Langit Jingga Mengubah Takdir

Langit Jingga Mengubah Takdir
Bab 31. Pergi Bulan Madu


__ADS_3

Langit pulang ketika matahari terbenam. Dia membawa pesanan dari Bintang dan Jingga. Ketika Langit pulang dia masih melihat mobil yang terparkir tak jauh dari rumahnya.


"Lang, kamu langsung mandi dan turun buat makan, ya!" ucap Senja.


"Iya Mah, Papah udah pulang, Mah?" tanya Langit.


"Sudah, lagi mandi," jawab Senja.


"Ya, udah aku langsung ke kamar Mah." Langit pun berlalu ke kamar. Senja kembali ke belakang untuk menyiapkan makan malam.


Di kamar Langit melihat Jingga yang sudah tampil berpakaian rapih dan terlihat cantik. Jingga lalu mendekat dan mencium tangan Langit. Rasanya aneh sekali bagi Langit, karena dia tidak pernah di cium tangannya.


"Maaf Kak, aku tidak tahu kalau Kakak pulang. Aku baru selesai mandi."


"Kakak juga mau mandi dulu. Kita keluar kamarnya bersama. Tunggu aku!" Langit mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Jingga melangkah menuju wardrobe dan mengambil satu set pakaian untuk Langit, lengkap dengan pakaian dalam. Dia menunggu Langit selesai mandi sambil duduk di sofa. Jingga menyalakan ponselnya yang sengaja dia matikan.


Jingga tahu ketika ponselnya menyala tim nya dapat melacak keberadaannya. Dia sengaja menyalakannya agar tim nya tahu bahwa dia baik-baik saja. Dia juga melihat ada pesan dari Roy dan Richard. Jingga membalas pesan itu. Lalu dia kembali mematikan ponselnya.


...Langit sudah selesai membersihkan diri. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan memililitkan handuk di pinggang. Jingga mulai membiasakan diri melihat Langit yang seperti ini. Langit memakai pakaian yang disiapkan Jingga di hadapan Jingga....


Pertama dia memakai pakaian dalamnya tanpa melepas handuknya. Wajah Jingga menjadi merona, itu berarti Langit tidak memakai apa pun di balik handuk itu.


Setelah itu Langit memakai atasan kaos dan membuka handuknya. Jingga reflek menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Langit hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya yang masih malu-malu. Langit memakai celananya. Andai tidak akan makan malam, Langit pasti akan menggoda Jingga.

__ADS_1


"Ayo, sayang kita keluar kamu ngapain tutup muka?"


"Kamu udah pakai bajunya?" tanya Jingga.


"Udah," jawab Langit. Jingga menurunkan tangannya dan melihatbke aeah Langit yang sudah berpakaian lengkap.


"Ayo." Jingga bangkit dari duduknya dan mengajak Langit keluar. Mereka keluar bersama dan langsung menuju ke ruang makan.


"Aduh pengantin baru, roamantis banget. Di rumah aja gandengan!" sindir Bintang.


"Iri aja!" sahut langit.


Langit lalu duduk si samping Angkasa, Jingga duduk di samping Langit. Jingga mengambilkan makanan untuk Langit. Semua mulai makan.


"Ada banyak pekerjaan yang gak bisa di tunda. Jadi aku selesaikan sekalian semua dan merubah beberapa jadwal," jawab langit.


"Kapan kamu berangkat?" tanya Angkasa.


"Besok pagi,"Jawab Langit lagi.


"Ingat ya Lang, kamu harus jaga Jingga dengan baik, apa lagi dia sedang hamil anakmu. kalau dia manja dan minta sesuatu, kamu harus turututi. Namanya juga orang hamil suka mau yang aneh-aneh." Pesan Senja.


"Iya, Mah."


"Jingga kamu harus sering telepon Mamah ya, kalau Langit nakal kamu bilang saja sama Mamah." Kini giliran Jingga yang mendapat wejangan dari Senja.

__ADS_1


"Iya, Mah," jawab Jingga.


"Kamu tidak usah khawatir masalah kantor. Papah akan bantu awasi."


"Terima kasih Pah."


"Nikmati saja bulan madumu. Jaga mata kamu jangan jelatatan lagi. Jangan kasih kesempatan sama perempuan dan lelaki lain yang akan merusak rumah tangga kamu. Saling percaya juga pengertian tapi juga harus bisa menjaga kepercayaan." Kini Angkasa yang memberi wejangan kepada keduanya.


"Iya, Pah," ucap Langit dan Jingga. Mereka kembali makan, kadang sambil tertawa karena celetukan Bulan yang lucu.


...***...


Pagi menyapa, Semua orang sedang sibuk. Langit dan Jingga sudah bersiap akan berangkat bulan madu. Bintang sudah mengemas semuanya dan memasukkannya ke dalam mobil.


Langit dan Jingga berpamitan pada semuanya. Tidak ada yang mengantar mereka keluar. Sebab Bintang melarangnya. Jingga pun berdandan ala Bintang. Mobil yang ditumpangi Langit dan Jingga akhirnya pergi.


Tak jauh dari sana terlihat sebuah mobil mengawasi rumah Angkasa. Mereka melihat sebuah mobil keluar tapi tidak tahu kalau di dalamnya ada orang yang mereka cari. Sehingga mereka tidak mengikuti mobil Langit.


...----------------...


Rekomendasi cerita yang mantap jiwa dari Ingflora. Mampir ya dan jangan lupa like dan komen. Makasih.



"

__ADS_1


__ADS_2