LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Serangan Mendadak


__ADS_3

Tetua pertama datang menghampiri ruang peristirahatan para peserta turnamen dengan membawa seratus prajurit tingkat master, namun kedatangan mereka sia-sia karena mereka tidak menemukan Leon di sana.


Setelah selesai bertarung Leon memang kembali ke ruang peristirahatan namun saat sampai di dalam ruangan Leon lansung berteleportasi ke kamar penginapan dan beristirahat di sana.


"Sialan dimana orang itu, cepat cari di seluruh kota tangkap dan bawa dia ke hadapan pemimpin kota" kata tetua pertama.


"Kakek ada apa?" tanya Felix yang baru datang.


"Felix apa kau melihat pemuda bertopeng tadi?" tanya tetua pertama.


"Tadi aku lihat dia memang ke sini namun aku tidak tau setelah itu dia kemana" jawab Felix.


"Kalau begitu baiklah, kakek akan lanjut mencarinya" kata tetua pertama kemudian pergi meninggalkan ruangan peristirahatan tersebut.


**


Sementara tetua pertama dan pasukannya sedang sibuk mencari Leon, di luar gerbang kota sebuah pasukan besar tengah mencoba untuk masuk kedalam kota dengan cara menghancurkan gerbang.


Pasukan tersebut menggunakan armor hitam dengan lambang mawar dan pedang di dada kiri armor tersebut. pasukan tersebut terdiri dari 500 prajurit tingkat Master, 1000 prajurit tingkat jendral dan dua ribu prajurit tingkat petarung Elit, serta ada sepuluh orang dengan tingkat Tyran tahap awal.


"Hancurkan gerbang ini" kata pemimpin pasukan.


Beberapa prajurit tingkat Master segera maju dan mulai menyerang gerbang besar tersebut, ledakan yang sangat besar terjadi akibat serangan beberapa prajurit itu hingga membuat gerbang tersebut hancur berkeping-keping, setelah gerbang tersebut hancur para pasukan tersebut kemudian lansung masuk kedalam kota dan menghancurkan segala sesuatu yang ada di depan mereka


"BBOOMMMM!!"


Ledakan demi ledakan terus bersutan dari arah gerbang hingga mengejutkan seluruh warga kota yang sedang berkumpul di arena turnamen, mereka semua nampak khawatir dan takut saat ini pikiran mereka hanya tertuju pada satu hal yaitu kota ini telah di serang.


Di tengah kekhawatiran mereka semua datang seorang prajurit melaporkan apa yang sedang terjadi saat ini di gerbang kota.


"Lapor pemimpin kota, saat ini kota kita telah di serang oleh pasukan kerajaan Esther" kata prajurit tersebut.

__ADS_1


"Apa!!, jadi ledakan yang terjadi tadi berasal dari serangan mereka?" tanya Duke Anderson memastikan.


"Benar pemimpin, dan saat ini tetua pertama serta pasukannya tengah menghadang mereka" jawab prajurit tersebut.


"Baiklah, segera kumpulan pasukan dan lansung menuju ke gerbang kota" perintah Duke Anderson


"Tuan-tuan sekalian aku mohon untuk melindungi penduduk yang ada di sini, kami akan lansung menghadang mereka" kata Duke Anderson kemudian lansung pergi.


"Asta, Guts buat dinding pelindung untuk melindungi para penduduk kota" kata Xin.


Asta dan Guts lansung terbang dan melayang di udara mereka berdua kemudian menciptakan sebuah pelindung transparan hingga menutupi seluruh arena pertarungan seperti sebuah kubah raksasa.


"Semuanya tenang, kalian semua akan selamat jika berada di dalam formasi pelindung ini" kata Xin.


Mereka semua menjadi lega setelah mendengar ucapan Xin, mereka semua lansung merasa aman ketika melihat dua orang yang sedang melayang tersebut membuat pelindung, karena mereka tau bahwa jika seseorang dapat terbang maka orang tersebut sangat kuat.


"Asta, Guts mari kita cari keberadaan raja muda" kata Xin.


Di gerbang kota tetua pertama yang tengah menghadang pasukan musuh mulai nampak kewalahan meskipun yang ia bawah adalah 100 prajurit tingkat Master namun mereka tetap saja kalah jumlah.


"Hahahaha Anderson dimana kau bersembunyi, jika kau tidak segera keluar maka akan aku ratakan kota ini" kata pemimpin musuh.


"Jangan sombong kau Abigail, kau sudah datang ke sini dan jangan harap untuk bisa kembali hidup-hidup" ujar Duke Anderson yang baru saja sampai bersama pasukannya.


Di pasukan Duke Anderson sendiri hanya terdiri dari 300 prajurit tingkat master, 700 prajurit tingkat jendral dan 200 prajurit tingkat petarung Elit, jika dalam hal kekuatan justru mereka akan kalah dengan mudah, namun Duke Anderson sangat yakin akan bisa menang karena keberadaan Xin, Asta dan Guts.


"Hahaha apa kau pikir dengan pasukan kecilmu itu kau bisa menghentikan kami?" ucap Duke Abigail sombong.


"Hahahaha kita lihat saja nanti, Abigail" ujar Duke Anderson.


"Cukup bicaranya serang mereka" kata Duke Abigail memberi komando.

__ADS_1


"Pasukan habisi mereka semua" ucap Duke Anderson pada pasukannya.


Pertemuan antara dua Duke akhirnya pecah dan tidak bisa di hindarkan lagi, hanya dalam beberapa saat saja korban mulai berjatuhan dari kedua belah pihak, terutama di pihak Duke Anderson karena mereka kalah dalam jumlah dan kekuatan.


"BBOOMMMM!"


"BBOOMMMM!"


Ledakan kembali terdengar dan menggema di seluruh kota Awan, para penduduk yang sedang berlindung di dalam arena turnamen menjadi sangat khawatir mereka semua takut kalau pemimpin mereka akan kalah dan sudah pasti hidup mereka akan berakhir.


Di dalam kamar penginapan Leon yang sedang tertidur akhirnya bangun karena mendengar suara ledakan yang sangat keras, dengan sangat cepat ia segera meninggalkan penginapan dan lansung menuju ke arah ledakan.


Saat dalam perjalanan Leon sangat di kejutkan ketika melihat banyak kumpulan asap hitam dari arah gerbang, Leon kemudian menambah kecepatannya agar bisa segera sampai di gerbang kota.


"Itu raja muda!" kata Asta ketika melihat Leon melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah gerbang kota.


"Mari ikuti dia, dan untuk sementara sebaiknya kita awasi saja dulu" kata Xin


Sementara itu di gerbang kota, bangunan-bangunan yang ada di sana mulai hancur akibat dari pertarungan tersebut, korban semakin banyak yang berjatuhan, namun kali ini yang paling banyak korban adalah dari pihak Duke Anderson.


Dari tiga ribu pasukannya kini hanya tersisa dua ribu tiga ratus saja, sementara di pihak Duke Abigail pasukannya masih tersisa tiga ribu prajurit.


Tidak jauh dari pertempuran yang sedang terjadi dua orang Duke juga sedang saling serang satu sama lain, mereka berdua menggunakan kekuatan penuh dalam menyerang karena mereka tidak ingin lengah walaupun sedikit.


"Hahaha Anderson apa hanya segini saja kekuatanmu" kata Duke Abigail menghina.


"Jangan sombong kau Abigail, kita lihat saja nanti" ujar Duke Anderson.


"Hahahaha untuk mengalahkan ku setidaknya kau harus menunggu beberapa tahun lagi, tapi sebelum waktu itu tiba aku akan lebih dulu menghabisimu dan akan menguasai kota ini" kata Duke Abigail.


"Coba saja kalau kau bisa" ucap Duke Anderson.

__ADS_1


Mereka berdua terus saja saling menyerang dengan ganas, dentingan suara pedang serta ledakan terus saja menggema seiring berjalannya pertempuran mereka berdua, sudah lama mereka berdua bertempur namun masih belum nampak ada tanda-tanda kalau mereka sudah lelah, keduanya masih sangat bersemangat untuk saling mengalahkan satu sama lain.


__ADS_2