
Matahari akhirnya tenggelam dan tugasnya untuk menerangi makhluk hidup digantikan oleh sang rembulan dan indahnya langit malam yang di hiasi oleh bintang-bintang, namun indahnya langit malam tersebut justru tidak di hiraukan oleh Leon dan Ashley karena sejak kembalinya Leon dari mencari kayu bakar mereka belum bicara hingga membuat suasana menjadi sangat canggung.
Mereka seperti dua orang asing yang baru saja bertemu dan hanya melakukan tugas masing-masing, Leon tengah membakar daging kelinci untuk makan malam mereka sementara Ashley hanya duduk diam sambil memandangi perapian. Setelah daging kelinci tersebut matang mereka berdua kemudian makan bersama namun masih dalam kondisi yang sama yang tak saling bicara.
Setelah selesai makan Ashley lansung duduk di bawah pohon yang tidak jauh dari perapian tersebut, begitu juga dengan Leon yang duduk agak berjauhan dengan Ashley, suasana canggung tersebut berakhir karena Leon memberanikan diri untuk menghampiri Ashley.
"Ambil ini, agar kau tidak kedinginan" kata Leon sambil menyerahkan selimut pada Ashley.
"Kakak bagaimana?" tanya Ashley.
"Tenanglah aku tidak apa-apa, lagipula aku sudah terbiasa tidur tanpa selimut" jawab Leon santai.
"Ashley apa aku ini kakakmu?" tanya Leon.
"Tentu saja memangnya kenapa?" tanya Ashley bingung.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya saja" jawab Leon.
"Jangan bohong" ujar Ashley.
"Aku tidak berbohong" jawab Leon.
"Tidak kau pasti bohong" kata Ashley kesal.
"Aku tidak bohong Ashley" ucap Leon, kemudian berjalan menjauhi Ashley.
"Kalau kau tidak bohong kenapa kau pergi" kata Ashley kemudian berdiri dan menyusul Leon.
Namun naas Ashley malah tanpa sengaja menginjak selimut yang sedang ia pegang hingga membuatnya tersandung dan menabrak Leon.
Leon yang kaget secara refleks menangkap Ashley namun karena kaget keseimbangan tubuhnya menghilang dan akhirnya mereka berdua jatuh ke tanah dengan posisi Ashley berada di atas tubuh Leon.
"Arkhhh!!"
"Maaf kak, aku tidak sengaja" ucap Ashley.
__ADS_1
"Tidak apa-apa" jawab Leon dengan senyum hangat.
Mereka kembali terdiam saat kedua mata mereka saling bertatapan, Leon menyadari betapa cantiknya wanita yang selama ini yang ia anggap adik tersebut dan dia juga menyadari betul dengan seiring berjalannya waktu perasaan cintanya pada Ashley semakin besar.
Leon segera tersadar dari lamunannya dan mencoba untuk memindahkan tubuh Ashley dari atas tubuhnya namun Ashley menghentikan Leon dan malah memeluknya.
"Ashley kau kenapa?" tanya Leon.
"Tidak apa-apa kakak, aku hanya merasa sedikit dingin" jawab Ashley.
Leon tau bahwa Ashley tidak berbohong karena Leon bisa merasakan tubuh Ashley sangat dingin dan juga sedikit bergetar, Leon kemudian menarik selimut yang tidak jauh dari nya untuk menyelimuti tubuh mereka berdua, setelah itu Leon memindahkan Ashley ke sampingnya dan kemudian memeluknya dengan Erat.
"Kakak, aku kedinginan" ucap Ashley.
Leon nampak semakin khawatir bahkan selimut yang menutupi tubuh mereka tidak mampu menghilangkan rasa dingin di tubuh Ashley, Leon kehabisan akal hingga pada akhirnya dia menyalurkan energi kehidupan kepada Ashley dan ternyata cara tersebut berhasil karena Leon bisa merasakan tubuh Ashley perlahan-lahan mulai hangat lagi, namun bukan itu saja yang Leon sadari.
"Ternyata kau bukan manusia" batin Leon.
Saat Leon mengaliri tubuh Ashley dengan energi kehidupannya Leon secara tidak sengaja merasakan adanya energi bangsa hewan dari dalam tubuh Ashley, hanya saja Leon masih belum mengetahui jenis hewan apa itu.
Meskipun Leon telah menyadari bahwa Ashley bukan dari bangsa manusia namun perasaan Leon tidak berubah sedikitpun padanya, bagi Leon Ashley adalah adiknya dan sekarang Ashley adalah orang yang sangat ia cintai meskipun Ashley tidak menyadari hal tersebut.
"Tenanglah aku ada di sini dan semua akan baik-baik saja" ucap Leon sambil terus memeluk erat tubuh Ashley, hingga beberapa menit kemudian keduanya sudah tertidur pulas di bawah langit malam.
**
Keesokan harinya, Ashley lebih dulu membuka matanya namun saat dia mencoba untuk bangun ia tidak bisa karena tangan Leon masih memeluknya dengan erat. Karena tidak ingin membangunkan Leon, Ashley tidak bergerak sedikitpun dan hanya diam saja sambil memandangi wajah Leon yang sedang tertidur lelap.
"Sepertinya kakak kelelahan" batin Ashley
Cukup lama Ashley memandangi wajah Leon hingga membuat jantungnya berdetak dengan cepat dan wajahnya sedikit memerah, perlahan-lahan Ashley mendekatkan wajahnya kemudian memberanikan diri untuk mencium pipi Leon.
Leon yang sedang tertidur pulas akhirnya terbangun karena merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh pipinya, saat Leon membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah wajah Ashley yang sangat dekat dengannya dan sedang memandangnya.
"Ternyata kau sudah bangun duluan ya" ucap Leon pelan.
__ADS_1
"I-iya" jawab Ashley.
Leon melepaskan pelukannya pada Ashley kemudian berdiri dan lansung menuju ke sungai untuk mencuci wajahnya agar tidak mengantuk lagi. Ashley menghela nafas lega setelah kepergian Leon karena hampir saja aksinya di ketahui oleh Leon.
"Untung saja kakak tidak tau kalau aku menciumnya, tapi.... kenapa aku mencium kakak?" batin Ashley.
"Ashley kenapa wajahmu memerah?, apa kau sakit?" tanya Leon.
"Eh.. ti-tidak apa-apa, aku tidak apa-apa kak" jawab Ashley kaget, ia lansung berdiri dan berlari ke arah sungai.
"Dia kenapa?" gumam Leon.
"Ashley, aku akan ke hutan mencari makanan" teriak Leon.
"Hati-hati" jawab Ashley.
Setelah memberitahukan pada Ashley bahwa dia akan mencari makanan, Leon kemudian masuk ke dalam hutan dengan kecepatan tinggi sesekali dia menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari buah-buahan atau binatang yang bisa ia buru.
Leon terus mencari di kedalaman hutan namun ia tak kunjung menemukan adanya buah segar ataupun binatang untuk di buru, sejak tadi yang ia temui hanyalah bangkai hewan yang telah mati ataupun buah-buahan yang telah membusuk..
"Ini aneh, sepanjang jalan aku hanya menemukan bangkai hewan atau buah yang telah membusuk, apa ini ulah monster?" gumam Leon.
Karena penasaran Leon terus menelusuri hutan untuk mencari penyebab buah-buahan yang membusuk ataupun bangkai binatang yang berserakan di sepanjang hutan. Setelah beberapa menit berkeliling Leon bisa merasakan ada aura kegelapan yang sangat pekat tidak jauh di depannya.
"I-ini aura kegelapan" gumam Leon, sambil mempercepat langkahnya.
Setelah maju lima ratus meter ke depan Leon akhirnya bisa melihat sosok yang memancarkan aura kegelapan tersebut, namun sosok tersebut memakai jubah hitam usang lengkap dengan penutup kepalanya sehingga Leon jadi kesulitan untuk melihat wajah sosok tersebut.
"Sebenarnya siapa dia" gumam Leon.
Sosok berjubah hitam tersebut nampak sedang berjongkok dan memegangi sesuatu namun entah apa itu, setelah agak lama sosok berjubah hitam tersebut kemudian berdiri dan Leon bisa melihat dengan jelas di tangan kanan sosok tersebut sedang memegang sebuah tongkat dengan sabit panjang di ujungnya.
"I-itu, itu Scythe!!!" ucap Leon kaget.
(Note : Scythe adalah senjata Grim Reaper, atau istilahnya pencabut nyawa)
__ADS_1