
Di penginapan bulan sabit Leon yang tengah beristirahat segera keluar kamarnya akibat suara gaduh yang terjadi di luar penginapan, dari tangga Leon bisa melihat para prajurit dengan seragam lengkap serta armor dengan warna biru dan putih.
"Ternyata masalah memang selalu ada di dunia ini" gumam Leon pelan.
"Hey, itu dia tangkap pemuda itu dan seret ke kediaman penguasa kota" kata komandan Ryo memberi perintah.
Leon menyerahkan dirinya tanpa perlawanan sama sekali, karena ia tidak ingin menimbulkan masalah untuk penginapan tersebut, Leon menatap semua prajurit yang datang lalu menatap komandan Ryo kemudian ia mencoba mengukur kekuatan komandan tersebut dan ternyata hanya di tahap Grand Master level akhir.
"Apa yang kau lihat, aku tidak menyangka orang yang tidak punya energi sepertimu berani mencari masalah dengan tuan muda kota ini" kata komandan Ryo menghina.
"Cepat bawa dia" perintah komandan Ryo.
Leon kemudian di bawa ke kediaman penguasa kota tanpa perlawanan sedikitpun, sesampainya di mansion penguasa kota Leon di bawa ke sebuah bangunan yang terlihat lumayan aneh dengan gambar timbangan di atas pintunya.
Setelah memasuki bangunan yang sangat luas tersebut barulah Leon faham bahwa bangunan itu merupakan gedung penghakiman, gedung penghakiman sendiri ada sebuah tempat diadakannya pengadilan yang mana di sana akan di putuskan seseorang itu bersalah atau tidaknya.
Tak lama kemudian datang seorang pria paruh baya dengan mengenakan pakaian mewah seorang bangsawan dan bersamanya sudah ada Roland dan beberapa temannya, namun ada yang aneh di sana wajah teman Roland yang di tampar Leon terlihat sangat menyedihkan seperti telah di pukuli dengan sangat kejam.
Tanpa di persilahkan untuk duduk atau berbasa-basi seorang dengan pakaian yang mewah tersebut lansung menatap Leon dengan tatapan tajam dan lansung menjatuhkan hukuman untuk Leon tanpa bertanya terlebih dulu.
"Kau telah menganiaya penduduk kota ini dengan kejam, aku Duke Andrew sebagai penguasa kota Beanotown menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untukmu" kata orang yang bernama Andrew tersebut.
"Ternyata hukum di kota ini sangat buruk ya" gumam Leon.
"BOOOOMMMM!!" sebuah ledakan besar menghancurkan pintu bangunan itu.
"Lancang sekali, siapa itu yang berani menghancurkan pintu ruang penghakiman" kata Duke Andrew marah.
Tiga orang pria muncul dari balik debu-debu yang beterbangan akibat hancurnya pintu bangunan tersebut, ketiganya memancarkan aura yang sangat kuat serta mengintimidasi mereka semua yang ada dalam ruangan penghakiman tersebut.
**
__ADS_1
Sebelumnya di penginapan bulan sabit, saat Leon di bawa oleh para prajurit Xin, Asta dan Guts sedang mengumpulkan energi mereka setelah perjalanan jauh, hingga mereka tidak menyadari bahwa Leon telah di tangkap oleh para prajurit kota.
"Hahaha akhirnya selesai juga, sebaiknya aku menghampiri tuan" gumam Asta pelan.
Asta kemudian keluar kamarnya dan lansung menuju ke kamar Leon, ketika dia sampai di sana dia agak terkejut karena kedua temannya yaitu Xin dan Guts sudah berdiri di depan kamar Leon.
"Kalian sudah lama menunggu tuan muda di sini?" tanya Asta.
"Tidak juga, hanya saja tuan muda tidak menjawab panggilan kami dari tadi" jawab Guts.
"Kalau begitu kita tunggu tuan muda di bawah saja mungkin dia masih kelelahan setelah perjalanan panjang" kata Xin.
Mereka bertiga kemudian lansung turun ke lantai bawah, saat mereka hendak duduk di meja yang kosong mereka tiba-tiba di hampiri oleh salah satu pelayan.
"Permisi tuan, apa kalian bertiga yang datang bersama tuan muda yang tadi?" tanya pelayan tersebut.
"Maksudmu tuan muda yang mana?" tanya Xin khawatir.
"Itu benar, memangnya ada apa?, apa tuan muda meninggalkan pesan?" tanya Asta.
"Maaf tuan, tadi tuan muda di tangkap dan di bawa ke kediaman penguasa kota, aku takut tuan muda itu akan terkena masalah" kata pelayan tersebut.
"Apa!!!, dasar tidak tau diri berani sekali mereka, Asta, Guts ayo, jika terjadi sesuatu pada tuan muda kota ini akan aku hancurkan" ucap Xin tegas, kemudian dia menghilang dan diikuti oleh Asta dan Guts.
Pelayan tersebut hanya bisa tercengang ketika menyaksikan ketiga orang yang ada di depannya menghilang begitu saja, bahkan mereka juga mengancam akan menghancurkan kota ini jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada tuan muda mereka.
Xin, Asta dan Guts lansung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman penguasa kota, mereka mencoba mencari keberadaan Leon dengan energi spiritual, dan mereka menemukan Leon di sebuah bangunan telat di sebelah mansion penguasa kota.
"Guts hancurkan pintu bangunan itu" kata Xin.
Dengan kekuatan tinjunya yang sangat keras Guts menghencurkan pintu yang keras dan besar tersebut hanya dengan satu pukulan hingga membuat suara ledakan keras serta debu beterbangan dimana-mana.
__ADS_1
"Siapa yang berani menangkap tuan muda?!" tanya Xin dengan nada sinis.
"Jawab dengan jujur atau kota ini akan kami ratakan dengan tanah" ujar Guts.
"Lancang sekali kau menangkap tuan muda" kata Asta dia melambaikan tangannya dan dalam sekejap tangan kanan komandan Ryo telah putus.
"AARRKKHHHH!!" Komandan Ryo berteriak kesakitan.
Duke Andrew menatap tak percaya, sejak kapan pria itu menyerang komandan Ryo, dan kapan pria itu bergerak mendekati Komandan Ryo, semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terdiam dan tidak bisa bicara.
"Xin, Asta, Guts sudahlah jangan marah-marah lagi pula mereka tidak menyakitiku" kata Leon pelan.
"Tapi tuan muda mere..."
"Sudah cukup Xin jangan di teruskan" ujar Leon memotong ucapan Xin.
"Duke Andrew aku tidak akan mempermasalahkan kejadian kali ini, namun kau jangan terlalu memanjakan anakmu, kau juga jangan selalu mengambil keputusan sepihak meskipun dia adalah anakmu sendiri, kau harus teliti dengan baik apakah itu penipuan atau benar-benar terjadi" kata Leon dengan senyum ramah.
"Penipuan kau bilang lalu kau pikir wajah itu apa?" kata Roland menunjuk wajah bawahannya yang telah babak-belur.
"Hahahaha kau tau satu hal tuan muda, jika aku benar-benar menghajarnya maka dia tidak akan bisa bernafas lagi" kata Leon santai sambil melepas semua auranya.
Seketika ruangan luas dan juga sangat besar tersebut terasa sangat sesak, mereka semua seperti di tekan oleh sesuatu yang sangat besar kaki mereka bergetar dan tanpa mereka sadari mereka semua lansung berlutut di hadapan Leon.
"Tu-tuan muda, tolong tarik kembali energi anda" kata Xin memohon.
"Be-benar tuan muda, kami tidak bisa bertahan lebih lama" ujar Guts.
Mereka bertiga mencoba bertahan sekuat tenaga menahan tekanan dari energi Leon yang sangat kuat, keringat dingin mulai nampak bercucuran di kening mereka bertiga.
"Jika bukan karena mereka bertiga, aku sudah pasti akan membiarkan kalian menikmati penyiksaan ini sepanjang hari" kata Leon kemudian menarik energinya lagi hingga kembali terlihat seperti orang yang tidak punya energi sama sekali.
__ADS_1