LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Bertemu Ketua Akademi


__ADS_3

Sebelumnya....


Setelah mengantarkan para murid yang di bawanya menuju ke kamar mereka masing-masing, tetua Reymond kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah bukit yang berada tidak jauh dari akademi.


Tetua Reymond kemudian turun di atas puncak bukit tersebut dan tiba-tiba saja di seperti menghilang dan tertelan oleh sesuatu, tetua agung muncul kembali di sebuah bangunan yang sederhana dan tidak terlalu megah dan di depan bangunan tersebut sudah ada empat orang yang sedang menunggunya.


"Selamat datang tetua ketiga" kata tetua pertama dan kedua serempak.


"Hormat pada ketua dan wakil ketua" kata tetua ketiga sambil sedikit membungkuk hormat.


"Silahkan duduk, tetua ketiga dan ceritakan perjalananmu kali ini?" tanya ketua Akademi.


"Semuanya berjalan lancar ketua, hanya saja kali ini saya menemukan dan berhasil merekrut dua murid yang sangat spesial, bisa di katakan mereka adalah jenius diantara para jenius di dunia ini" kata tetua ketiga.


"Apa maksud anda tetua ketiga?" tanya wakil ketua.


"Begini semuanya, awalnya saya berhasil merekrut lima murid yang menurut saya sudah sangat lumayan karena kelimanya berada di tahap Lord dengan umur yang masih 15 tahun, namun saat perjalanan pulang Rajawali api yang menjadi tunggangan kami di hadang oleh dua orang pemuda yang terlihat berumur 19 dan 18 tahun.."


"Sebentar apa maksud tetua dengan mereka menghadang Rajawali api yang membawa kalian kemari?" tanya tetua pertama.


"Dengar dulu tetua pertama,.. Saat kami dalam perjalanan pulang dua orang pemuda menghadang kami energi keduanya sangat kuat bahkan Rajawali api yang hampir mencapai tahap legenda itupun di buat ketakutan saat merasakan tekanan energi mereka berdua.."


"Apa... bagaimana itu mungkin" ujar wakil ketua.


"Ini benar wakil ketua, namun untungnya mereka berdua hanya salah faham yang mengira bahwa rajawali api tersebut adalah binatang buas yang akan menyerang mereka, saat aku mencoba mendekati mereka berdua aku merasakan tekanan yang sangat kuat terutama dengan yang laki-laki, pada akhirnya setelah perbincangan singkat kami aku mencoba untuk mengajak mereka bergabung dengan akademi kita dan untungnya mereka mau, namun keanehan terjadi lagi, saat mereka berdua naik ke punggung Rajawali tiba-tiba saja energi mereka seperti lenyap entah kemana dan seakan-akan seperti manusia biasa yang tidak punya energi" kata tetua ketiga menjelaskan.


"Ini sangat aneh, biasanya seseorang hanya mampu menutupi separuh tingkat kekuatannya namun dari cerita yang di katakan tetua ketiga bisa di simpulkan bahwa kedua pemuda ini sangatlah kuat" kata ketua Akademi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan ketua?" tanya wakil ketua.


"Baiklah, malam ini kita harus melihatnya" kata ketua Akademi.


**

__ADS_1


Malam harinya lima cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan bukit yang tidak jauh dari akademi, kelima cahaya tersebut melesat menuju ke asrama para murid lalu berhenti di atas asrama.


"Seperti yang di katakan oleh tetua ketiga aku bahkan tidak merasakan adanya energi dari tubuh mereka padahal sudah jelas-jelas mereka ada di dalam bangunan ini" kata tetua pertama.


"Benar aku juga merasakan keberadaan dua orang tanpa energi di dalam bangunan ini" kata wakil ketua.


Sementara itu di dalam kamar asrama Leon dan Ashley sedang beristirahat dan sedang tertidur lelap, tiba-tiba saja Leon terbangun saat merasakan adanya energi yang sedang mengawasinya dari langit.


"Kakak ada apa..?" tanya Ashley yang ikut terbangun.


"Maaf Ashley, kakak ada urusan sebentar kau lanjutkan saja tidurmu" Jawab Leon kemudian menghilang dari kasurnya.


Ketua akademi, wakil ketua dan para tetua sangat terkejut saat mereka merasakan salah satu dari orang yang tidak memiliki energi tersebut tiba-tiba menghilang.


"Apa!!, bagaiman..." ucapan tetua pertama terpotong saat merasakan energi yang sangat dahsyat menekan mereka semua.


"Te-tekanan energi macam apa ini?" kata wakil ketua.


"cepat gunakan energi spiritual kalian untuk menahan tekanan ini" kata ketua Akademi.


"Siapa kalian dan mau apa?" tanya Leon yang tiba-tiba muncul di depan mereka semua dengan energi kehidupan yang sangat besar terpancar dari tubuhnya, namun dia tetap menyembunyikan tingkatannya menggunakan cincin Semesta.


"Le-leon, ini aku tetua ketiga, aku mohon tarik kembali energimu" kata tetua ketiga memohon.


Leon yang mengenali tetua ketiga segera menarik kembali energi kehidupannya dan segera membungkuk memberi hormat pada tetua ketiga.


"Maaf tetua, saya tidak tau jika itu adalah tetua" kata Leon.


"Hebat, tekanan yang sangat hebat dan menakutkan" batin semua orang.


Setelah Leon menarik kembali energinya, akhirnya mereka semua bisa kembali bernafas dengan tenang, saat menatap wajah Leon mereka semua seakan tidak percaya karena tekanan energi yang sangat kuat tersebut hanya berasal dari seorang pemuda yang berumur 18 atau 19 tahun.


"Leon, aku adalah ketua Akademi ini, dia adalah wakil ketua, dia tetua pertama dan dia tetua kedua dan terakhir kau tentu sudah kenal" kata ketua akademi memperkenalkan diri mereka.

__ADS_1


"Ma-maaf atas perlakuan saya yang tidak sopan ketua dan para tetua sekalian" kata Leon menunduk hormat.


"Hahaha tidak masalah Leon, justru kami lah yang salah karena telah mengganggu waktu istirahatmu" kata ketua Akademi.


"Kalau begitu kami semua pamit undur diri Leon" kata wakil ketua kemudian mereka semua menghilang.


"Huhhhh, untung saja aku tidak kelewatan" gumam Leon kemudian menghilang dan kembali ke dalam kamarnya.


Ashley kembali terbangun saat merasakan Leon telah kembali dan lansung duduk di tempat tidurnya, Ashley agak sedikit kaget ketika melihat raut wajah Leon yang terlihat masam.


"Kakak kau kenapa?" tanya Ashley.


"Tidak apa-apa Ashley, hanya saja kakak sudah melakukan kesalahan" kata Leon sedih.


"Kakak jangan khawatir, jika kakak di hukum maka aku juga akan di hukum demi kakak" jawab Ashley sambil memeluk Leon.


"Terimakasih Ashley" kata Leon senang.


"Baiklah, sekarang mari kita tidur" ujar Ashley sambil menarik Leon ke tempat tidur.


**


Di puncak bukit yang tidak jauh dari Akademi, ketua, wakil dan tetua akademi muncul kembali dengan wajah yang nampak masih pucat dan khawatir setelah mengalami tekanan yang sangat kuat dari murid baru mereka.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan bahkan menahan energinya saja kita tidak sanggup" kata tetua pertama khawatir.


"aku memikirkan sebuah ide" ujar wakil ketua.


"Apa itu?" tanya mereka serempak.


"Begini ketua, bagaimana jika kita jadikan mereka berdua sebagai murid khusus yang akan di bimbing langsung oleh ketua Akademi" kata wakil ketua.


"Tapi bukankah itu akan menyebabkan pertanyaan pada para murid lainnya?" tanya tetua pertama.

__ADS_1


"Aku setuju dengan hal tersebut, sebaiknya mereka aku bimbing secara langsung agar mereka berdua tidak terusik oleh orang lain, dan juga mereka akan menjadi andalan di akademi kita" kata ketua Akademi.


"Kalau begitu kami juga setuju dengan ide tersebut ketua" kata para tetua serempak.


__ADS_2