LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Leon Vs 10 Tyran 2


__ADS_3

Di balik awak tiga orang dengan aura tahap Expert menegah menatap ke sepuluh Tyran yang sedang menyerang Leon dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, jika saja mereka tidak dilarang untuk turun tangan maka sudah pasti mereka bertiga akan meratakan mereka semua dengan tanah.


Sementara itu Leon masih nampak bersusah payah menghadapi ke sepuluh Tyran, meskipun tingkat energinya sangat besar namun kekuatan sebenarnya hanyalah berada di tahap Lord level 3, dan jika bukan karena armor bintang maka sudah pasti tubuh Leon akan mengalami luka yang sangat parah ketika menerima serangan mereka semua.


"BBOOMMMM!!"


"BBOOMMMM!!"


Duka ledakan besar terdengar lagi dari dua arah yang berlawanan hingga menimbulkan sebuah kawah yang lumayan besar, dari salah satu kawah nampak Leon yang sedang berusaha untuk mencoba berdiri lagi, sementara di kawah yang lainnya terlihat salah satu Tyran yang sebelumnya terluka sudah tidak sadarkan diri lagi.


"Kau berani sekali kau menghabisi saudara kami" kata Tyran pertama.


"Ukhuukk, ukhuukk, kalian ini sangat lucu, jadi maksud kalian aku hanya harus berdiam diri saja ketika melihat kalian menghancurkan kotaku?" tanya Leon dengan nada sinis.


[Tuan jangan lagi menahan kekuatanmu, jika tidak luka dalammu akan semakin parah, lagi pula jika kau menggunakan energi kehidupan meskipun kau terluka maka kau akan disembuhkan secara perlahan]


"Terimakasih Liona" gumam Leon.


Leon kemudian berjalan pelan keluar dari kawah yang tercipta akibat dirinya yang terhempas dengan keras di sana.


"Kalian ingin tau satu hal?, ini adalah pertarungan pertamaku dan jujur saja ini sangat menyenangkan, dan kalian tau aku sebenarnya hanyalah sebuah sampah yang tidak berguna di kota ini, tapi bukan berarti kalian bisa menghancurkan kota ku dengan mudahnya, untuk melakukan itu kalian harus mengalahkan aku dulu" kata Leon.


Duke Anderson merasakan getaran yang sangat hebat di dalam dadanya saat Leon mengucapkan kata-kata tersebut, bahkan dirinya sendirilah yang telah menganggap Leon sebagai sampah, dan sekarang sampah tersebut sedang berusaha mati-matian melawan musuh yang sangat kuat dalam jumlah banyak sekaligus.


"Maafkan ayah Leon" gumam Duke Anderson menyesal.


"Hahahaha anak muda jangan bercanda, dari caramu bertarung kau jelas bukan amatir" ujar Tyran ke-lima.

__ADS_1


"Terserah mau percaya atau tidak tapi jujur saja aku mulai muak dengan kalian, oh ya sedari tadi kalian penasaran kenapa dalam tubuhku tidak ada energi kan, sekarang rasakan energiku sepuasnya" kata Leon


Leon melepaskan semua energi kehidupan dalam dirinya dan sama sekali tidak ia tahan sedikitpun, mereka semua yang ada di sana tiba-tiba saja merasakan tekanan yang sangat kuat di tubuh mereka, bahkan kaki mereka mulai bergetar seakan tidak sanggup berdiri di hadapan energi yang sangat besar tersebut.


Hal ini terjadi karena energi kehidupan dalam diri mereka tidak sebesar milik Leon, dan lagi mereka hanya mengandalkan energi spiritual yang sudah jelas jauh lebih lemah dari energi kehidupan.


Shin, Asta dan Guts yang berada di balik awan juga ikut merasakan tekanan yang sangat kuat, bahkan mereka harus menggunakan energi spiritual mereka untuk bisa menahan tekanan tersebut dan agar tetap bisa bersembunyi di atas awan.


Leon sedikit mengangkat alisnya ketika energi kehidupan miliknya menangkap adanya kekuatan lain yang jauh lebih besar tengah mengawasinya dari atas awan, namun Leon tidak menghiraukannya dan lansung menyerang para Tyran yang tersisa.


"Energi apa ini, kenapa tekanannya sangat kuat" ucap Tyran ke-empat


"Awas, dia datang menyerang!" ujar Tyran ke-tiga


Para Tyran yang tersisa berusaha dengan keras untuk menghindari serangan Leon yang sangat cepat, mereka nampak sangat kesulitan untuk bergerak di bawah tekanan luar biasa dari energi Leon.


"BBOOMMMM!!"


Dan sekali lagi sebuah kawah kecil tercipta dan di dalam kawah tersebut salah satu dari Tyran sedang mencoba untuk berdiri lagi, tulangnya terasa seakan mau remuk hanya karena satu serangan tunggal dari Leon.


"Sial, kita harus menyatukan energi kita agar bisa menahan energi gila ini, jika tidak kota semua akan mati" ucap Tyran pertama.


Kesembilan Tyran yang tersisa kemudian menyatukan energi spiritual mereka untuk menahan tekanan kuat dari Energi Leon, dan ternyata berhasil walaupun tidak semuanya tapi tekanan yang mereka rasakan tidak lagi seperti sebelumnya, dan sekarang mereka sudah bisa bergerak dengan sedikit bebas.


"Sial, ternyata mereka bisa bertahan" gumam Leon kesal, ketika menyadari para Tyran tidak lagi merasakan tekanan dari energinya.


Pertarungan sengit kembali terjadi antara Leon dan kesembilan Tyran yang tersisa, dentuman serta ledakan keras kembali terdengar saat pukulan mereka bertemu.

__ADS_1


Satu jam berlalu namun diantara mereka belum ada yang menunjukkan tanda-tanda kekalahan, meskipun tubuh mereka telah di penuhi oleh lebam-lebam dan juga luka sayatan namun mereka masih tetap saling menyerang dengan ganas.


Begitu juga dengan Leon, meskipun di hadapkan dengan sepuluh musuh yang kuat sekaligus dia sama sekali tidak gentar, meskipun tubuhnya dilindungi oleh Armor bintang namun luka dalam yang ia alami cukup parah, karena pada dasarnya armor hanya melindungi tubuh bagian luarnya saja.


"BOOMMMM!!"


Tubuh Leon terpental puluhan meter ke belakang dan menabrak batu besar hingga membuat batu tersebut hancur.


"Leon!!!" Teriak Duke Anderson dengan wajah cemas.


"Ukhuukk, ukhuukk sepertinya aku memang bukan tandingan mereka" gumam Leon pelan.


Dia mencoba untuk berdiri namun tidak bisa seluruh terasa sakit, dan tulang-tulangnya terasa remuk.


"Hahahaha akhirnya kau menyerah juga nak" kata Tyran pertama.


"Kami akui, kau adalah lawan yang hebat bahkan sampai membuat kami terluka dan membunuh salah satu saudara kami, tapi hari ini namamu hanya akan di kenang saja, itupun jika masih ada yang tersisa dari kota ini" ucap Tyran ke-dua.


Di atas awan Xin, Asta dan Guts terlihat sangat khawatir sekaligus marah ketika melihat Leon tengah terbaring lemah di atas tanah, mereka sangat ingin bergerak namun tidak berani melawan perintah raja semesta.


"Kalian bertiga sekarang sudah boleh menyerang, cucuku sudah kelelahan"


Akhirnya kalimat yang mereka tungu-tunggu sedari tadi terdengar di telinga mereka, tanpa berlama-lama mereka bertiga lansung melesat turun dengan kecepatan luar biasa hingga menyebabkan ledakan besar dan debu beterbangan dimana-mana.


Beberapa saat kemudian debu-debu tersebut perlahan menghilang di bawa oleh angin, dan mereka semua sangat terkejut ketika melihat tiga pria dewasa tengah berlutut di depan Leon.


Para Tyran yang tersisa juga sangat terkejut, mereka semua bergidik ketakutan setelah merasakan kekuatan tiga orang yang baru datang tersebut sangatlah jauh di atas mereka.

__ADS_1


"Raja muda serahkan sisanya pada kami, sekarang anda bisa beristirahat" ucap Xin.


__ADS_2