
Asta dan Guts segera bergegas kembali menuju ke kediaman Duke Anderson untuk memberitahukan pada Xin bahwa mereka telah berhasil menemukan keberadaan raja muda.
"Xin!!" ucap Asta dan Guts bersamaan.
"Ada apa kenapa kalian terlihat bahagia?" tanya Xin.
"Yang kita cara sudah ketemu, dia ada di gunung itu" jawab Guts, sambil menunjuk ke gunung Nord
"Benarkah?" tanya Xin memastikan.
"Benar, dari aura dan energi yang kami rasakan di gunung itu dia memang ada di sana" jawab Asta.
"Bagus kalau begitu kita hanya perlu menunggunya keluar saja" kata Xin dengan wajah gembira.
"Tuan, maksud kalian orang yang kalian cari itu ada di gunung Nord tersebut?" tanya Duke Anderson.
"Benar tuan Anderson memangnya ada apa?" tanya Asta.
"Begini tuan, gunung tersebut sangatlah berbahaya tidak ada yang berani menginjakkan kaki di gunung itu, dan kabarnya ada seekor binatang iblis tingkat legenda di sana" kata Duke Anderson menjelaskan.
"Hahahaha, kalau memang begitu berarti itu adalah berita bagus, karena binatang tersebut akan menjadi buruan kami bertiga" ujar Xin.
Duke Anderson dan yang lainnya sangat terkejut, mereka semua tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Xin.
"Seberapa kuat mereka bertiga ini?" kata mereka semua dalam hati.
"Kalau begitu untuk sekarang kalian boleh istirahat dan latihannya akan kita lanjutkan besok" kata Xin kemudian mereka bertiga menghilang seperti di bawa angin.
"Huhhhh, syukurlah jika tidak berhenti juga maka aku benar-benar akan putus asa" ujar Felix menghela nafas panjang.
"Aku sangat penasaran, sebenarnya siapa yang mereka cari tersebut" gumam Duke Anderson.
__ADS_1
Di kaki gunung Nord terlihat tiga orang tengah memandangi gunung tersebut dengan sangat serius, mereka bertiga adalah Xin, Asta dan Guts, setelah menghilang dari kediaman Duke Anderson mereka bertiga lansung menuju ke gunung Nord.
"Benar yang kalian katakan energi dari raja semesta sangat besar di sini, namun aku tidak merasakan keberadaan monster tingkat legenda di sini" kata Xin.
"Mungkin itu hanya kepercayaan mereka saja" ujar Asta.
"Lalu bagaimana sekarang, apa kita harus mendaki gunung ini?" tanya Guts.
"Tidak perlu, kita cukup menunggu saja di kota itu sampai raja muda keluar dari gunung ini" kata Xin.
Setelah itu mereka bertiga kembali menghilang dan lansung kembali ke kediaman Duke Anderson, dan hanya dalam beberapa detik saja mereka bertiga telah sampai di kamar peristirahatan mereka yang ada di mansion Duke Anderson.
Gerakan mereka bertiga bisa sangat cepat karena mereka bisa menggunakan skill teleportasi namun skill yang mereka kuasai hanya tingkat rendah saja, dan setiap kesatria yang ada di kerajaan bintang bisa menggunakan skill ini, hal ini juga merupakan anugrah dari raja semesta untuk mereka.
**
Waktu terus saja berjalan hingga akhirnya dua tahun telah berlalu, Felix dan Evan yang telah berguru pada ketiga bintang menjadi kesatria hebat, mereka berdua di pandang hormat oleh semua warga kota bahkan mereka juga di sebut sebagai duo jenius dari kota Awan.
Sementara untuk Duke Anderson sendiri saat ini dia juga sudah mencapai tahap Lord level satu, perkembangannya memang sangat lambat karena dia lebih fokus dalam mengurus kota dan tidak sempat untuk berlatih.
"Felix, Evan kita sudahi dulu latihan hari ini, karena guru ada urusan" kata Xin.
"Baik guru" jawab mereka berdua sambil menunduk hormat.
"Guru..!" ujar Evan.
"Ada apa Evan?" tanya Xin.
"Beberapa hari lagi akan di adakan turnamen di kota ini, aku harap guru bisa datang menyaksikan pertarungan kami" kata Evan.
"Kalau begitu baiklah, kami bertiga akan datang" kata Xin kemudian menghilang.
__ADS_1
Selama dua tahun ini, mereka bertiga telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan Duke Anderson, namun hubungan baik tersebut hanya sebagai kedok saja agar mereka bisa bersembunyi dari orang-orang banyak.
Keberadaan mereka bertiga hanya di ketahui oleh Duke Anderson dan keluarganya saja karena memang Xin yang meminta Duke Anderson untuk merahasiakan keberadaan mereka bertiga, dan itu juga merupakan syarat agar Xin mau menjadi guru dari kedua anaknya.
**
Di dalam ruang hampa, saat ini Leon dan raja semesta sedang duduk bersantai sambil menikmati arak yang entah darimana asalnya, namun arak tersebut sangat nikmat. Meskipun Leon sebenarnya sangat enggan untuk meminum arak tersebut tapi karena terus di bujuk oleh kakeknya akhirnya Leon malah keterusan dan ikut-ikutan menyukai arak.
Selama dua tahun bersama di dalam ruang hampa membuat hubungan keduanya menjadi sangat baik, bahkan raja semesta telah menganggap Leon sebagai cucu kandungnya sendiri, bahkan dia juga tidak malu-malu untuk menunjukkan rasa sayangnya pada Leon.
"Kakek, kita sudah bersama sangat lama namun aku belum mengetahui nama asli kakek" kata Leon.
"Ukhuukk, ukhuukk!!" raja semesta tersedak arak yang sedang ia minum.
"Hahahaha maaf Leon, kakek lupa mengatakan hal itu padamu" kata raja semesta.
"Tidak apa-apa kakek, jadi sebenarnya siapa sebenarnya nama kakek?" tanya Leon.
"Nama kakek adalah Oliver, ribuan tahun yang lalu kakek juga hanyalah manusia biasa sama sepertimu, namun karena kekuatan kakek yang sangat hebat para dewa jadi takut pada kakek, dan mereka semua menganggap kakek sebagai raja namun sangat banyak yang tidak setuju dengan hal itu sehingga kakek menantang semua orang yang tidak setuju tersebut, semuanya berhasil kakek kalahkan dengan mudah dan akhirnya kakek dianggap sebagai raja semesta karena tidak ada yang bisa mengalahkan kakek" kata raja semesta.
"Jadi nama kakek Oliver, tapi kenapa tahta raja semesta bisa diambil oleh orang lain?" tanya Leon.
"Kakek sudah sangat tua Leon, meskipun kakek bisa merubah wajah kakek menjadi muda lagi namun itu tidak mengubah fakta bahwa kakek sudah berumur ribuan tahun, kakek akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tahta dan pergi mencari calon raja yang baru, namun saat dalam perjalanan kakek mendapat kabar bahwa ada yang mengaku sebagai raja semesta yang baru, saat itu kakek ingin kembali dan menghajar orang tersebut, namun setelah kakek fikir lebih baik kakek mencari penerus saja daripada mengurus raja palsu tersebut" jawab Oliver menjelaskan.
"Jadi begitu ceritanya" ucap Leon pelan.
"Leon tugasmu sekarang adalah mengambil kembali apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu, dan ingat nak raja palsu tersebut sangatlah kuat meskipun tidak sekuat kakek namun kau yang saat ini bukanlah tandingannya" kata Oliver.
"Lalu apa yang harus aku lakukan kek?" tanya Leon.
"Jadilah kuat Leon, hanya dengan itu kau bisa mengalahkan raja palsu tersebut, ada satu hal lagi dari dulu sampai sekarang dan seterusnya ada sebuah kerajaan yang mengabdi pada raja semesta, kerajaan tersebut namanya adalah kerajaan bintang, nanti kau akan tau sendiri jika bertemu mereka jadi tak perlu kakek ceritakan" jawab Oliver.
__ADS_1
"Baik kakek, aku pasti akan menjadi kuat dan merebut kembali tahta kakek" kata Leon semangat.