LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Bandit Serigala Malam


__ADS_3

Keesokan harinya, Leon dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah utara dengan terbang, sesekali mereka akan singgah di desa-desa kecil untuk sekedar mengisi perut dan juga tenaga.


Satu minggu kembali berlalu namun mereka masih tak kunjung sampai di tujuan, Xin Asta, dan Guts di buat sangat penasaran dengan tujuan tuan muda mereka, namun tidak ada yang berani menanyakan hal tersebut pada Leon.


"Tuan maaf sebelumnya, tapi seberapa jauh lagi tujuan kita?" Xin mengambil inisiatif untuk bertanya.


"Sejak awal sudah kubilang pada kalian bahwa tujuanku itu hanya ke utara dan tak tau dimana ujungnya, aku akan berhenti jika aku ingin berhenti, dan aku akan sampai tujuan jika hatiku sudah mengatakan disitulah tujuanku" jawab Leon.


Jawaban Leon membuat mereka bertiga tersenyum kecut dengan raut wajah yang sangat tidak enak untuk di pandang, dengan kata lain selam ini mereka mengikuti Leon tanpa tujuan yang pasti. Meskipun demikian mereka bertiga tetap sabar dan selalu mendampingi Leon mereka tau bahwa mungkin tujuan Leon sebenarnya tidak bisa mereka bayangkan.


"Tuan muda di bawah sana sepertinya ada desa, bagaimana jika kita singgah untuk mengisi perbekalan?" tanya Asta.


"Baik mari kita singgah di sana" kata Leon.


Mereka bertiga segera turun di depan gerbang desa tersebut namun anehnya desa tersebut sama sekali tidak di jaga, Leon yang merasakan keanehan tersebut segera masuk kedalam desa dan meminta ketiga pengawalnya untuk menyelidiki desa tersebut.


Setelah kepergian ketiga pengawalnya Leon kemudian berjalan menuju ke sebuah kedai namun sekali lagi ia merasakan keanehan karena di dalam kedai tersebut dia tidak menemukan siapapun baik itu pelanggan, pelayan ataupun pemilik kedai.


Leon kemudian mencoba untuk mencari ke kedai ataupun bangunan lainnya yang ada di desa tersebut namun tetap saja dia masih tidak menemukan adanya orang lain di desa tersebut.


"Sebenarnya ada apa ini?" gumam Leon.


"Tuan muda!!" sapa Xin dan yang lainnya serempak.


"Kalian sudah selesai?, lalu siapa dia?" tanya Leon saat melihat seorang pria berbaju hitam yang mereka bawa.


"Tuan, dia adalah bandit serigala malam yang memuja iblis, menurut informasi yang kami dapatkan darinya seluruh penduduk desa ini akan di korbankan untuk iblis yang ada di jurang kematian" jawab Guts.


"Apa itu benar?!" tanya Leon marah.

__ADS_1


"Be-benar tuan" jawab bandit tersebut.


"Kalian bertiga selidiki markas tersebut siapa tau para warga desa masih bisa kita selamatkan" perintah Leon.


"Lalu tuan sendiri?" tanya Asta.


"Aku akan menyelidiki jurang tersebut, jika memang benar di sana ada iblis maka ini harus segera aku selesaikan" kata Leon.


"Tapi tuan, jurang tersebut sang.." ucapan Xin terputus karena Leon tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka.


"Sialan, jika sesuatu yang buruk terjadi pada tuan muda, maka kalian semua akan aku musnahkan" kata Xin marah.


"Sekarang tunjukkan jalan ke markas kalian" ujar Asta kemudian mereka berempat menghilang dari desa tersebut.


**


Menurut cerita yang pernah ia dengar sewaktu masih di kota asalnya jurang kematian berada di kedalam hutan yang bernama Dark Forest yang berada di utara.


Setelah satu jam lebih terbang dengan kecepatan tinggi Leon akhirnya sampai di hutan Dark Forest ditandai dengan kabut tebal yang menutupi hutan tersebut, karena tidak mungkin untuk mencari jurang kematian sambil terbang Leon kemudian turun di dalam hutan tersebut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


"Kabutnya sangat tebal" gumam Leon.


Belum sampai satu jam Leon berjalan dia sudah di hadang oleh monster beruang yang sangat besar dengan tahap Lord, namun monster tersebut telah salah memilih lawan karena bagi Leon monster dengan tahapan Lord bukanlah apa-apa baginya.


"Sial aku harus menyelesaikan ini dengan sangat cepat" gumam Leon.


Leon mengeluarkan Sword of Darkness dari cincinnya dan lansung menyerang beruang tersebut dengan sangat cepat, beruang yang sangat besar tersebut kesulitan menghindari serangan Leon karena memang gerakannya tidak terlalu gesit ditambah dengan serangan Leon yang sangat sulit untuk di hindari sehingga hanya dalam satu kali serang saja Leon sudah bisa memenggal kepala beruang tersebut.


"Dasar monster jelek mengganggu perjalananku saja" umpat Leon.

__ADS_1


Leon kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berlari, kali ini Leon menyembunyikan Auranya agar keberadaannya tidak diketahui oleh para monster lainnya. Setelah berjam-jam berlari Leon akhirnya bisa merasakan keberadaan Aura yang sangat mencekam dan Leon sangat yakin bahwa Aura tersebut berasal dari jurang kematian.


"Sepertinya aku sudah semakin dekat" gumam Leon.


Leon mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai di jurang kematian, namun tanpa Leon sadari sedari tadi sudah ada bayangan gelap yang mengikutinya dari belakang. Bayangan hitam tersebut terus melesat dari satu pohon ke pohon lainnya sambil terus mengikuti Leon.


Setelah beberapa menit melesat dengan kecepatan tinggi, akhinya Leon sampai di bibir jurang kematian. Aura kematian yang sangat kuat bisa Leon rasakan dari dalam jurang tersebut namun Aura itu sama sekali tidak bisa menekan keberadaan Leon karena dalam dirinya ada Energi kehidupan yang jauh Lebih kuat.


Saat Leon sedang fokus mengamati jurang tersebut sebuah serangan melesat dengan cepat ke arahnya, namun karena terlalu fokus Leon terlambat menyadari ada serangan mengarah padanya sehingga serangan tersebut telak mengenai Leon dan membuatnya terjatuh kedalam jurang kematian.


"Hahahaha rasakan itu, kau sudah berani memasuki wilayah kekuasaanku maka kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini" kata bayangan hitam yang barusan menyerang Leon.


**


Di tempat lain jauh dari hutan Dark Forest. Xin, Asta dan Guts tengah mengamuk sejadi-jadinya dan menghancurkan markas bandit serigala malam dengan ganas. Seluruh anggota bandit serigala malam mereka habisi tanpa sisa sehingga hanya dalam kurun waktu satu jam markas bandit serigala malam telah rata dengan tanah lengkap dengan seluruh anggotanya yang telah mati semua.


Mereka bertiga hanya menyisakan satu orang yang sebelumnya telah mereka tangkap saat di desa, hal ini mereka lakukan agar bisa menemukan tempat para warga desa di sembunyikan, sebenarnya mereka bertiga bisa lansung menemukan para warga dengan menggunakan kekuatan energi spiritual mereka namun entah kenapa markas tersebut seperti di tutupi oleh energi kegelapan yang sangat kuat sehingga membuat energi mereka seperti tidak bisa menelusuri tempat tersebut dengan bebas.


"Katakan dimana tempat kalian menahan para warga desa?" tanya Guts.


"Di sana tuan, di bawah bangunan itu" kata bandit tersebut menunjuk kearah sebuah bangunan yang sudah hancur.


"Tunjukkan jalannya" kata Xin.


Bandit serigala malam tersebut kemudian membawa mereka ke reruntuhan bangunan yang tidak jauh dari mereka, saat sampai di sana bandit tersebut lansung menuju ke sudut ruangan yang tertimpa reruntuhan, setelah menyingkirkan puing-puing bangunan yang menimpa tempat tersebut barulah terlihat sebuah pintu yang terbuat dari besi dan mengarah ke bawah tanah.


"Aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai di sini tuan, karena pintu ini dilindungi energi kegelapan yang sangat besar sehingga aku tidak punya kekuatan untuk membukanya" kata bandit tersebut.


"Terimakasih banyak, tapi tetap saja aku harus membasmi kalian semua" kata Xin kemudian menebas kepala bandit serigala malam yang terakhir itu.

__ADS_1


__ADS_2