LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Kembali ke kota Awan


__ADS_3

Oliver menceritakan semua perjalanan hidupnya pada Leon, mulai dari perjalanannya menjadi yang terkuat di kotanya hingga menjadi yang terkuat di alam semesta selama ribuan tahun lamanya, bahkan sampai saat ini masih tidak ada yang bisa mengalahkannya.


Leon mendengar cerita Oliver dengan semangat dia menjadi semakin kagum dengan sosok kakeknya tersebut, dia menjadi sangat termotivasi untuk menjadi kuat sama seperti kakeknya, bahkan jauh dalam dirinya dia sangat ingin mengalahkan kakeknya tersebut.


"Leon sudah saat nya kau keluar sekarang nak, kau juga sudah menguasai semua yang kakek ajarkan dan untuk musuh yang setingkat denganmu kakek rasa tidak akan ada yang bisa mengalahkan mu, bahkan jika lawan tersebut lebih tinggi setingkat darimu kau masih bisa mengalahkannya hanya saja akan butuh sedikit usaha" kata Oliver.


"Jadi sudah waktunya aku pergi ya, padahal aku masih ingin bersama kakek" ucap Leon lesu.


"Sudahlah, lagipula tidak mungkin selamanya kau akan di sini" ujar Oliver, dia kemudian mengibaskan tangannya dan muncul sebuah gerbang cahaya di belakang Leon.


"Tapi kakek, apa penampilanku akan tetap muda di luar sana?" tanya Leon.


"Tentu saja kau masih muda, karena di liar sana baru dua tahun berlalu" ujar Oliver


"Eh.... padahal aku rasa sudah berada di sini sangat lama" kata Leon.


"Itu karena kakek bisa mengendalikan waktu di dalam ruang hampa ini, sudah kau tidak perlu khawatir lagi sekarang pergilah" ucap Oliver.


"Kalau begitu aku pamit kakek, dan aku pasti akan sangat merindukan kakek" kata Leon sambil memeluk Oliver.


"Kakek juga akan merindukanmu Leon, tapi tenang saja kau bisa datang kapanpun kau mau, dan kakek akan selalu berada di dalam ruang hampa ini" kata Oliver.


"Jaga dirimu kakek!" kata Leon sambil memasuki gerbang cahaya tersebut.


"Hahaha dasar anak nakal, seharusnya aku yang berkata begitu" gumam Oliver.


Di kaki gunung Nord tiba-tiba muncul sebuah gerbang cahaya yang cukup besar dan dari dalam gerbang tersebut keluar seorang pria dengan pakaian sederhana berwarna putih yang di padukan dengan sedikit warna biru sebagai corak, dia adalah Leon yang baru saja keluar dari ruang hampa.


"Akhirnya aku kembali juga, tapi sebelum itu aku harus menekan aura dari energi kehidupan dulu" gumam Leon.


Dia kemudian menekan semua aura dari energi kehidupan sehingga saat ini Leon terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki energi sama sekali, dan dengan cincin semesta di jarinya kekuatan Leon juga tidak akan di ketahui oleh orang lain, meskipun orang tersebut jauh lebih kuat darinya.


Setelah selesai menekan aura yang ada dalam dirinya Leon kemudian berjalan menuju kota, dan tidak sama seperti sebelumnya kali ini dia hanya butuh waktu satu jam saja untuk kembali ke kota Awan.

__ADS_1


Sesampainya di depan gerbang kota Leon sedikit kaget dengan antrian yang sangat panjang untuk masuk kedalam kota, namun dia tetap memutuskan untuk menunggu antrian tersebut.


Hingga setelah beberapa waktu menunggu kini tiba waktunya Leon untuk memasuki kota, dia di tahan oleh penjaga kota dan dimintai tanda pengenal, namun karena Leon tidak memilikinya akhirnya Leon menyerahkan beberapa koin emas untuk penjaga gerbang agar bisa dengan mudah untuk masuk ke kota.


Di dalam kota Leon kemudian memutuskan untuk membeli sebuah topeng agar ia tidak dikenali oleh keluarganya, dan juga ia tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang pernah menjahilinya dulu.


"Permisi nyonya aku ingin membeli topeng ini" kata Leon sambil menunjuk topeng yang berwarna putih.


"Topeng ini harganya.."


"Ini ambil saja" kata Leon menyerahkan 10 keping koin emas pada penjual topeng tersebut.


"Terimakasih tuan muda" kata penjual tersebut.


Leon kemudian lansung mengenakkan topeng yang baru saja ia beli, topeng putih tersebut tidak menutup seluruh wajahnya melainkan hanya menutup bagian atas wajahnya saja dan bagian mulut sama sekali tidak tertutup, Leon memilih topeng tersebut karena dua alasan pertama dia sangat menyukai bentuk dan warnanya kedua dia akan mudah berbicara dan makan karena tidak perlu membuka topengnya.


Setelah itu dia memutuskan untuk mengelilingi pasar, namun setelah lama berkeliling Leon tidak menemukan adanya perubahan yang besar pada kota tersebut.


"Ternyata tempat ini tidak banyak berubah" gumam Leon.


"Permisi tuan, ada apa ini?" tanya Leon pada seseorang.


Orang tersebut kemudian memandangi Leon sambil menyelidik, dia tersenyum sinis ketika ia tidak merasakan adanya energi dalam tubuh Leon.


"Orang yang tidak punya energi sepertimu tidak perlu bertanya, meskipun kau tau kau juga tidak akan bisa mengikutinya" jawab orang tersebut.


"Maksudnya apa tuan?" tanya Leon penasaran.


"Baiklah akan aku beritahu, tapi setelah itu jangan ganggu aku lagi" kata orang tersebut.


"Baik tuan" jawab Leon ramah.


"Begini, besok akan ada turnamen di kota ini jadi semua orang datang ke sini untuk mendaftar" kata orang tersebut

__ADS_1


"Kalau begitu terimakasih tuan" kata Leon sambil menyerahkan beberapa koin emas.


"Hahaha kalau begini dari tadi aku ti..." orang tersebut berhenti bicara ketika mengetahui bahwa orang bertopeng tersebut telah hilang.


Setelah menyerahkan koin emas Leon kemudian pergi meninggalkan kerumunan tersebut, dan lansung mencari penginapan untuk beristirahat, karena kota tersebut tidak banyak berubah Leon sangat mudah menemukan penginapan karena memang dia sudah mengetahui letak dari beberapa tempat penting di dalam kota, seperti penginapan atau restoran.


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan penginapan.


"Aku ingin memesan kamar untuk tiga hari, apa ini cukup?" kata Leon sambil menyerahkan 10 koin emas.


"Tuan muda ini sangat banyak" kata pelayan tersebut.


"Tidak apa-apa, sisanya kau ambil saja" kata Leon.


"Baik tuan muda, mari ikut saya" ucap pelayan tersebut kemudian membawa Leon ke kamarnya yang berada di lantai dua.


"Baiklah pelayan, ah ya apa penginapan ini juga punya restoran?" tanya Leon.


"Ada tuan, yaitu di lantai satu dan lantai empat" jawab pelayan tersebut.


"Kalau begitu aku ingin ke lantai empat" ucap Leon.


"Baik tuan, mari ikut saya" kata pelayan tersebut.


Pelayan tersebut membawa Leon ke lantai empat, yang merupakan sebuah restoran mewah tempat para orang kaya biasa makan di sana, atau para tamu spesial penginapan tersebut, sedangkan di lantai satu biasanya hanya untuk tamu penginapan yang bisa saja.


Setelah sampai di lantai empat suasananya sangat tenang, tidak banyak meja yang berada di sana karena memang untuk bisa makan di lantai empat tersebut biaya yang harus di keluarkan juga sangatlah banyak, Leon memilih untuk duduk di meja yang dekat jendela, karena ia bisa melihat orang-orang berlalu lalang dari atas sana.


"Pelayan tolong berikan aku makanan dan arak terbaik yang ada di restoran ini" kata Leon sambil menyerahkan 50 koin emas.


"Baiklah tuan muda, tunggu sebentar" kata pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan Leon, beberapa menit kemudian pelayan tersebut kembali lagi dengan membawa beberapa piring makanan dan juga dua botol arak.


"Silahkan tuan muda, jika ada yang tuan muda inginkan silahkan panggil saya" kata pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan Leon dan makanannya.

__ADS_1


Leon tidak memperdulikan pelayan tersebut, karena dia sudah sangat lapar jadi dia lansung memakan makanannya dengan sangat lahap.


__ADS_2