LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Dunia Jiwa Leon ³


__ADS_3

Leon melebarkan kedua matanya dengan mulut yang terbuka lebar saat melihat betapa luasnya dunia jiwa dalam dirinya, setidaknya ada lima gunung besar dan beberapa bukit di daratan tersebut dengan bentangan luas hutan yang masih sangat alami, serta terdapat sungai yang langsung mengalir ke sebuah danau yang sepertinya terletak di tengah-tengah daratan tersebut.


Di langit dunia jiwa yang berwarna biru serta di hiasi dengan awan putih tersebut Leon dapat melihat dengan jelas dua belas cahaya yang sangat terang serta memancarkan cahaya yang agung, dua belas cahaya tersebut bagaikan matahari namun cahaya serta suhunya tidak panas seperti matahari.


"Kakak!!, akhirnya kau datang juga!!"


Suara Ashley membangunkan Leon dari lamunannya yang masih mengagumi betapa indah dan luasnya dunia kecil yang tercipta dalam dirinya.


"Ashley, maaf aku membuatmu masuk ke dunia jiwa ini" ucap Leon.


"Tidak apa-apa kakak, lagipula di sini sangat nyaman dan jika ada rumah aku pasti akan lebih memilih tinggal di sini" ujar Ashley.


"Rumah ya..." gumam Leon sambil mengelus ujung dagunya, Leon tiba-tiba ingat penjelasan Liona tentang dunia jiwa yang ada dalam dirinya yang mana menurut Liona dia bisa berbuat dan menciptakan apa saja dalam dunia jiwa tersebut.


"Baiklah akan aku coba" gumam Leon


"Ashley kau mau rumah dimana?" tanya Leon


"Aku ingin rumah di puncak bukit itu" kata Ashley menunjuk ke sebuah bukit dengan air terjun.


"Baiklah kalau begitu mari kita ke sana" ajak Leon.


Ashley kemudian mengikuti Leon menuju ke bukit yang tidak terlalu tinggi tersebut. Sesampainya di sana Leon kemudian mencoba menciptakan sebuah rumah dengan menggunakan imajinasinya


Leon membayangkan sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar lengkap dengan ruang tamu, dua kamar yang masing-masing memiliki kamar mandi, dapur, ruang makan dan juga semua perabotan rumah tangga seperti kursi, meja makan dan lain sebagainya. Tak lupa Leon juga membayangkan halaman yang luas yang di hiasi oleh taman bunga serta batu giok hitam sebagai jalan.


Di atas bukit tersebut tiba-tiba muncul cahaya kecil yang semakin lama semakin besar dengan cahaya yang sangat menyilaukan hingga membuat Ashley menutup kedua matanya, setelah beberapa detik berlalu dan cahaya tersebut menghilang dan secara ajaib muncul sebuah rumah seperti yang di pikirkan oleh Leon.

__ADS_1


"Ashley buka apa kau suka?" tanya Leon.


Ashley agak kaget dengan pertanyaan Leon karena sebelumnya ia menutup mata akibat cahaya yang sangat menyilaukan, dengan perlahan-lahan Ashley membuka matanya karena takut cahaya tersebut masih ada.


"Bagaimana?" tanya Leon lagi.


"Ba-bagaima bisa..?" tanya Ashley bingung.


"Tentu saja bisa, jadi apa kau bisa? tanya Leon sekali lagi.


"Aku sangat suka kakak terimakasih. Jadi kita tidak perlu khawatir lagi saat kita menikah nanti" ucap Ashley kegirangan sambil memeluk Leon.


"Eh tadi kau bilang apa..?" tanya Leon memastikan.


"Hah... eh itu... A-aku hanya senang saja" jawab Ashley dengan wajah sedikit memerah.


"Ooh aku kira kau bilang apa, kalau begitu mari kita masuk ke dalam rumah itu" ajak Leon.


"Apa aku hanya salah dengar, atau dia memang mengatakan tentang menikah" batin Leon.


Leon dan Ashley kemudian turun di halaman rumah tersebut, di halaman rumah sederhana itu sudah di hiasi dengan batu giok hitam sebagai pijakan, serta terdapat berbagai macam bunga di kiri dan kanan jalan menuju ke pintu rumah. Halaman tersebut juga sangat luas dengan di kelilingi oleh pagar yang terbuat dari kayu sampai ke samping air terjun. Di samping air terjun sendiri terdapat sebatang pohon yang sangat rindang yang di bawahnya terdapat kursi yang cukup panjang untuk bersantai dan menikmati pemandangan.


"ARRKKHHHH, LEPASKAN AKU!!"


Saat Leon dan Ashley hendak masuk kedalam rumah mereka dikejutkan dengan suara raungan yang sangat keras, Leon menyipitkan kedua matanya karena penasaran siapa yang meraung begitu keras dan lagi bukankah hanya dia dan Ashley yang ada di dalam dunia jiwa tersebut.


"Ah... aku lupa, kakak sebenarnya Soul Reaper yang sebelumnya bertarung denganmu juga ikut terserap kedalam dunia ini, tapi dia saat ini sedang di rantai" kata Ashley menjelaskan.

__ADS_1


"Benarkah, kalau begitu mari kita ke sana" ucap Leon.


Mereka berdua kemudian terbang menuju ke asal suara tersebut yang ternyata ada di kedalaman hutan dunia jiwa, saat mereka berdua sampai di sana Soul Reaper tersebut nampak meronta-ronta ingin melepaskan diri dan ingin segera menyerang Leon namun rantai yang membelenggu dirinya sangatlah kuat. Sebenarnya Leon juga agak terkejut ketika melihat rantai tersebut yang ternyata mengandung energi kehidupan, atau lebih tepatnya terbuat dari energi kehidupan.


"Sialan, lepaskan aku sekarang!!!" ucap Soul Reaper marah.


"Hahahaha untuk apa aku melepaskan mu?" jawab Leon.


"Jika saja tidak ada rantai ini, kekasihmu itu sudah aku bunuh sejak tadi" kata Soul Reaper.


Leon sedikit kesal dengan ucapan sombong Soul Reaper tersebut namun dia mencoba untuk tetap tenang agar tidak terpancing emosi, sementara Ashley wajahnya sedikit memerah saat Soul Reaper tersebut mengatakan bahwa dia adalah kekasih Leon.


Leon diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu, ia kembali mengingat perkataan Liona yang mengatakan bahwa dia bisa berbuat apa saja di di dalam dunia jiwa karena keberadaanya sudah seperti dewa di sana dan terlebih lagi dia adalah pemilik dunia tersebut. Leon tersenyum licik saat sebuah ide terlintas di pikirannya.


"Baiklah aku akan bertarung denganmu sekali lagi, tapi jika kau kalah maka kau harus berjanji untuk mengabdi padaku" kata Leon.


"Jangan bercanda!!, aku adalah raja alam kegelapan bagaimana bisa aku mengabdi padamu,.. tapi tidak masalah karena kalau kau kalah jiwamu akan menjadi milikku" jawab Soul Reaper, dia merasa sangat yakin bahwa dia tidak terkalahkan selama ada kekuatan kegelapan maka kekuatannya akan terus meningkat.


Leon melambaikan tangannya dan seketika rantai yang membelenggu Soul Reaper menghilang. Soul Reaper langsung menyerang Leon saat rantai di tubuhnya menghilang, namun saat dia hampir mendekati Leon sebuah sebuah pukulan keras yang entah darimana datangnya menghantam tubuhnya hingga ia terpental lagi ke tanah.


"Serangan dari mana itu" gumam Soul Reaper.


Soul Reaper kemudian mengeluarkan senjatanya lalu menghilang dan muncul di belakang Leon, namun saat ia ingin menebas tubuh Leon dengan senjatanya sebuah pukulan keras kembali mendarat di tubuhnya hingga membuatnya terpental sangat jauh dan menyebabkan pepohonan menjadi roboh.


"Sayang sekali kalau hutannya rusak" ucap Leon pelan.


Leon melambaikan tangannya sekali lagi dan seketika pepohonan yang telah roboh tersebut berdiri kembali.

__ADS_1


"Sepertinya ide ini akan berhasil" gumam Leon


__ADS_2