
I'am sedikit tersentak ketika baru membuka matanya, tiba-tiba mendengar suara Ika di sampingnya.
"Kenapa kamu masih ada disini?" tanya I'am heran. tak sadar kalau semalam dia tertidur di mobil Ika.
"Karena kamu tidur di mobilku. Masa iya aku harus meninggalkan mobilku."
"Oh, Jadi semalam aku tidur di mobilmu, ya? aku tidak ingat, karena semalam aku sangat mengantuk."
"Yasudah, Sekarang kamu basuh wajahmu dulu. Lalu kita sarapan sebentar. Kamu mau kan?"
"Tentu saja aku mau. Kebetulan aku sudah sangat lapar. Ayo cepat turun." ucap I'am segera keluar dari mobil dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam cafe 24 jam.
Setelah I'am membasuh wajahnya, sekedar merapikan penampilannya. Dia kembali menghampiri Ika yang sudah menunggunya di salah satu meja cafe.
"Kamu belum memesannya?" tanya I'am sambil membuang bokongnya pada kursi di hadapan Ika.
"Belum, aku masih menunggumu."
"Yasudah, kalau begitu cepatlah pesan sekarang. Aku sudah sangat ingin makan."
"Iya baiklah. Mas ...!" panggil Ika pada pelayan cafe.
"Mau pesan apa?" tanya Pelayan itu sambil memberi katalog menunya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Ika pada I'am sambil Melihat katalog menu.
"Aku pesan yang ini saja." jawab I'am sambil menunjuk ke salah satu nama makanan yg tertera di katalog.
"Yasudah, pesan yang ini saja ya, Mas." ucap Ika pada Pelayan itu.
"Baiklah." ucap Pelayan itu segera mengambil pesanannya.
"Oya, semalam kamu kenapa tidur di pinggir jalanan. Apa kamu tidak punya tempat tinggal?" tanya Ika pada I'am.
"Aku tidak tinggal di kota ini. Aku tersesat di sini. Tapi sementara ini aku tinggal di toko bunga yang ada di jalan sana."
"Memangnya kamu tinggal di kota mana?"
" Aku Tinggal di kota sebelah Utara."
"Jauh ya. Lalu sementara ini kamu kerja apa di sini?"
"Aku belum punya pekerjaan. Aku bingung harus kerja apa di sini. Karena aku belum pernah bekerja sebelumnya."
__ADS_1
"kalau begitu, bagaimana jika kamu bekerja dengan aku, mau tidak?"
"Kerja apa?"
"Hem, kamu bisa menjadi supir pribadiku. Kamu bisa menyetir mobil, kan? aku punya beberapa usaha di sini. Setiap hari aku mengecek usahaku. Terkadang aku lelah kalau harus membawa mobil sendiri. bagaimana, mau tidak?"
Sesaat I'am memutarkan bola matanya untuk memikirkan tawaran dari Ika.
"Hem, terima kasih sebelumnya. Tapi aku minta maaf. Sepertinya aku tidak bisa." tolak I'am lembut sambil melemparkan senyuman tipis.
"Kenapa?"
"Karena aku harus membantu seseorang berjualan bunga di tokonya. Selama ini aku selalu merepotkannya dan selalu membuatnya marah. Tapi sekarang, aku ingin selalu membuatnya tersenyum. Aku akan melakukan apa saja yang aku bisa untuknya." ucap I'am sambil tersenyum.
"Apa dia seorang wanita, Seumuran denganmu, atau sudah paruh baya?" tanya Ika penasaran.
"Dia seumur dengan aku, dan dia seorang wanita. Kakinya sangat pendek. He-he-he.Tapi dia sangat galak. Awalnya aku ingin cepat Kembali ke kota aku. Tapi setelah beberapa hari tinggal bersamanya, aku mulai terbiasa dengan sikapnya, dan aku tidak mau meninggalkannya."
Mendengar ucapan I'am, Ika sedikit kecewa.
"Apa kamu menyukainya?"ucap Ika pelan.
"Tentu saja, aku sangat menyukainya. Tapi sepertinya dia sangat membenciku. Tapi aku tidak perduli. Aku akan terus mengikutinya." ucap I'am sangat terbuka.
'Aku pikir dia tidak begitu perduli dengan wanita. Ternyata aku salah menduganya.' gumam Ika sendu dalam hatinya. "Hah." sesaat Ika menghela nafasnya berat. 'Yasudahlah, Setidaknya aku bisa berteman dengannya, dan itu pun sudah cukup buat aku terhibur." sambung Ika dalam hatinya.
Tak lama mereka mengobrol, salah satu Pelayan datang membawa pesanan mereka.
"Silahkan menikmati." ucap Pelayan itu sambil menghidangkan beberapa makanan di atas meja mereka, dan segera pergi.
"Wah ... Sepertinya makanannya sangat enak." ucap I'am ketika melihat makanan di hadapannya. "Ayo cepat makan, karena aku harus kembali ke toko." sambung I'am sudah tak sabar ingin menyantap makanannya.
Ika hanya tersenyum tipis dibalik kesedihannya. melihat sikap I'am yg lucu ketika melihat makanan. Saat ini ika merasa senang bertemu dengan I'am, namun Ika juga merasa sedih mendengarkan ucapan I'am.
***
Kelas May sudah mulai masuk jam belajar.
"Kemana David, kenapa dia belum datang juga? apa karena luka di wajahnya belum terlalu sembuh?" ucap May sesekali melihat jam yang melingkari tangannya.
"Yasudah, nanti aku coba hubungi saja dia. Biar aku tau keadaannya." sambung May sambil bersiap fokus untuk belajar.
***
__ADS_1
Setelah siap makan. I'am segera ingin kembali ke toko bunga May. Setelah beberapa menit Ika melajukan mobilnya , Ika menghentikan mobilnya tepat di depan toko bunga May.
"Terimakasih, ya. Kamu sudah mengantarkan aku. Jika ingin nencariku., kamu datang saja ke toko ini." ucap I'am berlalu turun dari mobil.
"Iya, pasti aku akan mencari kamu lagi. Karena saat ini aku sedang butuh teman, dan aku senang berteman denganmu. Karena kamu sangat menghibur. Kalau begitu, aku pulang dulu, ya." ucap Ika segera melajukan mobilnya.
"Baiklah, sampai jumpa lagi, ya." ucap I'am sesaat memperhatikan mobil Ika melaju.
Dania yang berada dalam toko merasa penasaran melihat I'am turun dari mobil tepat di depan toko. Tak ingin terlalu lama penasaran, cepat dia bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri I'am sedang berdiri di luar.
"Hey, dari mana saja kamu?" tanya Dania sambil menepuk lembut punggung I'am.
"Aku habis liburan, memegangnya kenapa?" ucap I'am datar.
"Aku bertanya serius. Kamu itu sudah menyakiti hati May. Lalu pergi begitu saja. Kamu itu pria, tidak boleh bersikap begitu pada wanita."
"argh ... kau ini berisik sekali! Lama-lama kau itu sama saja seperti May, menyebalkan!" ucap I'am ketus berlalu berjalan masuk ke dalam toko.
"Huhff ... Dasar, dia itu benar-benar keras kepala, ya." ucap Dania menggrutu sejenak sambil memperhatikan I'am sedang berjalan.
"May bilang, kamu harus menunggu dia di sini. Jadi kamu jgn kemana-mana, ya." sambung Dania berdiri setelah menghampiri I'am yang sedang merebahkan tubuhnya pada kursi panjang.
"Masa iya, dia bilang begitu? apa dia masih sangat marah padaku?" tanya I'am bangkit dan membuang bokongnya pada kursi panjang.
"Iya, dia sangat marah padamu. jika nanti dia sudah kembali, kamu pasti akan di habisinya." Dania berusaha menakuti I'am.
"Yang benar kamu, kalau begitu aku harus cepat pergi dari sini." ucap I'am sedikit panik, segera ingin pergi.
Lalu Dania cepat menahan tubuh I'am yang ingin berdiri.
"He,he. Kamu tidak boleh pergi. May tidak marah padamu. Aku hanya membohongi kamu saja."
Ah, aku tidak percaya padamu." ucap I'am berusaha melepaskan tangan Dania dari tubuhnya.
melihat I'am yang segera ingin pergi lagi. Dania sedikit panik, dan cepat Dania berlali keluar toko dan mengunci daun pintu tokonya.
"Hey, apa yang kamu lakukan. Cepat buka pintunya! teriak I'am. dari dalam toko.
"Aku tidak akan membukanya sampai May datang."
"Argh, dasar kau, ya. Kau pikir aku hewan peliharaan, di kurung disini! cepat buka pintunya, sebelum aku hancurkan!" teriak I'am sangat kesal.
Sementara Dania, sesaat tak menghiraukan ucapan I'am yang sudah geram. Cepat dia meraih ponselnya dari saku dan mencari nomor milik May dan segera menghubunginya.
__ADS_1
"Hey, jangan pura" tidak mendengar, cepat buka pintunya!!" teriak I'am sambil menepuk daun pintu.