
Ular hitam raksasa tersebut sedikit bergidik ketakutan karena merasakan tekanan aura yang sangat besar dari tubuh Leon, dia sedikit mundur untuk menjauh dari Leon karena instingnya mengatakan bahwa dia akan dapat masalah jika berdekatan dengan manusia yang di depannya saat ini.
"Kenapa aura manusia lemah seperti dia bisa sangat kuat dan menakutkan, bahkan lebih mengerikan dari aura dewa kematian" batin ular hitam.
Leon mengangkat sudut bibirnya ketika melihat ular hitam raksasa tersebut mundur dan menjauh darinya, Dengan menggunakan kekuatan ruang dan waktu Leon tiba-tiba berada di depan ular tersebut hanya dalam sekejap mata.
Leon kemudian mentransfer energi kehidupan kedalam pedang hitam di tangannya hingga membuat pedang hitam tersebut mengeluarkan cahaya keemasan. Lalu Leon menebas badan ular hitam tersebut dengan sangat cepat.
Tebasan demi tebasan Leon lesatkan ke tubuh ular hitam itu, namun ular hitam tersebut nampak tak bergeming sedikitpun, malahan dia tertawa dengan sangat kencang karena serangan Leon tidak menggoresnya sedikitpun.
"Hahahaha, serangan mu hanya membuatku geli" kata ular hitam menghina.
Leon sama sekali tidak menghiraukan sedikitpun perkataan ular hitam yang menghina dirinya, Leon tetap menebaskan pedangnya ke tubuh ular Hitam tersebut dengan secepat yang ia bisa.
"Dasar manusia hina, aku sudah muak denganmu" kata Ular hitam marah.
Ular hitam raksasa itu kemudian mengibaskan ekornya dengan sangat cepat ke arah Leon hingga membuat Leon tidak siap menerima serangan tersebut dan membuat dirinya terpental puluhan meter jauhnya.
Jika saja tidak ada armor bintang di tubuh Leon maka sudah bisa di pastikan bahwa tubuhnya akan hancur setelah menerima serangan tersebut. Leon tidak menyerah dan mencoba bangkit lagi namun kali ini serangan tersebut sangat telak mengenai tubuhnya sehingga mengakibatkan dia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Sial, kenapa seranganku tidak mempan padanya" gumam Leon kesal
"Tuan, tubuh Ular Hitam tersebut di lindungi oleh Armor sisik kegelapan yang sangat kuat dan itulah yang menyebabkan serangan tuan tidak mempan" ujar Liona.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya?" tanya Leon
"Pilihannya hanya dua tuan, pertama gunakan pedang semesta yang kedua serang dia dengan energi kehidupan secara lansung" jawab Liona.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan mencoba cara kedua, karena tidak mungkin aku menggunakan pedang semesta untuk saat ini" ucap Leon.
Leon menyimpan kembali pedang semesta kedalam cincinnya, setelah itu dia mengalirkan energi kehidupan pada tangan kanannya. Ular hitam kembali merasakan ancaman saat melihat Leon menyimak kembali pedangnya dan entah kenapa kali ini ia merasa harus menyerang Leon dengan kekuatan penuhnya.
"Lagi-lagi aku merasakan tekanan yang sangat kuat dari manusia ini, sebenarnya siapa dia" gumam Ular Hitam.
Tangan kanan Leon di selimuti oleh cahaya keemasan dan dengan kecepatan tinggi Leon menuju ke arah ular hitam tersebut kemudian melesatkan pukulan telak ke arah tubuh Ular Hitam hingga membuat Ular Hitam tersebut terpental beberapa meter. Suara retakan terdengar dari tubuhnya hingga membuat Ular Hitam sedikit terkejut.
"Kekuatan apa yang dia gunakan, bahkan armor kegelapan sampai retak di buatnya" gumam Ular Hitam.
Leon tidak tinggal diam saja dia kembali melesat dengan kecepatan tinggi untuk menyerang Ular Hitam sekali lagi, begitu juga dengan Ular Hitam dia kali ini tidak meremehkan Leon lagi karena ia tau jika beberapa serangan Leon berhasil mengenainya lagi maka bisa di pastikan bahwa armor kegelapan akan benar-benar hancur berkeping-keping.
Pertarungan yang sangat sengit terjadi antara Leon dan Ular Hitam, sesekali ledakan yang sangat keras terdengar sampai ke kota sehingga membuat para warga merasakan kengerian dalam diri mereka. Xin, Asta dan juga Guts terlihat sangat khawatir mereka sangat ingin membantu Leon namun mereka tidak bisa membantah perintah Leon sama sekali karena bagi mereka perkataan Leon adalah mutlak dan harus mereka patuhi.
Sementara itu Duke Andrew juga tak kalah khawatirnya yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana jika terjadi sesuatu pada Leon dan sudah di pastikan bahwa dia akan mendapat masalah karena mengingat pengawal Leon adalah orang-orang yang sangat kuat bahkan mungkin di empat benua besar tidak ada yang bisa menandingi kekuatan mereka bertiga.
**
"Jika terjadi sesuatu pada cucuku maka dunia kegelapan akan aku hancurkan tanpa sisa" kata Oliver geram.
Sesekali tubuhnya memancarkan Aura emas yang sangat besar hingga membuat ruang hampa bergetar bahkan gunung Nord juga ikut bergetar hebat karena kekuatan Aura dari raja semesta.
**
Pertarungan Leon dan Ular hitam berlangsung sangat lama namun masih belum menunjukkan hasil akhir dari pertarungan tersebut, sesekali Leon terpental beberapa meter akibat serangan Ular Hitam begitu juga sebaliknya. Keduanya mengeluarkan kekuatan penuh mereka untuk saling menyerang satu sama lain.
"BOOMMMM!!"
__ADS_1
Leon terpental sejauh sepuluh meter dan menabrak kubah emas transparan yang melindungi kota hingga membuat kubah emas transparan tersebut bergetar.
"Ukhuukk" Leon kembali memuntahkan seteguk darah segar, kali ini ia benar-benar mendapatkan luka dalam yang sangat parah akibat serangan Ular hitam, namun Leon tidak menyerah dia kembali bangkit dan melesat maju untuk menyerang Ular hitam.
"Sial..!!!, kenapa kau tak kunjung mati dasar manusia rendahan!!!" kata Ular hitam marah.
Ular hitam itu kemudian menyemburkan cairan hitam pekat dari mulutnya namun dengan sigap Leon menghindari semburan cairan tersebut, Leon menghentikan gerakannya ketika melihat rumput yang terkena cairan hitam itu berubah menjadi hangus seperti terbakar.
"Cairan apa itu?" gumam Leon.
"Tuan jangan sampai anda terkena cairan itu" ujar Liona.
"Memangnya apa itu Liona?" tanya Leon.
"Itu adalah racun Ular Hitam tuan, racun tersebut sangat mematikan dan memiliki efek korosif yang sangat kuat" jawab Liona.
"Apakah itu juga berefek pada Armor bintang?" tanya Leon.
"Tentu tidak tuan, namun Armor bintang hanya melindungi tubuh tuan sementara yang lain tidak, jika bagian lain tubuh tuan terkena racun itu sudah di pastikan bagian yang terkena racun tersebut akan membusuk" jawab Liona.
"Sial, jadi aku harus bertarung dengan lebih waspada" gumam Leon.
Ular hitam tersenyum sinis dalam hatinya ketika melihat Leon yang sedang termenung menatap rerumputan yang telah hangus akibat racunnya, Ular Hitam kemudian melesat dengan cepat kearah Leon setelah cukup dekat ia kemudian menyemburkan racunnya ke arah Leon.
"Tuan awas!!" ujar Liona.
Leon segera tersadar dari lamunannya dan dengan refleks dia menghindar ke samping menghindar semburan racun Ular Hitam, semburan racun tersebut hampir saja mengenai Leon dan jika ia terlambat menghindar satu detik saja sudah di pastikan tubuhnya akan terkena racun mematikan tersebut.
__ADS_1