LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Dunia Jiwa Leon ²


__ADS_3

Leon masih mencoba untuk mencerna situasi saat ini karena apa yang ia lihat dan ia alami saat ini adalah sesuatu yang sangat jauh dari jangkauan otaknya, dia mencoba mengingat kembali ucapan Liona yang mengatakan bahwa dalam dirinya telah tercipta dunia jiwa, dan yang menyebabkan hal itu adalah dua belas bintang yang sama sekali tidak Leon ketahui.


Saat Leon hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba saja dia sudah berada di sebuah tempat yang sangat gelap, tempat tersebut sangat mirip dengan ruang hampa milik kakeknya. Ruangan yang sangat gelap tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi terang saat dua belas sosok misterius muncul.


Leon sama sekali tidak bisa melihat wajah ataupun rupa mereka karena tubuh mereka memancarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan hingga membuat Leon harus menutup matanya.


"Tuan, kami sudah lama menanti kedatanganmu" ucap dua belas sosok misterius tersebut.


"Si-siapa kalian?" tanya Leon.


"Tuan akan tau dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya kekuatan tuan, untuk saat ini tuan masih belum bisa melihat wujud kami karena kekuatan tuan masih sangat lemah" kata salah satu dari sosok tersebut.


"Kalau begitu kenapa kalian mau mengakui aku sebagai tuan?" tanya Leon penasaran.


"Pertanyaan tersebut akan terjawab dengan sendirinya tuan, yang jelas keberadaan tuan di dunia ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan dan keamanan bagi alam semesta" jawab salah satu sosok.


Leon hanya bisa tersenyum kecut saat mendengar ucapan dari salah satu sosok agung tersebut, dia memang sudah mengetahui bahwa dia akan menjadi raja semesta yang berikutnya tapi mengembalikan keseimbangan alam semesta bukanlah hal yang mudah dan sekarang dua belas sosok agung tersebut mengatakan bahwa keberadaannya akan membawa perubahan pada Alam Semesta yang artinya secara tidak langsung bisa di katakan dia adalah pemilik alam semesta tersebut.


Leon memegang kepalanya yang terasa sakit saat mendengar penjelasan dua belas sosok tersebut, entah apa yang harus ia katakan karena ia kehabisan kata-kata untuk berbicara.


"Kalau begitu kami permisi tuan, kedatangan kami hanya untuk menyapa tuan" jawab mereka serempak kemudian menghilang.


Sesaat setelah sosok tersebut menghilang Leon kembali ke dunia nyata, tepatnya di lahan luas yang sebelumnya adalah hutan dan sekarang telah rata dengan tanah.


"Sebaiknya aku istirahat, baru setelah itu menemui Ashley" gumam Leon kemudian dia meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


**


Di dunia jiwa Leon, Ashley nampak tenang dan terus berjalan-jalan menelusuri hutan tersebut, sama sekali tidak nampak raut khawatir dari wajahnya karena ia tau bahwa sekarang ia berada di dalam diri Leon yang artinya dia aman di sana.


"Coba saja kakak bisa ke sini" gumam Ashley.


Setelah lelah berjalan Ashley kemudian terbang dan masih menelusuri hutan yang sangat luas tersebut, setelah berjam-jam terbang ia masih belum menemukan ujung dari hutan tersebut seakan-akan hutan itu memang tidak ada ujungnya.


Karena penasaran Ashley kemudian terbang menuju ke puncak gunung yang menurutnya adalah gunung tertinggi yang ada di dunia jiwa tersebut, setelah sampai di puncak gunung itu Ashley langsung di suguhkan oleh pemandangan yang sangat indah dan juga hijau, dan sejauh matanya memandang hanya ada hutan dan gunung.


"Sepertinya tempat ini memang tidak ada ujungnya" gumam Ashley.


Sementara itu di dalam hutan tersebut Soul Reaper yang juga ikut terserap kedalam dunia jiwa nampak masih meronta-ronta mencoba untuk melepaskan rantai yang membelenggunya dan sesekali teriakannya terdengar menggema di dalam hutan tersebut, namun Ashley sama sekali tidak menghiraukannya.


"Coba saja aku bisa melihat dunia luar dari sini" ucap Ashley pelan.


"Eh.. apa harapanku langsung di kabulkan" ucap Ashley bingung.


Ashley cukup kaget sekaligus senang karena keinginannya terpenuhi, namun dia juga bingung siapa yang telah mengabulkan keinginannya tersebut.


**


Setelah terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat bekas pertarungannya Leon akhirnya sampai di tepi sungai tempat ia dan Ashley beristirahat sebelumnya. Leon kemudian menyandarkan tubuhnya di sebuah batang pohon yang cukup besar karena ia merasa sangat lelah.


"Sebaiknya aku membersihkan diri" gumam Leon.

__ADS_1


Setelah sedikit mengumpulkan tenaga Leon kemudian berjalan menuju ke arah sungai. Leon melepaskan seluruh pakaiannya dan langsung melompat masuk kedalam sungai tersebut. Dinginnya air sungai berhasil membuat tubuh Leon menjadi segar kembali dan ia bisa merasakan kalau tenaganya perlahan-lahan juga mulai membaik.


"Ahhh, segarnya" gumam Leon.


Sementara itu di dalam dunia jiwa Ashley menatap cermin besar tersebut dengan menutup kedua matanya, dia tidak menyangka dan tidak percaya dengan apa yang sempat ia saksikan dari cermin besar tersebut.


"Aaahhh, kakak kenapa kau mandi tidak memakai pakaian" kata Ashley menutup kedua matanya dengan wajah sedikit memerah.


Setelah selesai mandi Leon kemudian mengganti pakaiannya dengan yang baru, lalu setelah itu Leon kembali terbang ke arah berlawanan dari yang sebelumnya untuk mencari makanan karena dia sudah sangat lapar sekarang.


"Liona apa di dunia jiwa ada buah-buahan yang bisa di makan?" tanya Leon, sejujurnya dia menghawatirkan Ashley karena sejak pagi Ashley juga belum makan apa-apa.


"Ada tuan, namun tuan harus menentukan buah-buahan apa yang akan ada di dunia jiwa" jawab Liona.


"Maksudnya?" tanya Leon bingung.


"Dunia jiwa ada di dalam tubuh tuan, dan tuan adalah penguasa dunia jiwa tersebut, jadi tuan bebas melakukan serta menciptakan apa saja di sana sesuai dengan apa yang tuan pikirkan, tuan juga bisa menanam tanaman apa saja di dunia jiwa" jawab Liona.


"Bagus kalau begitu aku ingin ada buah-buahan di sana" ucap Leon.


"Untuk itu tuan harus masuk ke dunia jiwa terlebih dulu tuan" ujar Liona.


"Sial ternyata harus masuk dulu ya" gumam Leon.


Setelah beberapa menit mencari Leon berhasil mendapatkan beberapa buah apel untuk di jadikan makanannya, setelah selesai makan Leon kemudian mencari tempat yang cocok untuk istirahat dan dia juga ingin mencoba masuk kedalam dunia jiwanya.

__ADS_1


Leon akhirnya menemukan sebuah gua kecil yang berada di bawah bukit yang tidak terlalu tinggi, Leon kemudian memeriksa tempat tersebut agar tidak ada satupun binatang buas ataupun monster yang mengganggunya.


Setelah di rasa aman, Leon kemudian masuk kedalam gua tersebut dan memasang Absolut Barier di pintu masuk gua agar tidak ada yang bisa masuk kedalam gua dan mengganggunya. semua persiapan telah selesai Leon kemudian duduk di sebuah baru yang tidak terlalu jauh dari mulut gua, Leon kemudian menutup matanya secara perlahan dan mencoba untuk masuk kedalam dunia jiwanya


__ADS_2