
Setelah menghilang dari kota Beanotown, tetua agung Luigi kini muncul kembali di halaman istana bintang. Kedatangannya di sambut oleh raja bintang sendiri karena ia sangat penasaran tentang apa yang terjadi.
"Selamat datang kembali tetua agung" kata raja bintang.
"Terimakasih yang mulia" jawab tetua agung Luigi.
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi?" tanya raja Bintang.
"Apa yang di katakan yang mulia sebelumnya benar, raja muda terluka parah karena bertarung dengan sosok ular hitam dan hal itu pula yang membuat raja semesta marah besar, tapi untungnya raja semesta masih mau mendengarkan perkataan ku, jika tidak aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi" kata tetua agung Luigi menjelaskan.
"Sudah kuduga, karena hanya itu saja yang bisa membuat yang mulia raja semesta marah" ujar raja Bintang.
**
Di kota Beanotown, Leon yang sedang berada di kediaman Duke Andrew masih berusaha untuk menyerap semua energi kegelapan yang berasal dari kristal Hitam, penyerapan tersebut berlangsung lama karena setelah di serap energi kegelapan akan bertarung dengan energi kehidupan di dalam diri Leon.
Namun Leon tidak mau menyerah meskipun memerlukan waktu yang lama dia akan tetap menyerap energi kegelapan tersebut, agar kekuatannya bisa meningkat.
Setelah beberapa jam menyerap energi kegelapan yang ada di kristal hitam, akhirnya energi kegelapan tersebut terserap habis oleh Leon sekarang di dalam tubuh Leon terjadi benturan energi yang sangat kuat antara energi kegelapan dan energi kehidupan.
Benturan dua energi tersebut membuat Leon merasakan sakit di seluruh tubuhnya namun Leon tidak mau berhenti di tengah jalan, Leon tetap memfokuskan dirinya dan mengontrol energi kehidupan dalam dirinya agar dapat menyerap semua energi kegelapan tersebut.
"Tuan, gunakan kristal jiwa kehidupan yang ada di dalam cincin semesta, kristal tersebut berwarna hijau" ujar Liona.
Leon tidak menjawab perkataan Liona dan lansung mengibaskan tangan kanannya, dari dalam cincin semesta keluar lima buah kristal seukuran kepalan tangan dengan warna hijau yang memiliki energi kehidupan yang kuat.
"Serap energi yang berasal dari kristal tersebut tuan" kata Liona.
Leon lansung menuruti kata-kata Liona dengan segera ia menutup matanya dan menyerap energi dari lima buah kristal tersebut secara perlahan-lahan.
Beberapa jam kembali berlalu kini, energi dari lima kristal jiwa kehidupan tersebut telah terserap habis oleh Leon, tabrakan energi kembali terjadi di dalam tubuhnya hingga membuat raut wajah Leon menjadi sangat jelek karena menahan rasa sakit yang ia alami akibat benturan dari dua energi yang berlawanan.
**
Xin, Asta dan juga Guts dapat merasakan kekuatan energi yang sangat dahsyat berasal dari kamar Leon, mereka bertiga saling berpandangan kemudian tersenyum satu sama lain.
Tindakan mereka bertiga membuat Duke Andrew yang juga ada di sana menjadi keheranan, dia sangat penasaran kenapa ketiga orang tersebut tersenyum tiba-tiba namun ia mencoba untuk memendam sendiri rasa penasarannya itu.
__ADS_1
"Tuan Xin, apa kita perlu mengecek keadaan tuan Leon?" tanya Duke Andrew.
"Aku rasa tidak perlu tuan Andrew karena saat ini tuan muda tengah memulihkan tenaganya jadi sebaiknya kita tidak mengganggunya" jawab Xin.
"Baiklah kalau begitu, semoga saja tuan Leon tidak apa-apa dan bisa segera pulih" kata Duke Andrew.
"Tuan Andrew setelah tuan muda memulihkan dirinya kami akan segera pergi dari kota ini" ujar Guts.
"Kenapa terburu-buru sekali tuan?" tanya Duke Andrew.
"Bukan begitu tuan Andrew, kami memiliki misi yang sangat penting yang harus segera kami selesaikan dan karena itu pulalah kami tidak bisa berlama-lama di kota anda" jawab Guts.
"Kalau begitu saya akan meminta pelayan untuk menyiapkan perbekalan untuk kalian, karena jarak kota ini ke kota berikutnya lumayan jauh" ucap Duke Andrew.
"Terimakasih tuan Andrew" ujar Asta.
**
Keesokan harinya semua penduduk kota dikejutkan dengan munculnya cahaya keemasan yang berasal dari kediaman pemimpin kota, cahaya tersebut sangat terang hingga bisa terlihat dari jarak puluhan kilo meter jauhnya.
Beberapa menit kemudian luapan energi yang sangat besar terjadi hingga membuat semua penghuni mansion menjadi ketakutan, meskipun begitu entah mengapa mereka merasakan perasaan nyaman ketika energi tersebut bersentuhan dengan tubuh mereka.
Di dalam kamar, tubuh Leon melayang di udara dengan posisi yang masih duduk bersila serta mata tertutup, seluruh tubuhnya di selimuti oleh cahaya keemasan. Luapan energi kehidupan yang sangat besar memenuhi kamar tersebut hingga membuat benda-benda yang ada di dalam kamar itu menjadi sedikit bergetar.
"Lord 4"
"Lord 5
"Grand Lord 1"
"Grand Lord 2"
"Grand Lord 3
"..."
"Tyran 3"
__ADS_1
Peningkatan kekuatan Leon terhenti saat mencapai tahap Tyran tingkat 3, Leon segera mengkonsentrasikan dirinya lagi dan lansung menyerap semua luapan energi kehidupan yang berada di dalam kamar tersebut, hingga beberapa menit kemudian Leon kembali membuka matanya karena energi kehidupan telah habis ia serap.
"Selamat tuan Anda sudah mencapai tahap Tyran" ujar Liona.
"Hahaha terimakasih Liona ini semua juga berkat bantuan darimu" jawab Leon.
"Sekarang saatnya mencoba kekuatan baru ini" gumam Leon.
Leon melesat dengan kecepatan tinggi melesat menuju ke luar kota Beanotown kemudian kembali lagi ke dalam kamarnya dan waktu yang ia butuhkan hanya dalam hitungan detik saja.
Xin, Asta dan Guts dapat merasakan sebuah kekuatan melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi melewati mereka bertiga menuju ke luar mansion lalu satu detik kemudian mereka merasakan lagi kekuatan tersebut kembali lagi ke dalam mansion.
"Itu pasti tuan" ujar Xin.
"Maksud tuan Xin apa?" tanya Duke Andrew.
"Hahahaha tidak apa-apa tuan Andrew" jawab Xin.
Leon yang sudah muncul lagi di dalam kamarnya merasa sangat puas dengan kecepatan pergerakannya yang sekarang, bahkan tubuhnya terasa sangat ringan sehingga ia bisa bergerak dengan sangat bebas.
"Sekarang saatnya menemui mereka" gumam Leon.
Leon kemudian bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah kekuatannya meningkat entah kenapa ia merasakan tubuhnya menjadi sangat lengket dan juga sangat kotor.
Setelah sepuluh menit berlalu Leon keluar dari kamar mandi dengan menggunakan setelan serba putih serta di belakang punggung bajunya terdapat gambar naga yang melingkari sebuah bintang.
"Selamat siang semuanya" sapa Leon ramah
Mereka semua yang di ruang tamu tersebut tercengang ketika melihat Leon yang baru saja sampai di ruangan tersebut, penampilan Leon terlihat sangat berwibawa dengan baju putihnya, kulitnya terlihat lebih putih dan kencang serta wajahnya yang terlihat lebih tampan dari sebelumnya.
"Selamat atas kenaikan tingkat anda tuan muda" kata Xin, Asta dan Guts serempak.
"Terimakasih" jawab Leon ramah.
"Selamat tuan Leon" ujar Duke Andrew.
"Terimakasih tuan Andrew" jawab Leon.
__ADS_1