LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Kedatangan Tiga Bintang


__ADS_3

Beberapa minggu kembali berlalu, saat ini tiga bintang telah sampai di kerajaan Harvest Moon tepatnya mereka telah sampai di kota Awan, mereka bertiga terlihat melayang di atas kota Awan sambil melihat ke seisi kota.


"Menurut informasi yang kita dapat dari tetua agung, aura dari keberadaan raja muda ada di kota ini" ujar Xin.


"Kalau begitu sebaiknya kita temui saja pemimpin kota ini" kata Asta.


"Aku setuju, lebih cepat kita menemukan raja muda maka akan semakin baik" ucap Guts


Mereka bertiga saling memandang satu sama lain kemudian mengangguk pelan, dan dalam sekejap mereka telah menghilang kembali dari pandangan.


Di mansion penguasa kota, Duke Anderson dan beberapa anggota keluarga sedang membahas sesuatu, namun mereka semua terkejut ketika merasakan keberadaan aura yang sangat besar tengah mengarah pada mereka.


"Si-siapa yang memiliki aura yang sangat kuat ini, dan kenapa dia datang ke kota ini" kata Duke Anderson.


"Pemimpin sebaiknya kita keluar dan menyambut kedatangannya atau kita akan dapat masalah" kata salah seorang dari mereka


"Benar kalau begitu mari kita keluar" kata Duke Anderson kemudian segera pergi menuju ke halaman mansion.


Felix dan Evan yang sedang latihan di halaman mansion segera menghampiri ayahnya, yang baru saja keluar dari dalam mansion.


"Ayah ada apa?" tanya Evan.


"Felix, Evan cepat kesini dan berlindung di belakang ayah" kata Duke Anderson.


Felix dan Evan segera berlari kearah ayahnya dan lansung berlindung di belakangnya, mereka berdua bingung dengan sikap ayahnya yang nampak khawatir dan cemas, mereka sangat penasaran namun tidak berani untuk bertanya.


Tidak lama kemudian di atas mereka tiba-tiba muncul tiga orang dengan aura yang sangat kuat, tidak hanya itu bahkan kekuatan ketiga orang yang sedang melayang itu tidak bisa di ukur.


"Siapa pemimpin kota ini?" tanya Xin dengan pandangan menghina.


"Sa-saya tuan, saya adalah pemimpin kota ini" kata Duke Anderson gugup.


"Hmmmm ternyata hanya seekor semut yang menjadi pemimpin kota" ucap Xin.


Duke Anderson dan yang lainnya terlihat sangat marah mendengar ucapan Xin, namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah sangat jelas bahwa ketiga orang tersebut memiliki kekuatan yang sangat kuat, itu karena mereka bertiga bisa terbang dengan mudah.

__ADS_1


Sedangkan untuk seseorang bisa terbang setidaknya harus mencapai tingkat Holly Tyran, itu saja masih sangat susah karena energi spiritual yang di butuhkan untuk terbang sangatlah banyak, sementara ketiga orang tersebut terlihat sangat santai melayang di udara yang artinya ketiga orang tersebut jauh di atas tingkat Holly Tyran.


"Ma-maaf tuan, apakah ada yang tuan inginkan di kota kami?" tanya Duke Anderson.


"Kami bertiga datang untuk menemui seseorang, dan menurut informasi orang yang kami cari ada di kota ini" jawab Xin.


"Siapa yang telah menyinggung mereka, dan kenapa dia malah bersembunyi di kotaku" Duke Anderson membatin.


"Ka-kau begitu, saya akan membantu tuan mencari orang tersebut, sementara itu tuan silahkan mampir di kediaman saya ini" kata Duke Anderson ramah.


"Kalau begitu terimakasih" kata Xin, mereka bertiga kemudian turun perlahan-lahan dan mendarat di halaman mansion Duke Anderson.


"Mari tuan silahkan" kata Duke Anderson mengajak mereka bertiga masuk kedalam mansion.


Xin, Asta dan Guts kemudian mengikuti Duke Anderson masuk kedalam mansion, sesampainya di dalam mansion mereka bertiga di jamu dengan sangat baik oleh Duke Anderson.


"Silahkan di nikmati jamuannya tuan-tuan, maaf jika kurang enak" kata Duke Anderson mempersilahkan mereka.


"Terimakasih pemimpin kota" ucap Xin.


"Namaku adalah Xin, dan mereka berdua adalah temanku, Asta dan Guts" kata Xin memperkenalkan diri.


"Dan untuk orang yang sedang kami cari, kami tidak bisa memberitahukannya pada anda tuan Anderson" lanjutnya.


"Apakah orang tersebut sudah berbuat kesalahan sehingga tuan bertiga mencarinya?" tanya Duke Anderson penasaran.


"Hahaha sudah saya bilang anda tidak perlu tahu, yang jelas orang tersebut ada di kota ini dan seterusnya biar kami yang urus" jawab Xin.


"Kalau begitu baiklah tuan, maaf kalau saya telah bertanya" ucap Duke Anderson.


Duke Anderson tidak lagi bertanya, karena ia tidak ingin salah menanyakan sesuatu dan malah menyinggung tiga orang tersebut.


"Pelayan, setelah ini hantarkan ketiga tuan ini ke kamar peristirahatan, agar mereka bisa beristirahat" kata Duke Anderson pada pelayan.


"Terimakasih tuan Anderson, kalau begitu kami akan undur diri dulu, karena kami bertiga ingin memulihkan tenaga" kata Xin.

__ADS_1


"Tentu tuan, silahkan" ucap Duke Anderson.


Xin, Asta dan Guts kemudian di antarkan oleh salah seorang pelayan menuju ke kamar peristirahatan yang di maksud oleh Duke Anderson.


"Huhhhh... akhirnya aku bisa sedikit tenang" ucap Duke Anderson lega.


"Benar sekali pemimpin, saat mereka ada di sini semuanya sangat tegang, bahkan untuk bersikap biasa saja sangat sulit" kata wakil pemimpin


"Aku setuju dengan wakil ketua, tapi sebenarnya dari mana tiga orang itu?" ucap tetua pertama.


"Sudahlah, intinya sekarang kita harus mendapat perhatian mereka, dan jika kita berhasil membuat hubungan baik dengan ketiga orang tersebut aku yakin keluarga kita akan sangat di untungkan" kata Duke Anderson.


"Felix, Evan berusahalah untuk menjadi murid mereka bertiga" lanjutnya.


"Baik ayah" jawab mereka berdua serempak.


"Paman, aku ingin paman mendekati mereka bertiga, aku yakin mereka akan bersikap sopan karena paman lebih tua dari mereka" kata Duke Anderson.


"Dasar kau ini, jadi kau ingin mengorbankan pamanmu yang sudah tua ini ya" kata tetua pertama yang merupakan paman Duke Anderson.


"Bukan begitu paman, hanya saja.."


"Sudahlah jangan di bahas, biar paman usahakan nanti" kata tetua pertama memotong ucapan Duke Anderson.


Di dalam kamar peristirahatan Xin, Asta dan Guts sedang mencoba mencari keberadaan raja muda dengan menggunakan energi spiritual mereka, namun setelah berjam-jam mereka melakukan itu masih saja belum berhasil, mereka hanya bisa merasakan auranya saja namun tidak tau dia ada dimana.


"Sebenarnya raja muda ada dimana, padahal auranya ada di sini tapi keberadaannya tidak bisa kita temukan" ucap Xin.


"Sabarlah dan terus mencari aku yakin, cepat atau lambat kita akan menemukan raja muda" ujar Asta.


"Benar apa yang di ucapkan Asta, dan sebaiknya kita menetap saja di sini untuk sementara, lagi pula aku rasa pemimpin kota ini bisa sedikit diandalkan" kata Guts.


"Maksudmu?" tanya Xin dan Asta bersamaan.


"Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka, dari apa yang aku dengar sepertinya mereka ingin menjalin hubungan baik dengan kita agar kita bisa menjadi pelindung mereka, selain itu pemimpin kota bahkan ingin menjadikan anak-anaknya sebagai murid kita, jadi kita bisa gunakan kesempatan ini sampai kita bisa menemukan raja muda" kata Guts menjelaskan.

__ADS_1


"Hahaha kalau begitu aku setuju, mereka mencoba memanfaatkan kita tapi sebaliknya merekalah yang akan kita manfaatkan" kata Xin dengan senyuman sinis.


__ADS_2