Langit Jingga Mengubah Takdir

Langit Jingga Mengubah Takdir
Bab 25. Setuju Menikah Dengan Langit


__ADS_3

Langit duduk di kelilingi oleh para wanita. Mereka menatapnya tajam dan mengintimidasi. Wajah mereka merah menahan amarah.


"Kenapa kamu perkosa Jingga? Parahnya lagi, kamu bahkan tidak ingat kalau kamu sudah menodai dia! Jingga sampai hamil anak kamu!" Senja benar-benar emosi, dia meluapkan semua kekecewaannya dan pada Langit.


"Maaf, Mah. Langit mengaku salah. Ini karena minuman itu yang membuat Langit mabuk."


"Kenapa kamu sampai minum-minum, sudah Mamah bilang jangan menyentuh minuman haram itu lagi. Lihat! Apa akibatnya? Kamu memperkosa Jingga!" Senja terus memarahi Langit.


"Untunglah wanita itu bukan wanita sembarang yang jablay juga matre. Mereka pasti dengan senang hati minta kamu menikahinya. Mamah senang karena Jingga yang mengandung anak kamu, tetapi bukan seperti ini caranya." Senja mengatakannya dengan sendu. Jujur di satu sisi dia senang tapi di sisi lain dia sedih.


"Kak, bisa-bisanya lo lupa udah melakukan itu sama Jingga. Kalau gue yang jadi Jingga, gue gak mau ketemu lo lagi. Gue bakal besarin anak gue sendiri."


"Bintang, jaga bicara kamu! Bagaimanapun Langit adalah Kakakmu." Senja menegur Bintang.


"Maaf, Mah, Kak." Bintang sadar kesalahannya.


"Langit, lebuh baik untuk saat ini. Kamu tidak menekan Jingga untuk menikah dulu. Semakin kamu menekannya Jingga akan semakin ragu padamu. Dia pasti menganggap kamu hanya ingin menebus rasa bersalahmu." Mentari memberi nasehat pada Langit.


"Betul Langit, kamu jangan meminta dia menikahimu. Biar Mamah yang tekan dia, kamu cukup buktikan kalau kau mencintainya. Luangkan waktu yang banyak untuk bersama Jingga, jangan pernah lagi berduaan dengan wanita mana pun. Luluhkan hatinya." Senja sependapat dengan Mentari.


"Terus bagaimana dengan kehamilan Jingga, perutnya akan semakin besar. Aku ingin ketika anakku lahir, status kami sudah sah sebagai suami istri. Sehingga dia tidak akan dicap sebagai anak haram."


"Makanya Kak, kamu harus gerak cepat meluluhkan hati Jingga. Masa seorang Langit yang terkenal pujaan wanita tidak bisa menaklukan seorang wanita, kan lucu."


"Lihat saja nanti akan ku buktikan, Jingga pasti akan luluh dan jatuh cinta padaku." Langit merasa tertantang. Bintang telah menjatuhkan harga dirinya.


"Bukan Jingga yang jatuh cinta, tapi Kakak yang semakin jatuh cinta pada Jingga." Bintang tersenyum meremehkan.


"Mamah akan bicara pada Jingga. Kalian jangan ada yang masuk! pesan Senja.


"Oh ... iya lupa. Nanti kalau ada Papah, kamu ceritakan apa yang terjadi, Mentari." Senja kembali berbalik dan berpesan pada Mentari


"Iya, Mah," ucap Mentari.


Senja berlalu ke kamar Jingga. Dia mengetuk pintu dan terdengar suara Jingga yang menyuruhnya masuk. Senja lalu membuka pintu dan masuk.


"Sayang, boleh Mamah bicara."


"Bicara aja Mah,"


"Sayang, Mamah minta maaf atas kelakuan Langit. Andai Mamah tahu dari dulu, pasti Mamah akan masukkan dia ke penjara. Semua orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya termasuk Langit anak Mamah. Jika kamu minta supaya Langit di penjara sekarang, Mamah pasti akan serahkan dia ke kantor polisi, bagaimana?"

__ADS_1


"Tidak usah Mah, Jingga tidak mau Langit di penjara. Hati Jingga sudah ikhlas. Mungkin ini takdir Jingga. Satu yang Jingga mau, yaitu pergi dari sini ke tempat di mana tidak ada Langit dan semua kenangan buruk tentangnya."


"Maaf, sayang kalau itu Mamah tidak izinkan. Justru Mamah ingin kalian dekat dan menikah demi anak yang berada dalam kandunganmu. Dia butuh status yang jelas agar tidak di cap sebagai anak haram di masyarakat, Jingga. Bayangkan masa depannya, jika dia lahir di saat kau belum menikah. Pikirkan anakmu Jingga, setidaknya biarkan Langit memberikan status itu. Jika kau tidak ingin hidup dengannya setelah menikah, kau bisa hidup secara terpisah ketika anakmu sudah lahir."


"Mah, Jingga tidak bisa, karena aku tidak mencintainya."


"Cinta akan datang karena terbiasa Jingga. Jangan khawatir karena Langit mencintaimu."


"Aku juga mencintainya, tetapi aku harus pergi untuk keselamatan kalian semua." batin Jingga


"Dia tidak mencintaiku, tapi merasa bersalah padaku"


"Tidak Jingga, Langit benar-benar mencintaimu. Mamah bisa melihat dari matanya, mau ya kamu menikah dengannya demi anakmu Jingga. Demi cucuku."


"Akan aku pikirkan Mah, beri aku waktu."


"Baiklah, Mamah beri waktu sampai besok. Pikirkan baik-baik, Mamah tinggal dulu ya. Papah mungkin sudah pulang."


"Iya Mah."


Jingga sadar apa yang di katakan mamahnya Langit adalah benar. Status anaknya sangat penting. Langit pun ingin menikahinya. Jika dia menolak bagaimana nasib anaknya, lalu jika dia menerima bagaimana nasib Langit dan keluarganya, mereka semua terancam.


Jingga bingung harus pilih yang mana? Semua memiliki resikonya. Apakah dia harus jujur. Bintang! Dia ingat Bintang juga ada di sana waktu itu. Apakah bintang juga termasuk agen.


"Kak Bintang," panggil Jingga.


"Eh iya Jingga, ada apa?" tanya Bintang.


"Aku mau bicara masalah serius. Keputusanku tergantung pendapat Kakak."


"Kok begitu? Aku jadi takut!" Bintang takut pendapatnya akan membuat semua kacau.


"Bisa kita bicara di kamar Kak?"


"Ok!" Bintang dan Jingga pergi ke kamar Jingga.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Bintang.


"Apa Kakak tahu apa yang terjadi waktu itu?"


"Iya," jawab Bintang.

__ADS_1


"Kakak berarti sudah paham apa yang aku lakukan?"


"Ya, dan dengan kau bertanya ini padaku. Berarti kau juga tahu siapa aku?"


"Iya, Aku tahu. Kau sama denganku."


"Lalu apa yang ingin kami tanyakan?" tanya Bintang.


"Aku tidak mungkin menikah dengan Langit karena itu akan membuat dia dan kalian semua terancam."


"Tidak Jingga, kau tidak usah takut. Ada aku dan bodyguard yang akan mejaga keluarga ini."


"Mereka tidak akan melepaskan kita Kak, Aku tahu Kevin karena dia adalah Kakak tiriku."


"Apa? Kevin Kakak tirimu?" tanya Bintang terkejut.


"Iya, syukurlah dia tidak mengenaliku, karena dulu aku kucel dan gendut, tidak seperti sekarang."


"Lalu apa keputusanmu?"


"Aku ingin memberi status pada anakku, tetapi aku memikirkan keselamatan kalian. Aku harus bagaimana?"


"Aku ada ide, bagaimana kalau kau dan Langit menikah secara sembunyi-sembunyi?" maksudku begini, aku punya villa yang tidak seorangpun tahu, sekarang mereka akan tahu, sudahlah demi kamu aku rela. Kalian menikah di sana, dan tinggallah di sana sampai situasi di sini aman. Kita akan buat seolah-olah kau pergi ke luar negeri. Bagaimana kau setuju?"


"Ku rasa itu yang terbaik untuk saat ini. Baiklah aku setuju."


"Bagus, aku akan bilang sama Mamah dan Papah juga Kak Langit."


"Kak Bintang, maaf bisakah panggilkan Kak Langit?"


"Oke, aku sekalian keluar ya."


"Iya kak, terima kasih," ucap Jingga, Bintang keluar dan memanggil Langit.


"Kak Langit, Jingga ingin bicara denganmu. Kau jangan terkejut ya." Bintang langsung pergi setelah mengatakannya.


"Terkejut apa? Apa Jingga menolakku atau bersedia menikah denganku? Lebih baik aku segera menemuinya," gumam Langit. Dia pun pergi ke kamar Jingga.


...----------------...


Satu lagi rekomendasi dari teman author yang keren. Jangan lupa mampir dan masukin favorit ya.

__ADS_1



__ADS_2