
Dua minggu sudah Langit dan Jingga berada di tempat ini. Langit harus kembali bekerja, tapi Jingga belum bisa kembali karena Rafael masih mencarinya. Apa lagi saat ini Rafael di tangkap karena kasus pencurian dan pemalsuan Berlian termahal di dunia, tetapi Langit tidak mengetahuinya.
Dia hanya tahu belum aman untuk Jingga pulang. Sehingga dia akan pulang lebih dulu, Langit menitipkan Jingga pada bibi. Dia juga menempatkan beberapa bodyguard yang menyamar menjadi tukang kebun dan satpam.
Semua bermula saat Angela dan Bintang hampir saja menggagalkan rencanya. Karena itu Kevin menembak Bintang, karena dia melihat Kevin mengangkat Berlian itu. Bintang pikir Kevin akan mencurinya. Padahal Kevin ingin meletakkan berlian ke tempatnya.
Jadi saat Kevin dan Rafael pergi bersama anak buahnya. Mereka pikir Rafael gagal, karena berlian itu masih ada di tempatnya. Mereka tidak tahu kalau berlian itu palsu, sedangkan yang asli sudah di bawa Kevin.
Namun, lambat laun sekitar satu minggu yang lalu berlian itu diketahui palsu. Saat ada seorang milyuner raja minyak dari Arab akan membeli berlian itu. Dunia menjadi heboh dan polisi langsung mengusut kasus itu.
Bintang mencurigai sesuatu, lalu dia melaporkan pada ketua tim. Walaupun dia masih cuti dan belum aktif, ketua tim percaya pada Bintang. Karena intuisi Bintang selama ini selalu tepat.
Ketua tim menyelidiki Rafael dan mengikutinya. Akhirnya mereka mendapat kabar dari informan rahasia bahwa akan ada transaksi jual beli berlian seharga ratusan milliar. Mereka bersama polisi membuat rencana penyergapan menangkap basah Rafael.
Tepat ketika transaksi itu berlangsung, polisi menangkapnya, tetapi Kevin berhasil lolos. Dia melarikan diri ke suatu tempat rahasia sementara Rafael dan pembeli itu di bawa ke kantor polisi.
Polisi membutuhkan saksi lain selain Bintang yaitu Jingga yang saat itu juga menjadi korban tembak Kevin. Kevin dan anak buahnya mencari Jingga yang mereka tahu sebagai Angela.
Mereka akan mencegah Angela bersaksi agar tidak memberatkan hukuman, dan mematahkan kesaksian Bintang.
__ADS_1
Bintang yakin dia dan keluarganya diawasi, segala gerak-gerik mereka diamati. Oleh sebab itu dia tidak bisa mengirim pesan pada Langit untuk tidak pulang dan tinggal saja dengan Jingga. Dia hanya berharap Langit tidak segera pulang.
"Sayang, aku pergi dulu. Kalau saja aku tidak ada proyek penting, aku lebih memilih tetap di sini menghabiskan waktu bersamamu." Langit memelum Jingga.
"Iya, aku mengerti. Pergilah tapi secepatnya pulang ke sini." Jingga membelai lembut tangan Langit yang memeluk pinggangnya.
"Iya sayang. Aku pergi dulu, dah. Assalamu'alaikum." Langit pamit kemudian mengecup kening Jingga.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan," jawab Jingga lalu mencium tangan suaminya.
Langit berangkat pulang diantar supir. Dia berangkat pagi-pagi. Jingga menatap kepergian Langit hingga mobil itu menghilang dari pandangannya.
Tak lama pintu kamarnya di ketuk oleh bibi, Jingga membuka pintu kamarnya. "Ada apa Bi?"
"Anu Nyonya, apa Nyonya mau ubi atau singkong bakar?"
"Hm, boleh deh. Aku mau makannya di bale-bale belakang ya Bi, tapi Bibi temenin saya."
"Iya Nya." Bibi segera pergi untuk membakar ubi dan singking bakar. Dia sengaja menawarkan kepada majikannya karena melihat sang majikan yang tidak bersemangat dan sendu.
__ADS_1
Jingga mengunci kamarnya dan mengikuti Bibi, dia akan melihat Bibi membakar ubi dan singkongnya.
Setelah ubi dan singkong matang, mereka berkumpul duduk di atas bale-bale. Dia juga memisahkan beberapa untuk satpam di depan. Langit memberi ultimatum untuk satpam agar tidak meninggalkan posnya.
Jingga merasa sedikit terhibur dan melupakan kesepiannya. Mereka banyak mengobrol dan bercanda. Tidak terasa ubi dan singkongnya sudah habis. Namun, Jingga tiba-tiba ingin makan kembang tahu. Sepertinya enak diminum ketika cuaca dingin seperti ini.
Masalahnya di sana tidak ada yang menjual kembang tahu, dan villa ini jauh dari kota. Akhirnya bibi berinisiatif membuat sendiri kebetulan dia bisa membuatnya.
Kalau yang menjual kacang kedelai dia tahu tempatnya dan tidak jauh dari villa ini ada petani kacang kedelai. Semoga dia ada stok kacang yang siap jual. Bibi lalu pergi ke petani itu.
Jingga baru tahu ternyata proses pembuatan kembang tahu tidaklah mudah.Setelah lama menunggu akhirnya siang hari dia bisa menikmati kembang tahu yang menghangatkan badan. Jingga sangat berterima kasih pada bibi karena telah bekerja keras memenuhi ngidamnya.
Ingin dia menelepon Langit dan memberitahukan apa yang terjadi. Namun, sayang dia tidak bisa berteleponan dengan Langit karena takut ada yang menyadap dan meretas ponsel Langit.
----------------
Rekomendasi cerita keren dari Anisyah S. Yuk baca novelnya dan masukin favorit.
__ADS_1