan memasuki kelasnya.


***

__ADS_1


"Hmmm." I'am terbangun dari tidurnya.


"Kamu sudah bangun. bagaimana? apa tidurmu nyenyak?" tanya Ika, yang sudah bangun terlebih dahulu. Sedari tadi hanya duduk manis sambil menikmati pemandangan indah dari wajah I'am.


__ADS_2