
Dua tahun telah berlalu keberadaan Shin masih juga belum di ketahui oleh orang-orang dari istana bintang, mereka hanya bisa berharap bahwa Leon akan baik-baik saja karena akan gawat jika sampai terjadi sesuatu pada Leon.
Sementara itu di kedalaman dasar jurang kematian sebuah rumah kecil sederhana yang terbuat dari kayu berdiri kokoh di atas sebuah bukit, di depan rumah tersebut terlihat dua orang pemuda yang berbeda jenis kelamin tengah menikmati waktu santai mereka.
Mereka berdua adalah Leon dan Ashley kini hubungan mereka berdua semakin dekat, bahkan bisa di bilang mereka tidak terlihat lagi seperti kakak adik melainkan seperti sepasang suami istri hanya saja mereka berdua tetap bisa menjaga batasannya.
Ashley juga tidak malu-malu lagi kepada Leon, dia sering sekali bersikap manja pada Leon bahkan terkadang dengan santainya dia memeluk Leon serta berbaring di paha Leon. Sementara Leon sendiri juga tidak terlalu memikirkan hal tersebut dia sangat senang memiliki seorang adik seperti Ashley hanya saja entah kenapa akhir-akhir ini ia merasakan perasaan aneh terhadap Ashley, namun ia tetap menyembunyikan hal tersebut.
Di sisi lain Ashley juga merasakan perasaan yang sama dengan Leon, namun dia juga menyimpannya untuk diri sendiri karena ia merasa Leon hanya menganggapnya sebagai adik dan tidak lebih.
Perkembangan keduanya juga bisa di bilang sangat luar biasa, sekarang tingkatan kekuatan Leon sudah sampai di tahap Emperor level dua, begitu juga dengan Ashley namun kekuatannya hanya beda satu Level dari Leon yaitu Tahap Emperor level 1.
Perkembangan mereka berdua menjadi sangat luar biasa itu dikarenakan sumberdaya langka yang sangat melimpah di dalam dasar jurang kematian, serta inti kristal jiwa yang mereka serap dari monster tau binatang buas tingkat tinggi membuat kekuatan keduanya naik dengan pesat.
"Kakak, apakah kita akan selamanya terjebak di dasar jurang ini?" tanya Ashley yang merebahkan tubuhnya rumput dengan kepala di atas paha Leon.
"Entahlah Ashley, aku sudah mencoba sekuat tenaga mencari pintu keluar namun aku tetap tidak menemukannya" jawab Leon sambil mengelus kepala Ashley.
"Asalkan bersama kakak, aku pasti akan senang meskipun kita berada di tempat terburuk di dunia ini" kata Ashley.
"Tenanglah Ashley, kita pasti akan keluar" kata Leon.
"Andai saja skill teleportasi bisa aku gunakan untuk keluar dari sini, kami berdua pasti sudah keluar sejak lama" batin Leon.
Leon memang bisa menggunakan skill teleportasi namun anehnya dia sama sekali tidak bisa berteleportasi ke luar dari jurang tersebut, seperti ada perisai ruang dan waktu yang sangat kuat yang menghalangi jurang tersebut.
Saat mereka berdua tengah berbincang-bincang tiba-tiba saja sebuah cahaya yang sangat terang menembus pepohonan yang menjulang tinggi, Leon dan Ashley menatap kearah cahaya tersebut dengan waspada hingga sebuah suara yang sangat akrab mengejutkan Leon.
__ADS_1
"Cucuku, bagaimana keadaanmu" ucap cahaya tersebut yang merupakan raja Semesta.
"Kakek apa itu kau?" tanya Leon.
"Benar ini aku, maaf kakek baru datang sekarang sebenarnya kakek sudah tau kau masuk kedalam jurang ini namun kakek sengaja tidak menyelamatkan mu karena kakek mau kau berlatih dan menjadi lebih kuat lagi" kata raja Semesta.
"Hahaha jangan minta maaf kek, aku senang akhirnya bisa keluar dari sini" kata Leon.
Cahaya tersebut kemudian turun dan menyelimuti tubuh Leon dan Ashley, beberapa saat kemudian cahaya tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke luar jurang kematian. Cahaya tersebut kemudian berhenti di tepi hutan Dark Forest.
Leon dan Ashley sangat senang ketika mengetahui mereka telah berada di luar hutan Dark Forest hingga tanpa sadar mereka lansung berpelukan untuk beberapa saat. Keduanya lansung tersadar kemudian melepaskan pelukan masing-masing dan suasana menjadi canggung.
"Kakek, terimakasih" teriak Leon.
"Lanjutkan perjalananmu cucuku, dan jadilah semakin kuat" kata raja Semesta melalui telepati.
"Benar Ashley, dia adalah kakekku dan artinya dia juga kakekmu" kata Leon senang.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari kota ataupun desa terdekat, namun setelah berhari-hari mereka terbang mereka masih belum menemukan kota ataupun desa yang bisa mereka singgahi.
"Ini aneh, seingatku di sekitar sini dulu ada sebuah desa kecil" gumam Leon.
"Kakak, sebenarnya kita ada dimana sekarang?" tanya Ashley.
"Entahlah Ashley aku juga tidak tau, karena tempat ini terasa asing bagiku" jawab Leon.
Saat mereka sedang terbang di atas awan tiba-tiba saja seekor rajawali raksasa datang dengan cepat ke arah mereka, Leon lansung waspada dan maju ke depan Ashley dari tubuhnya energi kehidupan yang sangat kuat terpancar hingga membuat Rajawali tersebut merasakan tekanan yang sangat kuat.
__ADS_1
Rajawali tersebut semakin mendekat kearah mereka berdua dan lansung berhenti saat sampai di depan mereka berdua, namun tiba-tiba Leon menurunkan tingkat kewaspadaannya saat melihat beberapa orang tengah menaiki Rajawali tersebut meskipun demikian dia tetap tidak menurunkan tekanan energinya.
Seorang pria tua dengan pakaian putih menghampiri Leon dan Ashley, dari energinya Leon bisa merasakan bahwa pria tua tersebut setidaknya berada di tingkat Holy Emperor, meskipun begitu dia merasa sangat yakin akan menang jika bertarung dengan pria tua tersebut.
"Energi pemuda ini sangat kuat, sepertinya dia hanya setingkat di bawahku, sungguh jenius di atas para jenius" batin pria tua tersebut.
"Kesatria muda kenapa kau menyerang rajawali ku, jika aku ada salah denganmu maka katakan saja" kata pria tua itu ramah.
"Ah.. maaf kakek, sepertinya kita hanya salah faham aku mengira bahwa rajawali tersebut adalah binatang buas jadi aku agak waspada" kata Leon menyerap kembali energinya.
"Hahahaha ternyata begitu, wajar saja jika kesatria muda meningkatkan kewaspadaan" kata orang tua tersebut.
"Maaf sebelumnya kakek, perkenalkan namaku adalah Leon, dan ini adikku Ashley" kata Leon memperkenalkan diri.
"Aku adalah Reymond tetua sekaligus guru di akademi rajawali api" kata pria tua yang bernama Reymond tersebut.
"Nak Leon bagaimana jika, kalian berdua ikut bergabung dengan akademi kami?" tanya Reymond ramah.
Leon nampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan pria tua tersebut, namun dia dikejutkan dengan Ashley yang tiba-tiba maju dan menjawab tanpa berfikir terlebih dulu.
"Kami setuju kakek, lagipula kami tidak punya tujuan sekarang" ujar Ashley.
"Eh tung.."
"Sudahlah kakak, lagipula aku sangat yakin di sana kita akan dapat banyak teman" kata Ashley memotong ucapan Leon.
"Hahaha baiklah, kalau begitu mari kita naik keatas rajawali tersebut karena perjalanan kita masih sangat jauh" kata kakek Reymond.
__ADS_1
Mereka bertiga kemudian naik keatas Rajawali raksasa tersebut, dan dengan perintah dari Reymond Rajawali tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah timur.