
Beberapa jam kemudian sebuah cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kedalam hutan Dark Forest kemudian berhenti tepat di depan Xin, Asta dan Guts yang terlihat lansung berlutut di depan cahaya tersebut.
"Tetua Agung!" sapa mereka serempak.
"Aku baru saja sampai di sini tapi sudah di sambut oleh makhluk yang sangat jahat, segera keluar atau aku luluh lantakkan seisi hutan ini" kata tetua Agung Luigi marah.
Xin, Asta dan Guts merasa heran, mereka bertiga bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat tetua Agung Luigi sampai marah, bahkan mereka bertiga bisa merasakan tekanan aura yang sangat besar datang dari tetua Luigi.
"A-ampun tuan!!" sebuah bayangan hitam perlahan-lahan keluar dari dalam sebuah pohon dengan wajah tertunduk.
Meskipun hanya dalam bentuk bayangan namun mereka bisa melihat dengan jelas bahwa bayangan tersebut tidak berani untuk bertatapan lansung dengan tetua Luigi.
"Siapa kau sebenarnya dan kenapa aku merasa kalau kau ada kaitannya dengan semua ini" tanya tetua Luigi.
"Ma-maaf tuan, sebenarnya memang saya yang menyebabkan seorang pemuda jatuh kedalam jurang kematian ini" kata bayangan hitam tersebut gugup.
"Apa!!! dasar makhluk rendahan" kata tetua Luigi marah.
Energi yang sangat kuat meledak di dalam tubuhnya hingga membuat bayangan tersebut terpental sejauh sepuluh meter, namun kemarahan tetua Luigi tidak hanya sampai di sana saja sebuah tombak perak keluar dari dalam tubuhnya dan lansung melesat dengan kecepatan tinggi kearah bayangan hitam tersebut.
Bayangan hitam itu mencoba untuk menghindari tombak perak yang mengarah padanya, namun naas seperti namanya Soul Weapon adalah senjata yang memiliki jiwa dan bisa bergerak bebas sesuai dengan keinginan pemiliknya. Tombak perak tersebut melesat semakin tepat dan menancap tepat di tengah dada bayangan hitam itu kemudian menancap di sebuah pohon besar.
"AARRKKHHHH!!"
Bayangan hitam itu berteriak dengan sangat keras hingga menyebabkan penghuni hutan yang bisa mendengar suara teriakannya berlari sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri mereka.
"Ma-maafkan a-aku tuan, aku mohon lepaskan benda ini" kata bayangan hitam memohon
"Terlambat perbuatan mu sama sekali tidak bisa aku maafkan" kata tetua Luigi.
__ADS_1
Tetua Luigi kemudian menjentikkan jarinya dan dalam sekejap bayangan hitam tersebut tersedot masuk kedalam tombak yang tertancap di dadanya, Bayangan hitam tersebut kembali meraung dengan keras ketika tubuhnya terserap masuk kedalam tombak tersebut.
Tombak yang semula tertancap di pohon berdengung dengan keras setelah menyerap bayangan hitam tersebut. Tombak perak tersebut kemudian melesat kembali ke arah tetua Luigi dan lansung masuk kedalam dirinya.
"Untuk sementara waktu kita kembali dulu, masalah ini akan aku pikirkan dan mungkin aku akan menemui raja semesta" kata Tetua Agung Luigi.
"Baik tetua" jawab ketiganya serempak. Mereka berempat kemudian menghilang dari dalam hutan Dark Forest dan kembali ke kerajaan Bintang.
**
Di kedalaman jurang kematian, Leon dan Ashley tengah duduk beristirahat di dalam sebuah gua, Leon menyalakan api untuk membakar daging kering yang masih tersisa beberapa di dalam cincin penyimpanannya.
"Ini silahkan dimakan, maaf kalau tidak enak" kata Leon sambil menyerahkan daging bakar pada Ashley.
"Terimakasih kakak" ujar Ashley.
"Iya" jawab Leon singkat kemudian membakar satu daging bakar lagi untuk dirinya.
"Hahahaha itu hanya daging bakar biasa Ashley, tapi syukurlah kalau kau menyukainya" ucap Leon.
Setelah selesai makan keduanya kemudian melanjutkan perjalanan untuk menelusuri seluruh hutan tersebut, Leon sudah yakin dengan keputusannya yaitu ingin membawa Ashley keluar dari tempat tersebut.
Selama perjalanan mereka sering kali di hadang oleh monster ataupun binatang buas, awalnya memang mereka agak kesulitan melawan monster ataupun binatang buas yang menghadang namun setelah terbiasa kombinasi serangan dan bertahan mereka berdua menjadi semakin serasi.
Hari-hari kembali berlalu dengan cepat namun Leon tidak mengetahui sudah berapa lama ia berada di dalam jurang tersebut karena di dalam sana sama sekali tidak terdapat sinar matahari ataupun bulan jadi mereka tidak tau kapan siang dan kapan malam, mereka berdua akan singgah dan beristirahat jika sudah merasa lelah dan akan melanjutkan perjalanan jika merasa tenaga mereka telah pulih.
"Jika dihitung sejak aki datang ke sini maka sudah 15 hari aku berada di dalam jurang ini, tapi jalan keluar masih belum kita temukan" gumam Leon.
"Kakak, tenanglah suatu saat nanti kita pasti akan menemukan jalan tersebut" jawab Ashley.
__ADS_1
"Kau benar Ashley kita tidak bisa menyerah!" ujar Leon mengepalkan tinjunya.
"GROOOAARRR!!" seekor harimau dengan tubuh berwana keemasan menghadang mereka berdua.
"Selalu saja begini" gumam Leon.
"Kakak, mari kita kalahkan dia" ujar Ashley.
Mereka berdua kemudian melesat dengan kecepatan tinggi kearah harimau tersebut, tanpa basa-basi keduanya lansung menyerang harimau itu dengan gerakan andalan mereka, Seiring berjalannya waktu dan banyaknya pertempuran yang mereka berdua hadapi kini gabungan serangan mereka berdua menjadi sebuah teknik yang sangat mematikan.
Dengan energi kehidupan milik Leon yang sangat besar, pertahanan mutlak yang Leon miliki, juga kelincahan dan ketepatan serangan Ashley membuat keduanya sangat sulit untuk di sentuh oleh monster ataupun bintang buas tingkat Legenda sekalipun.
Namun tentu saja jika bertarung secara langsung dengan monster atau binatang buas tahap legenda mereka berdua akan tetap kesusahan melawannya, biasanya mereka akan menggunakan teknik tersebut untuk kabur dari kejaran monster ataupun bintang buas tahap legenda.
Tidak butuh waktu lama harimau raksasa tersebut menemui ajalnya setelah kurang dari setengah jam berhadapan dengan Leon dan Ashley, setiap selesai mengalahkan monster ataupun binatang buas Leon selalu mengambil inti kristal jiwa mereka untuk diserapnya bersama Ashley.
"Lumayan jika begini terus maka sebentar lagi aku akan naik ke tingkat selanjutkan" gumam Leon.
"Kakak, kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Ashley.
"Eh... tidak apa-apa, itu karena sebentar lagi energiku akan terisi penuh dan mungkin akan segera naik ke tingkat yang berikutnya" jawab Leon.
"Benarkah?, kalau begitu bagaimana jika kita berburu binatang buas lagi?" tanya Ashley.
"Ashley, tujuan utama kita adalah keluar dari tempat ini, jadi kalau masalah berburu aku rasa itu tidak terlalu penting lagipula untuk naik ke tingkat berikutnya aku harus menyerap banyak kristal jiwa" kata Leon menjelaskan.
"Kalau begitu bagaimana jika menyerap energi kehidupan dari tanaman herbal" ujar Ashley.
"Hmmm benar juga yang kau katakan, kenapa tidak terpikirkan sebelumnya" batin Leon.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu mari kita cari tanaman herbal saja" ajak Leon
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari tanaman herbal di dasar jurang tersebut, meskipun begitu mencari jalan keluar tetaplah perioritas utama Leon mereka berdua hanya mencari tanaman herbal sebagai sampingan saja, karena mencari tanaman herbal lebih mudah di bandingkan dengan harus bertarung melawan monster atau binatang buas untuk mendapatkan inti kristal jiwa mereka.