Langit Jingga Mengubah Takdir

Langit Jingga Mengubah Takdir
Bab 30


__ADS_3

Langit akan ke kantor untuk membereskan beberapa hal mengenai pekerjaannya. Dia sudah menelepon sekretarisnya. Saat Langit keluar dia melihat ada mobil silver terparkir tak jauh dari rumahnya.


Langit berhenti sejenak dan mengamati mobil itu, kaca jendelanya sangat gelap dia tidak dapat melihat ke dalam mobil itu.


Namun, mobil itu tidak bergerak sama sekali, tidak juga ada yang keluar atau masuk. Langit menelepon orang kepercayaannya untuk mengawasi mobil itu dan mencari tahu siapa mereka?


Setelah itu Langit pun pergi. Dia melihat ke spion kirinya, mobil itu masih di sana. Langit kembali memperhatikan jalan dan melajukan mobinya.


...***...


"Langit kok belum datang, ya? Ini kan sudah sore." tanya Senja pada Jingga.


"Masih sibuk mungkin Mah, dia mau membereskan pekerjaannya sebelum bulan madu," jawab Jingga.


"Cie ... bulan madu." Senja justru menggoda Jingga.


"Eh tapi Jingga, kita ini cocok ya pasangannya juga pas. Angkasa-Senja, Langit-Jingga, maknanya sama kan, ya?"


"Iya, Mah. Bisa begitu ya Mah?"


"Jodoh adalah misteri. Nanti buat Mentari suaminya pas kalau namanya Surya, jadi Surya- Mentari." Senja terkekeh geli.


"Kalau Bintang?" tanya Jingga.


"Bintang suaminya, siapa ya? Oh iya Kerlip, jadi Kerlip Bintang."

__ADS_1


"Kelilipan aja sekalian! Mana ada nama Kerlip jelek banget." Bintang datang membawa kue.


Suara gelak tawa terdengar, Senja dan Jingga tertawa dengan lepas. "Mamah 'kan lagi mencocokkan nama jodoh kamu," ujar Mamah masih tersenyum geli.


"Jodoh mah rahasia Allah, Mamah ini aneh." Bintang memberikan kue pada Jingga yang diterima Jingga dan dimakannya.


"Kak Jingga, ingat ya nanti harus banyak istirahat sesuai pesan Dokter-Dokter tadi. Kalau terasa sakit di bekas luka diminum aja obatnya. Semoga Kak Jingga dan dede bayi selalu sehat."


"Kamu ini, kaya Jingga bakal lama aja perginya. Paling juga cuma dua minggu, Langit kan harus kerja." Senja memang belum tahu mengenai rencana mereka. Bintang akan menjelaskannya nanti setelah Jingga pergi.


"Iya Mamah, maksud aku selama Kak Jingga bulan madu."


"Tante Jingga, Bulan boleh ikut gak?" Datang Bintang yang terlihat habis mandi. Di susul Mentari yang membawa sisir.


"Bulan, kamu itu kebiasaan belum di sisir udah kabur, sini sisir dulu!" Mentari menarik tangan Bulan pelan dan duduk di sofa. Dia menyisir rambut Bulan.


"Yah, gak apa-pa deh, tapi janji ya lain kali kita libur bareng, Tante. Jangan lupa oleh-olehnya buat Bulan yang banyak."


"Iya sayang." Jingga tersenyum sambil membelai rambut Bulan.


...***...


"Roy, di mana Jingga?" Apa kau sudah tahu?" tanya Richard pada Roy. Richard sedang berada di Indonesia, dia datang untuk melihat keadaan Jingga, tapi saat dia akan menjenguk. Jingga memghilang. Sekarang mereka berada di ruangan Roy di markas.


"Entahlah, aku curiga dia ada di rumah Langit."

__ADS_1


"Apa kau tahu siapa itu Langit?"


"Jingga pernah bilang kalau Langit adalah penyebab dia pergi dari Indonesia."


"Kalau begitu berarti dia pelakunya."


"Pelaku apa?"


"Pelaku yang memperkosa Jingga."


"Lalu bagaimana sekarang? Jika dia berada di rumah Langit, apa yang akan terjadi?" tanya Roy


"Aku hanya tahu kalau keluarga Langit mengenal Jingga tapi aku tidak menyangka kalau dia lah pelakunya,"lanjut Roy.


"Sepertinya keluarganya baik, Jingga sementara aman di sana. Kevin dan Rafael tidak akan menyangka Jingga ada di sana," ucap Richard.


"Mereka sudah curiga, karena mereka mengawasi rumah Langit." Roy mendapat kabar itu dari teman agennya.


"Tetap awasi mereka, jika mereka melakukan pergerakan kita harus siap mengantisipasi." Richard memberi perintah.


"Baik," sahut Roy.


...----------------...


Satu lagi cerita yang rekomended banget buat kamu. Masukin favorit dan like ya... terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2