
Setelah selesai makan Leon kemudian memanggil pelayan tadi untuk membersihkan mejanya, karena sekarang dia ingin menikmati arak yang telah ia pesan.
"Semua ini gara-gara kakek, sekarang aku jadi menyukai minuman ini" gumam Leon sedikit kesal, leon kemudian menuangkan arak kedalam gelas dan lansung meminumnya.
"Hmmmm, lumayan juga namun ini tidak sebanding dengan milik kakek" gumam Leon.
Saat dia sedang asik menikmati minumannya, datang dua orang pemuda dengan aura yang sangat kuat, bahkan para pengunjung yang awalnya berbincang-bincang tiba-tiba saja menjadi diam sehingga membuat suasana menjadi hening.
Leon yang juga merasakan kedatangan kedua orang tersebut, kemudian memandang keduanya dia agak sedikit kaget ketika melihat kedua pemuda tersebut karena mereka berdua adalah kakaknya.
Namun Leon tidak terlalu menghiraukan hal itu dan terus saja menikmati minumannya, namun nasib berkata lain kedua saudaranya tersebut malah datang menghampirinya.
"Permisi tuan, apa kami berdua boleh bergabung?" tanya Felix.
"Ya tentu saja tuan, silahkan" kata Leon ramah.
"Pelayan, bawakan kami beberapa botol arak terbaik di sini" ujar Evan.
"Tuan, perkenalkan saya adalah Felix dan ini adalah adik saya Evan" kata Felix memperkenalkan diri.
"Aku sudah tau" Leon membatin.
"Salam kenal tuan Felix dan tuan Efan saya adalah Oliver" kata Leon memperkenalkan diri sebagai Oliver.
"Maafkan cucumu ini kakek" Leon merasa gugup ketika ia menggunakan nama kakeknya.
"Kalau boleh kami tau, tuan Oliver ini dari mana?" tanya Felix.
__ADS_1
"Saya hanya pengembara biasa tuan, jadi saya tidak punya tempat tinggal, namun untuk sementara waktu saya akan menetap di kota ini" jawab Leon.
"Apakah tuan juga akan ikut menyaksikan turnamen besok?" tanya Evan.
"Saya berencana untuk mengikutinya tuan, bukan menyaksikan" jawab Leon ramah.
"Apa tuan bercanda?, aku bahkan tidak merasakan adanya energi dalam tubuh tuan" ujar Evan.
"Hahahaha jangan mudah tertipu tuan, penampilan seseorang bisa saja hanyalah tipuan belaka" ucap Leon ramah.
"Permisi tuan ini arak yang tuan pesan" kata pelayan tersebut sambil meletakkan tiga botol arak di atas meja mereka.
"Mari tuan, saya akan menuangkannya untuk tuan berdua" kata Leon.
Leon kemudian menuangkan arak tersebut kedalam dua buah cangkir dan menyerahkannya pada mereka berdua, namun tatapan Felix pada Leon sangatlah aneh hingga membuat Leon sempat berfikir apakah penyamarannya telah di ketahui.
Namun Leon tetap bersikap biasa saja agar Felix tidak menjadi curiga padanya, dia tetap bersikap santai dan tenang sambil menikmati minumannya.
"Evan apa kau merasakan ada sesuatu yang aneh dengan orang tadi?" tanya Felix.
"Tidak kak, memangnya ada apa?" tanya Evan.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku merasakan bahwa orang tersebut bukanlah orang biasa" ucap Felix.
"Kenapa begitu?" tanya Evan penasaran.
"Entahlah, segera habiskan minumanmu dan kita kembali ke rumah, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada guru" kata Felix kemudian menghabiskan minumannya dengan cepat.
__ADS_1
Di dalam kamar Leon membuka topengnya dan lansung merebahkan tubuhnya di tempat tidur, entah kenapa setelah bertemu dua saudaranya ia merasa sangat lelah seperti habis bertarung dengan lawan yang sulit, pada akhirnya karena merasa lelah Leonpun tertidur sangat lelap.
***
Keesokan harinya di arena pertandingan kota Awan, para penduduk sudah mulai memenuhi kursi penonton mereka sudah tidak sabar ingin menyaksikan pertandingan antara para kesatria hebat dari berbagai penjuru, begitupun dengan Leon dia juga sudah datang dan lansung menuju ke tempat khusus para peserta.
Di sana Leon dipandang rendah oleh para peserta lainnya karena hanya dirinya saja yang tidak memiliki energi spiritual, namun Leon tidak terlalu menghiraukan orang-orang tersebut dan hanya menanggapi mereka dengan senyuman saja, padahal jika mereka tau yang sebenarnya sudah pasti mereka akan lansung mengundurkan diri.
Setelah satu jam menunggu akhirnya seseorang naik ke atas arena pertarungan dan memimpin lansung jalannya pertandingan tersebut.
"Selamat datang semuanya, saya adalah Hugo yang akan memimpin jalannya turnamen ini, karena semuanya telah hadir di sini maka saya akan lansung memulai nya saja, kepada para peserta harap berkumpul di lapangan karena saya akan membacakan beberapa peraturan pertandingan" kata Hugo.
Para peserta turnamen kemudian mulai memasuki arena pertarungan, di sana terdapat tiga arena dengan luas 50 meter persegi di masing-masing arena, dan karena pesertanya sangat banyak sehingga ketiga arena tersebut menjadi penuh.
"Karena semua peserta telah masuk arena maka saya akan lansung membacakan peraturan turnamen ini, Namun sebelum itu karena peserta tahun ini mencapai 1500 maka akan di adakan babak penyisihan, yang mana peserta akan di bagi menjadi tiga kelompok dan akan berlomba untuk saling bertahan dan menjatuhkan lawan sebanyak-banyaknya sampai tersisa 30 orang saja, dan 30 orang inilah yang akan lolos ke babak kedua, untuk peraturannya kalian hanya di larang untuk membunuh lawan, dan lawan akan dinyatakan kalah jika ia menyerah atau tidak bisa bertarung lagi" kata Hugo menjelaskan.
Para peserta yang sudah ada di arena kemudian mulai pindah ke lapangan lainnya yang menurut mereka di sana terdapat lawan yang lemah, namun ada juga yang memutuskan untuk tidak beranjak dari posisinya termasuk Leon dan kedua saudaranya namun kali ini mereka berada di lapangan yang berbeda.
Setelah beberapa menit kemudian para peserta telah berada di masing-masing arena dan tidak ada lagi yang mencoba untuk pindah ke arena yang lain, karena semua sudah selesai Hugo kemudian lansung memulai pertandingannya.
"Baiklah, sekarang pertarungannya di mulai" kata Hugo.
Para peserta mulai rusuh di setiap arena mereka semua mulai mencoba menjatuhkan lawan sebanyak-banyaknya, dan hanya dalam hitungan detik saja sudah banyak peserta yang berjatuhan dari arena.
Di arena pertama Evan terlihat sangat gesit dan lincah dalam menjatuhkan semua lawan-lawannya, dia memilih untuk menjatuhkan yang lebih lemah terlebih dulu.
Begitu juga dengan Felix yang ada di arena kedua, dia nampak sangat bersemangat dalam memukul jatuh semua lawannya, namun berbeda dengan Evan, Felix sama sekali tidak pandang bulu siapapun yang berada di depannya maka akan dia lempar keluar arena.
__ADS_1
Sedangkan di arena ketiga Leon masih nampak sangat santai, dia sama sekali tidak menyerang lawan melainkan hanya menghindari setiap pukulan yang mengarah padanya.
Hampir satu jam berlalu dan hanya tinggal beberapa puluh peserta saja yang berada di setiap arena, mereka semua nampak masih berusaha untuk menjatuhkan lawan meskipun mereka terlihat sangat kelelahan, namun tidak dengan Leon karena dia sama sekali tidak menggunakan tenaga dan selama pertarungan dia hanya menghindar saja sehingga dia masih terlihat sangat segar dan bersemangat dibandingkan dengan yang lainnya.