LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Pelelangan Merak Emas


__ADS_3

Setelah memberi pelajaran berharga pada Duke Andrew Leon kemudian di sambut hangat oleh Duke Andrew dan yang lainnya, bahkan Leon, Xin, Asta dan Guts di izinkan untuk tinggal di mansion penguasa kota


Di dalam kamarnya Leon terbaring di atas tempat tidur dengan mata menerawang langit-langit kamar tersebut, dia merasa bingung tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Liona apa kau punya saran untukku?" tanya Leon.


"Tentu tuan, bagaimana jika tuan mulai mempelajari buku skill pemberian raja semesta yang lain" jawab Liona.


Selama dua tahun berlatih dengan raja semesta Leon hanya fokus mempelajari buku skill 'Great Teleportation' karena memang skill tersebut sangat sulit untuk di pelajari namun usaha Leon tidak sia-sia sekarang ia bahkan dengan mudahnya membuka dimensi ruang dan waktu, namun karena kekuatan fisiknya masih di tahap Lord untuk menggunakan skill tersebut masihlah sangat susah.


Jika tidak di bantu oleh energinya yang sangat besar yaitu menyamai seseorang dengan tahap Mortal maka Leon pasti tidak akan pernah bisa menggunakan skill tersebut meskipun ia sudah mempelajari dan memahaminya.


Karena pada dasarnya untuk seseorang bisa menguasai skill dimensi ruang dan waktu setidaknya kekuatan asli orang tersebut minimal harus berada di tahap Emperor yakni satu tingkatan di bawah tahap legenda.


"Lalu skill apa yang kau rekomendasikan?" tanya Leon.


"Karena saat ini tuan masih sangat lemah, maka skill yang paling cocok untuk tuan pelajari adalah skill yang meningkatkan kekuatan tubuh serta kekuatan serangan tuan" jawab Liona.


"Lalu skill apa itu?" tanya Leon semakin penasaran.


"Untuk skill pertahanan tubuh tuan bisa mempelajari skill 'Absolute Barier' dan untuk menambah kekuatan serangan tuan harus mempelajari skill 'Sword of Destruction" jawab Liona.


"Tapi bukankah skill Sword of Destruction harus menggunakan pedang?, sedangkan saat ini aku hanya punya pedang semesta, yang tidak mungkin bisa aku gunakan secara sembarangan" kata Leon.


"Kalau begitu kenapa tuan tidak mencari pedang baru saja untuk tuan gunakan saat pertarungan" jawab Liona.


"Itu ide yang sangat bagus Liona aku akan mencari pedang yang bagus nanti, tapi apa ada skill yang bisa digunakan tanpa senjata, karena tidak mungkin aku akan selalu melukai musuhku dengan senjata" ucap Leon.


"ada tuan, untuk itu saya merekomendasikan skill 'Matrial Mastery' skill tersebut khusus untuk pertarungan tanpa senjata" jawab Liona.


"Bagus kalau begitu aku akan lansung mempelajari skill itu" ujar Leon kemudian dia mencari buku skill tersebut di dalam cincin semesta.


Di dalam cincin semesta tersebut juga terdapat banyak sekali buku skill yang tersusun rapi bagaikan di perpustakaan hingga membuat Leon agak kesusahan mencarinya, hingga setelah beberapa menit ia menemukan sebuah buku dengan sampul hitam bertuliskan Matrial Mastery Skill.


Leon kemudian mengeluarkan buku tersebut dari cincin semesta dan mulai mempelajarinya dengan serius, hingga tanpa ia sadari ia telah mempelajari skill tersebut hingga larut malam, dan dengan bantuan Liona, Leon lansung bisa menguasai skill tersebut hingga level tertinggi.


"Hoaaammm!!, aku mempelajari skill ini sampai malam, sebaiknya aku tidur dulu" gumam Leon kemudian dia lansung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan beberapa saat kemudian ia sudah tertidur pulas.


**


Keesokan harinya Leon yang sedang tertidur pulas lansung terbangun ketika mendengar suara pintu kamarnya di ketuk seseorang.


"Tok...tok...tok..."


"Siapa itu?" tanya Leon.


"Saya pelayan tuan" jawab pelayan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Leon.


"Saya ingin menyampaikan pesan dari Duke Andrew, beliau bilang hari ini akan ada acara lelang di kota jika tuan berminat beliau sudah membelikan kursi VIP untuk tuan" jawab pelayan tersebut.


"Baiklah terimakasih sudah memberitahukannya padaku" kata Leon kemudian lansung bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Leon lansung menuju ke kota, dia sangat ingin mengikuti acara lelang tersebut namun bukan sebagai tamu VIP dari Duke Andrew.


Setelah beberapa menit mencari akhirnya Leon menemukan tempat acara lelang yang akan berlangsung, tempat tersebut bernama 'Pelelangan Merak Emas'.


Leon lansung masuk ke dalam rumah lelang tersebut dan karena tidak memiliki kartu undangan akhirnya Leon harus membayar sebesar 20 koin emas untuk masuk ke tempat tersebut.


Sebenarnya biaya untuk masuk hanya 5 koin emas dan dengan menyerahkan 20 koin emas maka Leon mendapatkan kursi khusus VIP di lantai tiga.


"Lumayan juga" kata Leon ketika masuk ke ruangannya.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya acara lelang tersebut di mulai, acara lelang di bawa oleh seorang perempuan cantik dengan pakaian yang sangat menggoda hingga membuat para pria sedikit meneteskan darah dari hidung mereka.


Acara lelang berlangsung dengan tertib satu persatu barang mulai di tunjukkan dan berhasil di terjual dengan harga yang tinggi namun tidak satupun dari barang tersebut yang berhasil menarik perhatian Leon.


"Baiklah semuanya ini adalah barang terakhir yang akan di lelang hari ini, dan aku sendiri yang akan memimpin pelelangan barang ini, tapi sebelum itu perkenalkan namaku Hugo" kata seorang pria paruh baya yang merupakan pemimpin rumah Lelang.


"Bawa masuk barangnya" Hugo.


Empat orang pria membawa sebuah kotak yang di bungkus dengan kain hitam, meskipun kotak tersebut tidak terlalu besar namun keempat orang tersebut nampak sangat kesusahan membawanya.


"Pedang ini bernama Sword Of Darkness menurut cerita pedang ini di buat dari batu meteor yang terkenal sangat kuat dan tidak ada satupun pedang yang sanggup bertanding dengan pedang ini" kata Hugo menjelaskan.


"Liona lebih kuat mana antara pedang semesta dan pedang itu?" tanya Leon.


"Tentu saja lebih kuat pedang semesta tuan, karena meskipun pedang itu kuat itu tetap pedang biasa, tidak seperti pedang bintang yang memiliki jiwa dan bisa memilih sendiri siapa yang akan menjadi tuannya" jawab Liona menjelaskan.


"Baiklah akan aku dapatkan pedang itu" gumam Leon.


"Tuan-tuan sekalian mari kita mulai saja acaranya, harga awalnya adalah 1000 koin emas" kata Hugo.


"1100"


"1200"


"1300"


"2000"


"2500"


Harga yang di tawarkan untuk pedang tersebut terus naik, namun Leon masih diam dan belum menawar ia ingin melihat sebatas mana kemampuan orang-orang tersebut.

__ADS_1


"6000"


Semua orang tercengang saat salah seorang dari kamar VIP no 3 menawar lansung dengan harga tinggi, mereka semua sangat penasaran tentang siapa yang menaikkan harga segila itu.


"6000 satu..."


"6000 dua.."


"En..."


"10.000" ujar Leon menghentikan ucapan Hugo.


Semua peserta lelang yang hadir baik itu tamu biasa maupun tamu VIP sangat terkejut ketika mendengar peserta ruang VIP nomor 5 menaikkan harga dengan sangat tinggi.


"Sial, siapa yang berani melawan ku" kata tamu VIP No 3.


"11.000"


"15.000


"Sial siapa sebenarnya orang itu" kata tamu VIP No 3.


"20.000 ini adalah batasanku" gumamnya pelan.


"25.000"


Sekali lagi para tamu lelang yang lain hanya bisa tercengang mendengar kedua tamu VIP tersebut menyebutkan harga, walaupun pada akhirnya pedang hitam itu di menangkan oleh Leon dengan harga 25.000 koin emas.


Setelah acara lelang selesai Hugo lansung bergegas menuju ke ruang VIP nomor 5 sambil membawakan kotak yang berisi Sword of Darkness, Hugo juga sangat penasaran dengan orang tersebut sehingga dia memutuskan untuk mendatangi dan mengantarkan barangnya sendiri.


"Tuan ini pedang anda" kata Hugo ramah.


"Terimakasih, dan ini bayaran anda tuan Hugo" kata Leon sambil menyerahkan 25.000 koin emas.


Leon melambaikan tangannya dan dalam sekejap peti tersebut hilang dan masuk kedalam cincin semesta, Hugo dan para pembawa peti tersebut tercengang ketika melihat peti yang mereka pegang tiba-tiba menghilang begitu saja.


"Baiklah urusanku sudah selesai, sekarang aku permisi" kata Leon.


"Tunggu tuan, ini adalah kartu tamu kehormatan rumah lelang ini, terimalah tuan dan jadilah tamu kehormatan rumah lelang kami" kata Hugo sambil menyerahkan kartu dengan warna emas dengan gambar merak dan tulisan tamu kehormatan.


"Terimakasih tuan Hugo, namaku Leon" kata Leon mengambil kartu tersebut kemudian menghilang begitu saja.


**MAAF YA SEMUANYA HARI INI AUTHOR HANYA BISA UP SATU CHAPTER KARENA ADA URUSAN MENDADAK, DAN KEMUNGKINAN UNTUK BEBERAPA HARI KE DEPAN AUTHOR JUGA GAK BISA UP KAYAKNYA


TAPI TENANG NANTI BAKAL AUTHOR BIKIN CRAZY UP, TETAP DUKUNG TERUS AUTHOR YA DENGAN CARA LIKE, VOTE, DAN RATE NOVEL INI.


TERIMAKASIH**

__ADS_1


__ADS_2