
Sesaat I'am melemparkan senyuman tipis menanggapi perkataan May. Hatinya seperti ingin melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati May. Namun keadaannya saat ini membuat dia tak berdaya.
Hah ... akhirnya berakhir juga pertunjukannya." ucap Dania sambil memegang dadanya merasa lega.
"Pertunjukan, pertunjukan. Kamu pikir kami sedang bersandiwara." ucap May pada Dania sedikit jutek. Sambil meraih sesuatu di dalam tasnya.
"Hey." panggil May pada I'am. "ini kartu SIM kamu, sudah aku temukan."
"Wah ..." mata I'am membulat sempurna merasa senang sambil berjalan menghampiri May.
"Kalau begitu sekarang pinjam ponselmu, aku ingin segera menghubungi ibuku." Sambung I'am
"Tunggu sebentar." ucap May meraih ponselnya dalam sakunya.
"ini." May memberikan ponselnya pada I'am.
"Cepat kamu bongkar, dan selipkan kartu ku sebentar."
Sesaat May menyunggingkan Sebelah bibirnya. "Huh ... Dasar, menyuruh saja tahunya." ucap May menggerutu sambil membongkar ponselnya.
"Ini sudah." sambung May Sambil memberikan ponselnya.
cepat I'am mengambil ponselnya dan segera mencari angka milik ibunya, dan segera menghubunginya.
Tak lama I'am menghubungi, panggilannya pun tersambung.
"Halo Ma." ucap I'am lewat ponsel.
Rasa Kawatir dan gelisah membuat Mamanya masih terbaring di atas kasur. Karena Papanya kebetulan ada di dalam kamar dan melihat ponsel istrinya berdering di atas nakas. Berlalu Papanya yang menyambungkan panggilannya.
"Di mana kamu sekarang?" tanya Papanya dingin.
"Papa." lirih I'am sedikit kaget. "I'am ada di kota pinggiran Sebelah timur, Pa."
"Dasar anak tidak berguna. Sejauh itu kamu pergi. Mamamu sekarang sedang terbaring karena ulahmu. cepat pulang, dan rubah lah sikapmu!" bentak Papa kesal.
"Maaf kan I'am, Pa. Apa yang sudah terjadi dengan Mama.?" tanya I'am melas.
Nada suara papa yang keras menyadarkan Mamanya terbangun.
"Papa sedang bicara dengan siapa?" tanya Mama pada Papa."
"Ini, Mamamu ingin bicara." ucap Papa pada I'am, segera memberikan ponselnya pada Mama.
"Ma, apa yang terjadi, apa Mama sakit?" tanya I'am pada Mama.
"I'am." Mendengar suara I'am sekejap rasa sakit Mama langsung sembuh. Mama sangat senang bisa mendengar suara anak satu-satunya. Rasa kerinduan yang selama ini membuat Mama terbaring, kini sudah mencair membuka matanya kembali terang meratap dunia.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kamu? kenapa tidak pulang-pulang. Mama sudah sangat Kawatir, nak." ucap Mama riang namun juga gelisah.
"I'am baik-baik saja, Ma. I'am pasti pulang. Jadi Mama jangan Kawatir lagi."
"Bagaimana Mama tidak akan Kawatir. Sudah lama kamu pergi tanpa kabar."
"Maaf Ma. Mulai sekarang I'am pasti akan selalu mengabari Mama terus. Sudah ya Ma, I'am tutup dulu teleponnya."
"Sebentar I'am, Mama masih rindu sama kamu, nak."
"Mama tidak perlu merindukan I'am. I'am sangat senang di sini Ma. Jadi Mama harus senang juga di sana."
"Yasudah kalau begitu. Jaga diri kamu baik-baik di sana, ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi Mama."
"Iya, Ma." ucap I'am, mengakhiri pembicaraan.
"Bagaimana? orang tuamu baik-baik saja kan?" tanya May pada I'am.
"Iya, mereka baik-baik saja. Hanya saja Mamaku terlalu Kawatir padaku. Tapi sepertinya, sekarang dia sudah tenang."
"ya, baguslah. Tapi seharusnya, tadi kamu meminta uang. kirim saja ke rekening aku. Untuk menggantikan pintu tokoku."
"Hah, kamu ini. Masih itu saja yang kamu pikirkan."
Tiba-tiba I'am mendapatkan sebuah ide setelah mendengar ucapan May.
"Hey, kamu sudah tidak waras, ya. Tersenyum sendri. Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya May pada I'am.
"Tidak ada. Sudahlah, cepat lepaskan kartu SIMku."
"Awas ya. Kalau kamu ingin membuat masalah lagi. Aku tidak akan mengampunimu." ucap May ketus sambil membongkar ponselnya.
"Ini kartu SIMmu." sambung May.
Setelah I'am mengambil kartu SIMnya. I'am berjalan menghampiri Dania yang sedang merapikan bunga-bunga.
Hey, Dan. Hari ini kamu pergi kampus tidak?" tanya I'am pada Dania.
"Iya, aku pergi. Kenapa?"
"Aku ikut ya."
"Untuk apa?"
Aku bosan di toko terus. Aku ingin melihat-malihat saja. Aku butuh suasana baru." ucap I'am beralasan.
"Jangan kamu biarkan dia ikut, Dan." senggol May ikut bicara.
__ADS_1
"Kenapa memangnya?" ucap I'am ketus.
"Pokoknya, jangan sampai kamu membiarkan dia ikut, Dan. Dia pasti akan membuat masalah di sana."
"Kenapa kamu selalu berprasangka buruk padaku. Aku tidak akan macam-macam. Kamu tenang saja."
"Awas saja, ya. Kalau kamu membuat masalah di sana."
"Hah, Sudahlah. Tidak usah mendengarkannya. Ayo kita pergi, Dan." ucap I'am sambil berjalan menuju keluar toko.
"Hey, tunggu. Sekarang belum waktunya aku pergi ke kampus." ucap Dania.
"Kau itu ya. Kalau ingin bertingkah sesuka hati, lakukanlah sendiri. Jangan membuat orang lain menjadi sepertimu." sambung May ketus.
"Hah." ucap I'am tak menghiraukan perkataan May. sambil berjalan ke arah Dania dan menariknya pergi.
"Hey, tunggu. Aku belum bersiap-siap." ucap Dania sambil berjalan seiring langkahan I'am yang menarik tangannya.
"sudah Ikut saja, sebenarnya aku punya urusan sebentar denganmu." ucap I'am berbisik sambil menarik Dania keluar toko.
"Huuhf, Dasar. selalu saja seperti itu." ucap May menggrutu, Sesaat memperhatikan I'am dan Dania berjalan keluar.
"Memangnya ada urusan apa?" tanya Dania sambil berjalan pelan di samping I'am.
"Kamu tau tidak, siapa pemilik toko itu?"
"Tahu, memangnya kamu mau melakukan apa? jangan membuat masalah, ya."
"Hah, kamu itu sama saja dengan si kaki pendek itu. Selalu saja mencurigakan aku. Aku ingin membeli tokonya. Aku ingin memberi kejutan untuk May. Kamu mau kan membantu aku?"
"Oh, jadi kamu ingin membeli tokonya untuk May?"
"Iya. Sekarang antarkan aku pada pemilik toko itu."
"Ya, baiklah. Tapi apa kau punya uang?"
Kamu pikir aku bercanda. Ini, cepat selipkan kartu SIMku di ponselmu. Aku akan meminta uang pada ibuku. Kamu punya rekening kan. Agar ibuku bisa mengirimkannya."
"iya aku punya." ucap Dania, sesaat menghentikan langkahnya berusaha menyelipkan kartu I'am di ponselnya.
Dania memberikan ponselnya pada I'am setelah menyelipkan kartu SIMnya.
"Kau ingat kan no rekeningnya." ucap I'am sambil menghubungi ibunya.
"Tidak, Tapi ada di dalam tas aku bukunya."
" Hah, bagaimana sih. Yasudah, cepatlah ambil."
__ADS_1
"iya iya, sebentar aku ambil dulu." ucap Dania cepat segera kembali ke toko untuk mengambil tasnya.