Langit Jingga Mengubah Takdir

Langit Jingga Mengubah Takdir
Bab 38.


__ADS_3

Mata indah itu terbuka, dia kemudian melihat langit-langit yang terlihat berbeda dari kamarnya. Jingga kemudian menengok ke kanan lalu ke kiri. Benar, ini bukan kamarnya. Kamar ini terlihat kosong, hanya ada tempat tidur yang sekarang di tidurinya.


Jingga merasa gatal di hidungnya, saat dia akan menggaruknya tangannya sulit diangkat. Jingga lalu melihat ke arah tangannya, dia terkejut, tangannya terikat di pinggir tempat tidur. Jingga lalu melihat ke tangannya yang lain, keadaannya sama dalam posisi terikat.


Jingga sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat kakinya. Kakinya pun terikat juga. Jingga bertanya-tanya dalam hati siapa yang melakukan ini? Dia sekarang berada di mana? Bagaimana keadaan Bibi dan yang lainnya? Jingga dilanda kecemasan apa lagi mengingat anak yang ada dalam perutnya.


Jingga berdoa semoga Allah menolng dan melindungi diri dan anaknya juga Bibi dan semua orang. Terbukalah pintu kamar itu, dan masuklah Kevin. "Jadi dia yang sudah menculikku, bagaimana dia bisa tahu aku di sini? Seharusnya aku tidak keluar rumah." batin Jingga. Tatapannya tajam ke arah Kevin.


Kevin tersenyum miring pada Jingga dan mendekatinya. "Kau sudah bangun rupanya, selamat datang di gubukku. Apa kabarmu?"


"Kelihatannya sangat baik, bukan. Aku bahkan sedang tiduran santai. Bagaimana kabar Anda? Apa Anda tidur nyenyak? Mengingat kejadian yang menimpa Anda, saya turut prihatin!" Jingga tersenyum.


"Angela, kamu ternyata cukup tenang. Aku pikir kau akan berteriak histeris setelah sadar, baguslah! Aku tidak perlu mendengar teriakan yang merusak telingaku."


"Kau akan mendengarnya setelah aku melihatmu di bui, aku akan berteriak senang."

__ADS_1


"Bagaimana jika kau berteriak sekarang saja? Aku ingin tahu teriakanmu saat kita memadu kasih!" Kevin senang melihat Jingga yang tegang. Dia semakin mendekati Jingga dan duduk di samping Jingga.


"Jangan kau berani macam-macam! Lepaskan tanganmu!" Jingga berteriak memperingati Kevin yang sedang menyentuh pahanya.


"Angela kamu sangat cantik dan sexy, sayang cara kita berjumpa harus seperti ini."


"Lepaskan Kevin, atau ...."


"Atau apa? Kau lihat dirimu! Dalam keadaan terikat dan tak berdaya, tidak pantas kau mengancamku! Kau lebih pantas memohon kepadaku."


"Memohon kepadamu? Dalam mimpi pun aku tidak akan memohon padamu!" Jingga tidak takut pada Kevin.


...***...


Sementara itu, di Jakarta. Langit yang mendengar kabar Jingga dari bibi dan bodyguardnya langsung pergi ke sana. Dia juga membawa orang-orang yang akan membantunya mencari Jingga.

__ADS_1


Sedangkan Roy yang berada di markas terkejut melihat layar monitor di komputernya berkedip, lalu menampilkan peta di layar. Terlihat ada bulatan merah kecil dengan kode, yang menunjukkan suatu tempat dan kode itu adalah kode nama anggota mereka.


"Jingga, dia pastibdalam bahaya sampai menyalakan alat ini!" Roy bergegas keluar dengan berlari.


"Roy, mau kemana?"


"Eh bro, tolong kau awasi monitor dan katakan padaku posisinya jika berpindah." Roy lalu melanjutkan larinya.


Begitu sampai di mobil, Roy lalu menelepon seseorang dan mengabarkan situasinya. Mereka sepakat akan bertemu di lokasi yang telah Roy beri tahu.


Bintang juga mendapat kabar dari Langit, dia segera pergi menemui teman-temanya. Sebelum pergi Bintang meminta izin pada Senja dan Angkasa. Dia mengatakan yang sebenarnya dan meminta doa pada mereka.


...----------------...


Halo semuanya.. maaf ya saya gak bisa up siang efek puasa jadi gak bisa mikir😆, setelah di isi perutnya baru lancar idenya. Maaf juga masih ada typo, Terima kasih yang masih membaca cerita ini. makasih like dan komennya juga vote dan hadiahnya. Love You All. 😘😘😘❤❤❤❤

__ADS_1


Seperti biasa author ada rekomendasi novel yang keren buat kalian. Di baca ya.



__ADS_2