
Leon sedikit terkejut ketika tau tiga orang yang mengawasinya sedari tadi tiba-tiba datang dan menghampirinya dan malah berlutut padanya.
"Terimakasih, aku ingin tidur sebentar" kata Leon pelan.
"Raja muda anda tenang saja, kami yang akan membereskan sisanya" Ujar Asta.
Xin, Asta dan Guts kembali berdiri dan lansung memutar tubuh mereka, sekarang mereka bertiga bisa melihat dengan jelas wajah dari orang-orang yang telah melukai raja muda mereka.
Mendapat tatapan yang tajam dari ketiga orang itu kesembilan Tyran yang tersisa menjadi semakin bergetar ketakutan, wajah mereka manjadi sangat pucat dengan keringat dingin yang mulai bercucuran.
"Hanya sekelompok manusia rendahan seperti kalian sudah berani mengusik pemimpin kami" kata Xin sinis.
"Kalian semua akan tau akibatnya" ujar Asta.
"Guts, Asta kalian jaga raja muda, biar sampah-sampah ini aku yang urus" kata Xin.
"Tap.."
Belum selesai mereka berdua berbicara Xin sudah menghilang dari pandangan dan lansung menyerang salah satu Tyran, dalam sekejap mata Tyran ke sembilan telah tumbang dengan kepala yang sudah terpisah dari tubuhnya.
"A-ampun tuan, kami semua buta kami tidak tau siapa yang telah kami ganggu" ucap Tyran pertama.
"Terlambat, sekarang sudah tidak ada ampun untuk kalian semua" kata Xin tegas.
Xin lansung menyerang para Tyran yang tersisa, dengan bersusah payah para Tyran mencoba untuk menahan serangan Xin namun perbedaan kekuatan mereka sangatlah jauh sehingga mereka hanya menjadi mainan untuk Xin.
Satu persatu para Tyran tumbang dengan tubuh tanpa kepala, dan hanya dalam waktu beberapa menit saja Xin telah berhasil menewaskan mereka semua.
"Dasar sampah" gumam Xin kesal.
Duke Abigail lansung menarik mundur pasukannya setelah kematian kesepuluh Tyran, dia sama sekali tidak memiliki niat lagi untuk menyerang kota Awan, sekarang yang ia pikirkan hanyalah keselamatan nyawanya dan seluruh prajuritnya.
Sementara Duke Anderson lansung menghampiri Leon dan membiarkan pasukan Duke Abigail pergi dari kotanya, walaupun sebenarnya dia bisa memerintahkan pasukannya untuk mengejar namun dia tidak memikirkan itu lagi, sekarang dia sangat menghawatirkan Leon.
**
Perang telah berlalu, seluruh pasukan mulai mengumpulkan mayat teman-teman dan saudara mereka agar bisa di kuburkan secara layak.
Sementara itu Leon lansung di bawa ke kediaman Duke Anderson, Felix dan Evan yang kebetulan ada di sana sangat terkejut ketika melihat para prajurit membawa Leon yang sedang tidak sadarkan diri ke kediaman mereka.
__ADS_1
"Berhenti kenapa kalian membawa sampah ini ke sini" kata Felix menghentikan para prajurit.
"Lebih baik kalian buang saja tubuhnya di tumpukan sampah" ujar Evan.
"Prakk!!"
Sebuah tamparan mendarat di wajah mereka berdua, saat mereka melihat siapa yang menampar wajah mereka, keduanya lansung terkejut dengan tatapan yang bingung.
"Jika kalian tidak bisa menjaga mulut, kalian akan mendapatkan yang lebih keras dari ini" kata Duke Anderson kesal.
"Cepat bawa Leon ke dalam" kata Duke Anderson.
Para prajurit lansung membawa tubuh Leon ke dalam mansion, dan Duke Anderson meminta mereka untuk membawa Leon ke sebuah kamar yang terlihat sangat mewah, para prajurit lansung merebahkan tubuh Leon di tempat tidur setelah itu mereka lansung pergi.
Di luar mansion Felix dan Evan masih memegang pipi mereka yang telah di tampar oleh ayah mereka sendiri, mereka berdua termenung seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka alami.
"Kakak, kenapa ayah menampar kita?" tanya Evan.
"Entahlah, aku juga bingung dan baru pertama kali aku melihat ayah sangat marah saat kita menghina Leon" jawab Felix.
"Apakah ayah sudah berubah sekarang?" gumam Evan pelan.
"Ada apa dengan guru, mereka bahkan terlihat sangat cemas" gumam Felix.
Xin, Asta dan Guts lansung menuju ke dalam sebuah kamar yang mana di sana ada Leon yang sedang tidur dan juga Duke Anderson yang sedang menjaganya.
"Bagaimana keadaan raja muda?" tanya Xin yang baru sampai di ruangan itu
"Kenapa dia memanggil Leon dengan sebutan raja muda?" tanya Duke Anderson dalam hatinya.
"Leon baik-baik saja, namun entah kenapa dia masih belum sadarkan diri" jawab Duke Anderson.
"Fast Healing"
Asta lansung menggunakan skill penyembuhan pada Leon, namun ketika ia merasakan energi dalam tubuh Leon dia sedikit tersentak kemudian tertawa dengan keras.
"Hahahaha"
"Hey apa kau gila, kenapa kau malah tertawa" ujar Guts.
__ADS_1
"Benar, kenapa kau malah tertawa?" tanya Xin.
"Kita tidak perlu khawatir, raja muda sudah sepenuhnya sembuh dan sekarang dia sedang tertidur karena kelelahan" kata Asta menjelaskan.
"Hahahaha raja muda memang sangat hebat, bahkan kita bertiga hampir dibuat jantungan olehnya" kata Guts.
"Kalau begitu mari kita keluar dan biarkan raja muda istirahat, anda juga Duke Anderson" ajak Xin, mereka berempat kemudian lansung pergi dari kamar tersebut agar tidak mengganggu istirahat Leon.
Setelah mereka keluar dari kamar Leon Duke Anderson lansung membawa mereka ke ruang tamu dan meminta pelayan meyiapkan minuman untuk mereka.
"Tuan Xin, jika aku boleh bertanya apakah Leon orang yang selama dua tahun ini kalian cari?" tanya Duke Anderson.
"Benar dialah orang yang kami cari" jawab Xin.
"Kenapa kalian mencarinya apa dia pernah menyinggung kalian?" tanya Duke Anderson cemas.
"Tentu saja tidak, raja muda tidak pernah menyinggung kami" jawab Xin.
"Syukurlah kalau begitu, oh ya kenapa kalian memanggil Leon dengan sebutan raja muda?" tanya Duke Anderson penasaran.
"Masalah itu tidak bisa kami jelaskan, dan terkadang ada sesuatu yang seharusnya tidak kita dengar ataupun kita lihat" ucap Shin dengan nada mengancam.
"Te-tenang saja tuan Xin, aku faham maksud ucapanmu, aku janji aku tidak akan menanyakannya lagi" ucap Duke Anderson gugup.
"Bagus jika kau mengerti, kalau begitu kami permisi dulu karena ingin istirahat" kata Xin kemudian mereka bertiga lansung pergi menuju kamar mereka masing-masing
"Sebenernya apa yang terjadi pada Leon, dan kenapa orang-orang kuat itu memanggilnya dengan sebutan raja muda?" gumam Duke Anderson
**
Di dalam kamar Leon masih belum membuka matanya, namun dalam hatinya dia terus mengobrol dengan Liona.
"Tuan, seluruh luka dalam tuan sudah di sembuhkan" kata Liona
"Baguslah kalau begitu, Liona apa kau bisa melihat dunia ini sama seperti manusia?" tanya Leon.
"Tuan, aku hanyalah ilmu pengetahuan mata tuan adalah mataku juga, jadi apapun yang tuan lihat aku juga bisa melihatnya"
"Begitu ya, aku senang sekarang punya teman mengobrol, terimakasih Liona" kata Leon.
__ADS_1
"Sama-sama tuan" jawab Liona.