
Leon menjadi semakin kesal karena Soul Reaper tersebut malah mengincar Ashley, ditambah lagi serangan Leon sama sekali tidak mempan pada Soul Reaper tersebut, untungnya Leon masih bisa menahan senjata Soul Reaper tersebut jika tidak maka sudah dipastikan dia dan Ashley akan terluka parah.
"Liona apa kau punya saran untuk masalah ini?" tanya Leon.
"Tuan, Soul Reaper adalah makhluk dengan kekuatan kegelapan yang sangat kuat, dan tidak akan bisa di serang dengan kekuatan apapun kecuali dengan elemen Cahaya" jawab Liona.
"Apa!!, tapi aku tidak punya elemen Cahaya" kata Leon kesal.
"Tapi aku punya" ucap suara pria yang tiba-tiba menggema di telinga Leon.
"Benar juga, bukankah pedang semesta memiliki kekuatan elemen Cahaya" gumam Leon.
Leon memasukkan Sword of Darkness kedalam cincinnya setelah itu cahaya keemasan melesat keluar dari tubuh Leon. Leon langsung menangkap cahaya kecil tersebut yang kemudian membesar dan menjadi sebuah pedang.
Leon menggunakan skill ruang dan waktu untuk mengejar Soul Reaper yang saat ini sudah berada di depan Lily, hanya kurang dari satu detik Leon sudah sampai di depan Soul Reaper tersebut dan lansung menebasnya dengan pedang semesta.
Serangan Leon yang tiba-tiba tidak bisa di hindari ataupun di tangkis oleh Soul Reaper, sehingga serangan Leon mengenai tubuhnya dengan telak dan membuatnya terpental beberapa meter kebelakang.
"Arrkkhhhh!!, kenapa kau bisa melukaiku" kata Soul Reaper marah.
"Menurutmu?!" tanya Leon sinis.
Soul Reaper tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pedang Leon, dia baru menyadari bahwa pedang yang Leon gunakan berbeda dari sebelumnya dan sekarang dia bisa merasakan tekanan yang sangat kuat berasal dari pedang tersebut.
"Pedang apa itu" gumam Soul Reaper.
Leon yang melihat Soul Reaper tersebut melamun segera melesat untuk menyerangnya lagi, dan kali ini Leon mengerahkan seluruh kemampuannya, Leon juga melepaskan seluruh energi kehidupan dalam dirinya untuk menekan keberadaan energi kegelapan yang berasal dari Soul Reaper tersebut.
"Sial kenapa energi kehidupan yang ia miliki sangat besar" kata Soul Reaper tersebut.
Pertarungan sengit kembali terjadi dan suara dentingan besi yang beradu kembali menggema di seluruh hutan, hingga membuat penghuni hutan sekali lagi merasakan ketakutan.
Dua aura besar yang sangat berlawanan terus beradu saat Leon dan Soul Reaper tersebut saling menyerang, Dua energi tersebut juga mempengaruhi kehidupan yang ada di dalam hutan, baik itu hewan ataupun tumbuhan. Di satu sisi mereka merasa nyaman dan di sisi lain mereka juga merasakan ketakutan di saat yang bersamaan.
"Sebenarnya siapa kau, kenapa kau memiliki energi kehidupan yang sangat besar" kata Soul Reaper di sela-sela pertarungan.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku adalah orang yang akan mengalahkan mu" jawab Leon.
"Jangan sombong kau manusia" teriak Soul Reaper marah.
Energi gelap terpancar dan meledak di sekitar Soul Reaper bersamaan dengan meningkatnya kekuatan Soul Reaper tersebut, Leon melompat menjauh dan meningkatkan kewaspadaannya karena ia bisa merasakan bahwa kekuatan Soul Reaper tersebut tidak lagi sama dengan sebelumnya.
"Hati-hati tuan, kekuatan Soul Reaper tersebut terus bertambah" ucap Liona.
"Bagaimana bisa kekuatannya terus bertambah?" tanya Leon.
"Pada dasarnya kekuatan Soul Reaper memang sangat kuat tuan, selama ada kekuatan kegelapan maka kekuatannya akan terus bertambah menjadi kuat" jawab Liona.
"Sial, kalau begitu akan aku kalahkan dia sebelum kekuatannya bertambah" kata Leon kemudian melesat maju dengan kecepatan tinggi untuk menyerang Soul Reaper tersebut.
Karena tubuh Leon di selimuti oleh energi kehidupan yang kuat serta kekuatan Absolute Barier yang tiada tanding sehingga membuat kekuatan energi kegelapan sama sekali tidak bisa menyentuh Leon, hal ini pulalah yang memudahkan Leon untuk menyerang Soul Reaper tersebut.
"Blade of Destruction"
Pedang Semesta memancarkan cahaya keemasan, Leon tidak menunggu lama dan lansung menyerang Soul Reaper, pertarungan sengit kembali terjadi namun kali ini lebih besar dari sebelumnya. Pertarungan mereka kali ini benar-benar membawa kehancuran untuk tumbuhan ataupun hewan yang berada di sekitar tempat itu.
"TRANGG!!!"
"TRANGG!!!"
"BOOMM!!!"
Suara dentingan besi yang beradu serta ledakan keras kembali menggema dan menghancurkan hutan di sekitar mereka bertarung, seluruh penghuni hutan berlari menjauh untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Energi kehidupan menyelimuti tubuh Leon dalam bentuk aura yang berwarna keemasan, aura tersebut semakin membesar bagaikan api yang akan semakin membesar jika di tambahkan kayu kedalamnya, semangat tempur Leon juga semakin membesar seperti ada sesuatu yang tengah membara dalam dadanya.
**
Sebuah istana yang sangat megah dan terbuat dari emas nampak berdiri kokoh di tengah-tengah lautan bintang yang tersebar di seluruh alam semesta, istana megah tersebut tiba-tiba bergetar hebat hingga membuat para penghuninya merasa cemas.
"Yang mulia, ada apa ini?" tanya salah seorang pria dengan Armor emas di tubuhnya.
__ADS_1
"Entahlah, tapi aku punya firasat buruk" jawab seorang pria tampan yang sedang duduk di singgasana.
"Yang mulai gawat, dua belas bintang tiba-tiba bergetar dan nampak sedang beranjak dari tempatnya" kata salah seorang prajurit.
"Apa!!!, bagaimana bisa?" kata raja tersebut kemudian lansung beranjak dari tahtanya dan berlari keluar istana yang diikuti oleh dua belas prajurit dengan Armor emas di tubuh mereka.
Sesampainya mereka di luar istana, mereka semua bisa melihat dua belas bintang sedang melayang dan melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.
"Dua belas dewa, cepat hentikan bintang-bintang itu" kata raja tersebut.
"Baik yang mulai" jawab mereka serempak.
Saat kedua belas dewa tersebut ingin bergerak tiba-tiba saja mereka merasakan tekanan yang luar biasa menindas mereka semua.
"Hahahaha apa yang ingin kalian lakukan penghianat, aku tidak akan membiarkan dua belas bintang menemui tuan mereka" tiba-tiba seorang pria tampan dengan pakaian serba putih muncul di depan mereka semua.
"Ra-raja semesta!!" ucap mereka semua kaget.
"Hahahaha kalian semua masih berani memanggilku raja semesta, tapi kalian masih saja berlutut di hadapan raja palsu ini" ucap raja semesta.
"Oliver apa yang kau inginkan?" tanya raja tersebut kesal.
"Yang ku inginkan adalah menghalangi kalian, agar dua belas bintang bisa menemui tuan mereka yang sesungguhnya" jawab raja Semesta.
"Jangan sembarangan, bukankah aku adalah tuan mereka" kata raja tersebut.
"Hahahaha Luchifer, sejak kapan dua belas bintang mengakui kau sebagai tuan mereka, bahkan aku raja semesta yang sah sama sekali tidak di akui oleh mereka, apa lagi kau yang hanya raja palsu" kata Oliver mengejek.
"Kalian semua serang dia" perintah raja yang bernama Luchifer tersebut.
"Hahahaha coba saja jika kalian mampu" ucap Raja Semesta memprovokasi.
Dua belas dewa yang merupakan penjaga raja semesta sama sekali tidak bisa bergerak, karena mereka tau bahwa yang menghadang mereka saat ini adalah raja semesta yang sesungguhnya yang kekuatannya tidak ada tanding di alam semesta ini, bahkan raja semesta yang sekarang bukanlah tandingan Oliver yang berada di tahapan Sky Lord.
Melawan raja semesta yang sesungguhnya sama saja dengan mengantar mereka ke kematian, dan mereka tidak ingin melakukan hal yang sangat bodoh tersebut.
__ADS_1