
"Jingga, Tuan ...."
"Pang-gil aku A-yah." Suara Hartono terbata.
"Iya Ayah bertahanlah, sebentar lagi ambulance datang."
"A-yah kenapa Ayah menolongku?"
"Maafkan A-yah Jing-ga, kau can-tik seper-ti Ibu-mu."
"Jingga sudah memaafkan Ayah. Bertahanlah!"
"Berba-hagia-lah, Ayah sa-yang ka-mu."
Jingga mengangguk sambil menangis, dia tidak sanggup berkata-kata. Jingga duduk di lantai seraya memangku kepala Ayahnya. Bayangan itu berkelebat di pikirannya, Ketika adik Kevin menembak untuk kedua kalinya. Hartono berlari memeluk Jingga dan menjadi tamengnya. Peluru itu mengenai punggung Hartono.
Dia pun jatuh dalam pelukan Jingga. Tak dirasakannya perih di bahu walaupun darah terus mengucur, Jingga kemudian menjatuhkan dirinya dan memangku kepala ayahnya. Terdengar suara sirine ambulance. Keadaan sudah terkendali, musuh dapat di lumpuhkan.
Masuklah, petugas kesehatan. Mereka langsung menangani korban luka tembak. Hartono lebih dulu di bawa ke ambulance lalu Jingga yang ingin satu mobil dengan Ayahnya.
Langit menyusul Jingga dengan mobil lain. Masalah Kevin dan adiknya ada yang lain yang akan mengurusnya. Bagi Langit Jinggalah dan anaknya yang terpenting.
Hartono tidak sadarkan diri. Selama perjalanan Jingga terus menggenggam tangan ayahnya. Walaupun ayahnya jahat padanya, tidak bisa di pungkiri Jingga merindukannya. Rindu panggilan lembutnya, kasih sayangnya dan hangat pelukannya.
Ada satu pertanyaan yang amat sangat Jingga ingin tanyakan pada ayahnya yaitu, kenapa ayah membencinya? Apa salahnya? Dia juga ingin memberi tahu kalau dia sedang hamil dan ayahnya akan menjadi kakek.
Ambulance melaju dengan kencang. Satu polisi menaiki motor, mengawal ambulance agar lancar lajunya.
Ambulance sudah sampai di depan Rumah sakit. Dokter dan perawat sudah bersiap menyambut kedatangan mereka. Lalu Mereka membawa pasien ke ruang operasi.
Sementara Jingga di tangani di IGD.
__ADS_1
Langit mendampingi Jingga.
"Kak Langit! Kenapa aku ditinggal?" Datang Bintang sambil bertolak pinggang. Dia protes pada Langit.
"Maaf, aku terlalu fokus pada Jingga, lagian kamu kan bisa nyusul sendiri."
"Ish, Kak Jingga sekarang bagaimana?"
"Untunglah pelurunya tidak dalam jadi tidak perlu di operasi."
"Syukurlah, Lalu kandungan Kakak bagaimana? Apakah dia baik-baik saja?"
"Alhamdulillah dia baik-baik saja."
"Tentu saja, dia anakku. Dia adalah anak yang kuat."
"Alhamdulillah," lanjut Jingga.
"Dia masih di operasi," Jawab Jingga sendu.
"Aku turut prihatin. Semoga Ayah Kak Jingga selamat."
"Amin, terima kasih Bintang."
Kruk ...
Terdengar suara perut yang Jingga. Bintang terkekeh. "Kaka mau apa? Aku beliin makanan di kantin."
"Aku mau gado-gado kalau tidak merepotkan."
"Oh, tentu tidak. Aku akan pergi dengan senang hati." Bintang lalu pergi ke kantin.
__ADS_1
...***...
Bintang, Langit dan Jingga sedang berada di depan ruang operasi. Mereka sudah makan bersama.
"Jingga sayang! Bagaiamana keadaan kamu? Mamah tahu dari Bintang."
"Jingga Alhamdulillah baik-baik saja, Mah."
"Duh, sayang. Jantung Mamah rasanya mau copot begitu mendengar kamu diculik dan tertembak."
"Iya Mah, Jingga sudah pasrah kalau memang waktu Jingga sudah tiba, tapi ternyata Allah masih memberi umur panjang. Papah tiba-tiba menolong Jingga."
"Oh, iya Papah kamu semoga selamat, operasinya berhasil."
"Amin, terima kasih doanya Mah."
"Jingga kamu pulang saja, kasian baby dia butuh istirahat. Biar Papah dan Langit yang berjaga di sini. Nanti akan kami kabari."
"Tidak Pah, aku di sini saja. Aku.tidak ingin meninggalkan Papah."
Lampu di atas pintu operasi mati, menandakan operasi telah selesai. Pintu terbuka keluarlah dokter yang menangani pasien. Langit dan Jingga menghampiri Dokter.
Dokter mengatakan sesuatu yang membuat Jingga langsung terjatuh lunglai. Langit memeluk Jingga yang terisak. Dia memang sempat marah pada ayahnya karena selalu menyiksanya tapi sungguh, sakit rasanya begitu tahu sang ayah telah pergi meninggalkannya.
Masih terpendam cinta untuk sang ayah. Jingga di izinkan untuk melihat jasadnya setelah di mandikan nanti oleh tim rumah sakit.
Sementara itu, ibu tiri Jingga juga sedang berduka karena kematian putra sulungnya, juga putri bungsunya yang kini sedang kritis. Dia tidak tahu kalau suaminya pun telah meninggal.
...----------------...
Hai author ada rekomendasi lagi cerita keren dari teman author ... jangan lupa masukin favorit dan di like juga ya. Terima kasih. Oh ya author juga mau ngingetin kalau besok ada penayangan perdana Cinta Albiru di genflix di sadur dari novel Noda merah pernikahan Karya mama reni. Di tonton ya jangan ketinggalan. Yang mainnya ada Kiki Farel memerankan Albiru. Ingat besok jam 7 malam.
__ADS_1