LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Hadiah Dari Raja Semesta


__ADS_3

Setelah amarah dari raja semesta mereda Luigi bangkit dari sujudnya kemudian menatap Zachary dengan tatapan yang sangat tajam seakan-akan tatapan tersebut bisa membunuh Zachary kapan saja.


"Sial kenapa aku sangat sial" batin Zachary.


Tetua agung Luigi menatap marah pada Zachary karena ulahnya hampir saja alam semesta kehilangan keseimbangannya, Luigi tau betul sifat raja semesta jika ia mengatakan ingin menghancurkan sesuatu maka pasti akan ia hancurkan, dan kali ini untung saja raja semesta mau sedikit melunak.


"Dasar ular tidak tau diri, kau sudah berani melukai raja muda dan hampir saja membuat keseimbangan alam semesta ini hancur, kau harus mati karena kesalahanmu ini" kata tetua agung Luigi.


Tetua agung Luigi mengangkat tangan kanannya ke atas sebuah tombak perak tiba-tiba muncul dan melayang di atasnya, aura dari tombak tersebut tidak kalah dari aura tetua Luigi itu sendiri karena tombak perak tersebut merupakan sebuah Soul Weapon milik tetua agung Luigi.


Saat tetua agung Luigi ingin melemparkan tombak perak tersebut tiba-tiba saja ledakan energi yang sangat besar yang berasal dari tubuh Leon mengejutkan mereka semua, sebuah cahaya keemasan keluar dari tubuh Leon dan membentuk sebuah pedang.


"Pe-pedang semesta" ujar tetua Luigi.


Pedang tersebut bergetar sangat kencang sehingga menimbulkan bunyi dengungan yang sangat kuat, Leon yang awalnya tak sadarkan diri tiba-tiba saja bangkit dan berdiri lagi namun kali ini auranya sangat berbeda dari biasanya.


Leon membuka matanya secara perlahan dan nampak bola matanya yang semula berwarna putih dengan pupil mata yang berwarna biru cerah kini berubah sepenuhnya menjadi hitam dengan bintik-bintik emas di dalamnya. Bola mata Leon terlihat sangat indah karena seperti langit malam dengan penuh bintang.


Namun tidak bagi mereka yang menatap mata tersebut, ketika mereka bertatapan dengan mata Leon mereka akan merasakan ketakutan yang teramat sangat karena dari tatapan matanya saja mereka sudah tau bahwa orang yang memiliki mata tersebut bukanlah orang yang bisa mereka singgung.


Begitu juga yang saat ini dirasakan oleh tetua Agung Luigi dan Zachary yang secara tidak lansung bertatapan dengan mata Leon, tubuh mereka berdua bergetar hebat bahkan tetua agung Luigi yang hampir menjadi dewa sejati masih di buat berkeringat dingin saat menatap mata Leon.


"Hahahaha bocah Luigi sepertinya kita cukup menyaksikannya saja" ujar raja semesta.


"Baik yang mulia" jawab tetua Agung Luigi kemudian menyimpan kembali Soul Weapon miliknya dan mundur ke belakang raja semesta.

__ADS_1


Leon yang telah sadar tersebut kemudian mengambil pedang semesta yang tengah melayang di depannya, lalu dengan kecepatan cahaya dia lansung menyerang Zachary hingga membuat tubuh Zachary terpotong menjadi dua bagian, tidak hanya itu saja pohon-pohon yang tidak jauh di belakang Zachary juga ikut terkena dampaknya.


Dalam jarak seratus meter ke belakang pepohonan mulai tumbang karena telah terpotong akibat efek dari kekuatan serangan pedang semesta. Setelah membunuh Zachary Leon melepaskan pedang semesta yang kemudian kembali menjadi cahaya keemasan dan masuk kedalam tubuhnya, Leon kembali tak sadarkan diri sehingga ia terjatuh dan tergeletak di sebelah tubuh Zachary yang sudah terpotong.


Raja semesta segera menghampiri Leon kemudian mengangkat Leon dengan menggendongnya, raut wajah raja semesta menunjukkan kebahagiaan dan di saat yang bersamaan hatinya juga merasakan sedih ketika melihat Leon yang tak sadarkan diri dalam gendongannya.


"Yang mulia, biarkan hamba yang merawat raja muda" kata Luigi.


"Terimakasih Luigi, tapi kau tidak perlu khawatir cucuku akan sembuh dengan cepat karena dia memiliki energi kehidupan yang sangat besar" jawab Raja semesta.


Raja semesta kemudian menempelkan jari telunjuknya di kening Leon dan nampak cahaya keemasan perlahan-lahan memasuki tubuh Leon melalui keningnya, setelah beberapa saat raja semesta kemudian menyerahkan Leon pada Xin dan yang lainnya.


"Kalian bertiga jaga cucuku dengan baik, dan sebagai hadiah terimalah ini untuk kalian bertiga" kata raja semesta sambil menyerahkan tiba bilah pedang pada mereka bertiga.


"Yang mulia ini..."


"Terimakasih yang mulia" jawab mereka bertiga serempak sambil menerima pedang pemberian raja semesta.


"Kalau begitu aku pergi sekarang, dan Luigi terimakasih sudah datang" kata raja semesta kemudian menghilang.


"Xin, Asta, Guts, ingat kalian harus menjaga raja muda dengan baik untuk kali ini kita beruntung karena amarah raja semesta bisa di reda namun tidak untuk lain kali, dan ingat segera laporkan padaku jika ada sesuatu yang gawat terjadi" kata tetua agung Luigi.


"Baik tetua agung" jawab mereka bertiga serempak.


"Kalau begitu aku pergi dulu" kata tetua agung Luigi kemudian menghilang.

__ADS_1


**


Leon kembali tersadar setelah dua hari berikutnya, luka yang ia alami saat ini lebih parah dibandingkan dengan luka yang ia alami saat melawan sepuluh Tyran dari kota Esther karena saat itu Leon hanya mengalami luka ringan sehingga penyembuhan dirinya tidak memakan waktu yang lama.


"Perjalanan hidupku masih sangat panjang dan di luar sana masih sangat banyak musuh yang jauh lebih kuat dari pada sepuluh Tyran dan ular hitam, belum lagi kekuatan raja semesta yang palsu itu bahkan aku tidak bisa membayangkan kekuatannya" gumam Leon pelan.


"Liona apa kau punya saran untukku?" tanya Leon.


"Tentu tuan, saat ini sebaiknya anda menaikkan tingkat kekuatan anda dengan menggunakan kristal jiwa milik Ular Hitam" jawab Liona.


"Kristal jiwa apa itu?" tanya Leon.


"Kristal jiwa adalah sebuah kristal yang terdapat di dalam diri setiap monster, kristal jiwa juga merupakan sumber kekuatan para monster yang mengandung energi spiritual, dan untuk kristal jiwa Ular Hitam ia mengandung energi kegelapan yang sangat kuat tuan" jawab Liona.


"Apa aku juga bisa menyerap energi kegelapan? dan bukannya aku hanya bisa menyerap energi kehidupan?" tanya Leon.


"Tentu bisa tuan, energi kegelapan yang tuan serap dari kristal jiwa tidak sekuat energi kehidupan dalam diri tuan sehingga meskipun yang tuan serap adalah energi kegelapan ia akan tetap menyatu dan berubah menjadi energi kehidupan, kecuali jika energi kegelapan yang tuan serap lebih besar dari energi kehidupan maka hal tersebut bisa mempengaruhi tuan" jawab Liona menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu aku akan menyerapnya, eh.. tunggu dulu kapan aku mengambil kristal jiwa Ular Hitam?" tanya Leon.


"Bukan tuan yang mengambilnya melainkan jiwa dari pedang semesta yang saat itu mengendalikan tubuh tuan yang mengambilnya, dia memang ingin tuan menyerap kekuatan tersebut agar tuan menjadi lebih kuat lagi" jawab Liona.


"Jadi begitu ya, pantas saja aku tidak mengingatnya" gumam Leon


Leon kemudian duduk bersila di atas tempat tidur lalu dia mengibaskan tangan kanannya dan muncul sebuah kristal hitam yang lumayan besar di depan Leon, kristal tersebut memancarkan aura kegelapan yang sangat mengerikan, Leon tidak menunggu lama dan lansung menyerap energi kegelapan yang terkandung dalam Kristal hitam tersebut.

__ADS_1


Saat proses penyerapan berlangsung sesekali raut wajah Leon menunjukkan kalau dia sedang menahan rasa sakit karena benturan dua energi yang berlawanan, namun ia mencoba untuk menahan sekuat tenaga agar tidak berteriak karena baginya rasa sakit yang ia alami saat ini masih belum sebanding dengan rasa sakit yang ia alami selama bertahun-tahun karena di hina oleh seluruh penduduk kota kelahirannya sendiri, bahkan termasuk ayah dan saudaranya.


__ADS_2