
Jauh dari kota Beanotown di arah utara tepatnya di sebuah hutan yang sangat menakutkan yang bernama Dark Forest, seekor rubah kecil dengan bulu-bulu halus yang berwarna putih di sekujur tubuhnya terlihat tengah di kejar-kejar oleh sekelompok orang dengan kekuatan yang sangat kuat, diantara mereka yang terlemah adalah di tahapan Immortal.
"Cepat tangkap hewan suci itu, kaisar langit akan memberikan kita hadiah yang sangat besar jika kita berhasil menangkapnya" kata salah seorang pria paruh baya yang terlihat seperti pemimpin kelompok tersebut.
"Baik Jendral" jawab orang-orang tersebut serempak.
Rubah putih yang sedang mereka kejar adalah salah satu hewan suci yang sangat melegenda, konon bagi siapa saja yang bisa mendapatkan inti kristal jiwa rubah putih tersebut kekuatannya akan lansung meningkat dan akan bisa menjadi dewa sesungguhnya tanpa hambatan yang berat, ataupun harus menerima sinar bintang terlebih dahulu.
Biasanya untuk seseorang yang ingin naik tingkat menjadi dewa yang sesungguhnya atau True God maka orang tersebut haruslah mendapatkan sinar dari dua belas bintang terlebih dahulu yang melambangkan dua belas dewa penjaga raja semesta.
Namun akan berbeda cerita jika orang tersebut berhasil mendapatkan inti kristal jiwa milik rubah putih yang merupakan hewan suci legenda yang memiliki kekuatan bintang dalam inti kristal jiwanya. Maka orang yang mendapatkannya akan langsung bisa menjadi dewa sesungguhnya jika kekuatannya sudah berada di tahap dewa Langit puncak. Atau jika kekuatannya masih di bawah dewa Langit maka kekuatannya akan naik secara drastis.
"Cepat jangan sampai kehilangan jejaknya" kata pemimpin kelompok tersebut.
Beberapa jam telah berlalu namun mereka masih belum berhasil juga untuk menangkap Rubah putih tersebut, berbagai macam serangan mereka arahkan kepada rubah putih tersebut namun semua serangan mereka meleset dan berhasil di hindari dengan mudah oleh rubah putih.
Namun nasib berkata lain karena fokusnya yang terpecah akibat harus berlari sekuat mungkin sambil menghindari serangan yang mengarah padanya, Rubah putih tersebut sampai tak menyadari bahwa yang di depannya saat ini adalah jurang yang sangat terkenal di hutan Dark Forest yaitu jurang kematian.
Tanpa sengaja kaki rubah putih tersebut tersandung oleh akar hingga akhirnya tubuh rubah putih tersebut terpental dan berguling-guling hingga terjatuh ke dalam jurang kematian.
"Berhenti, jangan di kejar lagi atau kita akan berakhir dalam jurang ini" kata pemimpin kelompok.
"Lalu bagaimana selanjutnya jendral?" tanya salah satu dari mereka.
"Kita relakan saja rubah putih itu, karena mau bagaimanapun dia juga tidak mungkin bisa selamat setelah masuk kedalam jurang yang mengerikan ini" kata pemimpin kelompok tersebut yang merupakan seorang Jendral.
"Mari kita kembali" ajak jendral tersebut.
Jurang kematian sendiri merupakan sebuah jurang yang sangat menakutkan, bahkan mereka yang memiliki kekuatan hebat tak bisa sembarangan masuk kedalam jurang tersebut.
__ADS_1
Pada awalnya jurang kematian hanyalah jurang biasa dan tidak berbahaya malahan di dalamnya terdapat beberapa tumbuhan langka dan juga kristal jiwa Energi Kehidupan, Namun sejak raja semesta menjadikan tempat itu sebagai penjara bagi monster-monster mengerikan tahap legenda, jurang tersebut pun berganti menjadi jurang yang mematikan.
Di kedalaman jurang kematian rubah kecil yang berwarna putih tersebut perlahan-lahan menjadi besar kemudian berubah menjadi seorang perempuan cantik dengan rambut panjang berwarna perak serta mata yang berwarna biru safir.
"Arkhhh!!" wanita itu mengerang kesakitan, dia kemudian mengangkat sedikit gaun putihnya ke atas dan terlihat kakinya yang sudah terluka akibat terjatuh dari ketinggian.
"Kenapa manusia selalu saja memburuku" gumam wanita itu sedih.
"Padahal waktu tuan masih ada, tidak ada yang berani mengganggu kami para hewan suci" lanjutnya.
Dulunya ada sebuah kerajaan khusus yang di buat oleh raja semesta untuk para hewan suci dengan tujuan agar para manusia tidak bisa menggangu mereka ataupun menangkap mereka semua, namun sejak menghilangnya raja semesta kekacauan terjadi di mana-mana begitu juga dengan para hewan suci yang mulai di buru oleh para manusia untuk di jadikan budak mereka ataupun untuk di ambil kristal jiwanya.
**
Di kota Beanotown Leon dan ketiga pengawalnya berpamitan kepada Duke Andrew untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan alasan untuk menyelesaikan misi, hal ini mereka lakukan agar bisa keluar dari kota tersebut, jika mereka tidak mengatakan akan menyelesaikan misi maka sudah tentu Duke Andrew akan menahan kepergian mereka.
"Tidak perlu sungkan tuan Leon, datanglah lain kali jika ada waktu" jawab Duke Andrew.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi" kata Leon ramah kemudian menghilang dari pandangan Duke Andrew diikuti oleh Xin dan yang lainnya.
Di langit nampak empat cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah utara, Leon sendiri juga tidak tau arah tujuannya kemana namun entah kenapa seperti ada sesuatu yang menariknya ke arah Utara.
"Sebaiknya kita istirahat dulu" kata Leon pada ketiga bawahannya
"Baik tuan muda" kata mereka bertiga serempak.
Mereka berempat kemudian turun di sebuah hutan yang tidak terlalu lebat, Leon kemudian meminta Guts untuk menelusuri wilayah hutan di sekitar mereka untuk berjaga-jaga, sementara Xin bertugas untuk mencari kayu bakar.
"Tuan muda kenapa kita beristirahat di sini?" tanya Asta.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa sedikit lelah saja" jawab Leon santai.
Tidak lama kemudian Xin dan Guts kembali ke tempat Leon dan Asta, mereka berempat kemudian beristirahat sejenak di hutan tersebut sambil membakar beberapa daging potong yang telah di sediakan oleh Duke Andrew sebelumnya.
"GGRRROOOOARR!!" raungan yang sangat keras tiba-tiba saja mengejutkan mereka berempat, Xin, Asta dan Guts lansung berdiri dan mengelilingi Leon, sementara Leon sendiri masih sangat santai menikmati daging bakarnya.
Dari arah semak-semak keluar seekor harimau yang sangat besar dengan tatapan bengis dan mengancam, Harimau tersebut memiliki kulit hitam pekat dengan tinggi sekitar dua meter serta mata yang merah menyala seperti darah.
"Itu harimau mata iblis" ujar Asta.
"Kalau begitu, Asta kau saja yang melawannya" ujar Leon.
"Baik tuan muda" jawab Asta.
Asta kemudian maju beberapa langkah ke depan dengan sebuah pedang di tangannya, pedang tersebut adalah Soul Weapon yang telah di berikan oleh raja semesta kepadanya. Asta memilih Soul Weapon dengan jiwa Singa api, Xin memilih Soul Weapon dengan jiwa Elang Es, Sementara Guts memilih Soul Weapon dengan jiwa Ular biru.
Ketiga jiwa Soul Weapon mereka melambangkan tiga raja penguasa, yaitu Singa api raja daratan, Elang es raja langit, dan Ular biru raja lautan. Namun tetap saja jika di bandingkan dengan empat hewan suci legenda maka kekuatan ketiganya masih bukan apa-apa.
"Asta, aku rasa kau tidak perlu menggunakan Soul Weapon untuk mengalahkan harimau itu" ujar Leon.
"Bukan begitu tuan muda, saya hanya ingin menguji kekuatan Soul Weapon pemberian raja semesta saja, sekaligus sebagai latihan bagi saya untuk menguasai Soul Weapon ini" jawab Asta.
"Kalau begitu selesaikan dengan cepat" kata Leon.
"Baik tuan muda" ujar Asta.
Asta kemudian melesat dengan kecepatan tinggi untuk menyerang harimau mata iblis tersebut, begitu juga dengan harimau mata iblis yang juga melesat maju untuk menyerang. Asta yang telah mendapatkan peringatan dari Leon untuk menyelesaikannya dengan cepat lansung menggunakan kekuatan yang besar untuk menyerang, Asta menebaskan pedang tersebut dengan sangat cepat hingga tak bisa di hindari oleh harimau mata iblis.
"Swuushhh" Hanya dalam beberapa tarikan nafas saja Asta sudah muncul kembali di belakang harimau mata iblis begitu juga dengan sebaliknya, namun kondisi harimau mata iblis tidak lagi utuh karena kepalanya sudah berhasil di penggal oleh Asta.
__ADS_1