
Leon perlahan-lahan membuka matanya dan mencoba untuk duduk, namun kepalanya terasa sangat sakit dan juga seluruh tubuhnya terasa seperti remuk akibat tertabrak sesuatu.
"Dimana ini?" batin Leon saat menyadari bahwa dia berada di sebuah hutan yang sangat gelap.
"Tuan anda saat ini berada di dasar jurang kematian" jawab Liona.
"Apa bagaimana bi.." Leon menghentikan ucapannya saat tiba-tiba sebuah ingatan terlintas di pikirannya.
"Kau benar juga, sepertinya aku terjatuh ke dalam jurang ini karena sesuatu yang menyerang ku dari belakang" ucap Leon.
"Tapi kenapa tempat ini sama sekali tidak mirip dengan jurang, dan malah nampak seperti hutan biasa dengan aura kegelapan yang kuat" kata Leon.
"Ini memang jurang kematian tuan, lebih tepatnya saat ini tuan tengah berada di sebuah dunia kegelapan di dalam jurang kematian, sebaiknya tuan berhati-hati karena monster di dunia kegelapan ini sangatlah ganas dan juga sangat kuat yang terlemah di dunia ini adalah monster tingkat Lord" kata Liona menjelaskan.
Leon melebarkan kedua matanya saat mendengar penjelasan Liona, jika di hutan ini yang terlemah saja ada di tahap Lord lalu seberapa kuat monster di hutan ini sebenarnya
"Sebaiknya aku lebih berhati-hati" gumam Leon.
Leon kemudian mulai menelusuri hutan yang berada di kedalaman jurang kematian, semakin Leon berjalan memasuki hutan suasana yang berbeda dan juga aneh mulai ia rasakan, hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang, hingga tidak adanya cahaya matahari yang menyinari hutan tersebut, bahkan bisa dikatakan bahwa di hutan tersebut sama sekali tidak ada yang namanya langit, yang ada hanya pohon yang menjulang tinggi.
Leon terus berjalan dengan berhati-hati menelusuri hutan tersebut, ia meningkatkan kewaspadaannya sampai ke tingkat tertinggi karena ia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali sama seperti saat dia di serang dari belakang pada saat berada di bibir jurang.
"Siapa saja tolong aku....!!"
Dari kejauhan Leon samar-samar mendengar suara seorang perempuan yang berteriak meminta pertolongannya, karena penasaran Leon melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah sumber suara tersebut.
"Liona apa kau bisa mendengar teriakan barusan?" tanya Leon.
"Tentu tuan, dari suaranya sepertinya dia sedang dalam kesulitan" jawab Liona.
"Baiklah kalau begitu aku akan segera menolongnya" gumam Leon.
Leon menghentikan langkahnya dan lansung naik ke atas cabang pohon yang besar lalu dia menyembunyikan aura keberadaannya agar tidak ada yang menyadari keberadaannya. Leon memfokuskan pandangannya ke satu arah kemudian dia melebarkan kedua matanya saat melihat seorang gadis cantik tengah di kejar oleh seratus hewan buas tingkat tinggi.
"Perempuan itu dalam masalah, Liona seberapa tinggi tingkatan para binatang buas yang mengejarnya?" tanya Leon.
__ADS_1
"Mereka semua berada di tahap Chaos tuan dan lima diantaranya berada pada tahap Legenda" jawab Liona.
Leon tidak bisa tidak terkejut saat mendengar perkataan Liona, bagaimana bisa seratus monster tingkat tinggi bisa mengejar seorang perempuan. Leon sempat ragu antara harus menolong perempuan tersebut atau tidak, dan untuk kali ini dia harus memikirkannya secara matang karena lawan yang akan dia hadapi adalah 95 monster tahap Chaos dan 5 lainnya berada di tahap Legenda.
Jika di samakan dengan manusia maka Leon saat ini akan berhadapan dengan 95 kesatria tahap Legenda dan 5 kesatria lainnya di tahap Saint atau Expert.
"Siapa saja aku mohon selamatkan aku" kata perempuan tersebut sambil terus berlari sekuat tenaga.
Leon semakin tidak tega melihatnya, tanpa pikir panjang Leon melompat dari atas pohon tersebut dan lansung menggunakan kecepatan tinggi untuk menghampiri perempuan tersebut, saat sampai di samping perempuan itu Leon lansung menarik tangan perempuan tersebut lalu setelah itu mereka berteleportasi menuju ke tempat pertama kali Leon datang ke dunia kegelapan.
"GROOOAARRR!!!"
"AAWUUUUUU!!"
Suara raungan dan Lolongan dari para binatang buas terdengar bersaut-sautan di dalam hutan karena marah saat mereka menyadari bahwa buruan mereka tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak.
"Un...tung saja aku ber...hasil" kata Leon ngos-ngosan
"Te-terimakasih" kata perempuan yang telah di selamatkan oleh Leon.
"Itu karena mereka ingin sesuatu yang berharga dariku" jawab perempuan itu.
"Begitu ya, sekarang kau bisa tenang karena sudah jauh dari mereka semua" ujar Leon.
"Perkenalkan namaku Leon Anderson, namamu?" tanya Leon setelah memperkenalkan diri.
"Na-namaku Ashley Tisdale" jawab perempuan tersebut sambil menjabat tangan Leon.
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau aku antar kau pulang ke rumahmu?" tanya Leon.
"Aku hanya sendirian di hutan ini" jawab Ashley singkat.
"Begitu ya, lalu bagaimana caranya kau bisa berada di dalam jurang kematian?" tanya Leon penasaran.
"Sebelumnya aku memiliki keluarga namun ayah dan ibuku di bunuh oleh orang-orang yang jahat dari benua langit, aku mencoba lari dari mereka semua hingga tanpa sadar aku masuk ke hutan Dark Forest ini dan berakhir di jurang kematian" kata Ashley sedih.
__ADS_1
"Maaf, jika aku membuatmu sedih" ujar Leon merasa bersalah.
"Tidak apa-apa setidaknya sekarang aku tidak sendirian lagi" jawab Ashley memandang Leon dengan senyum ramahnya.
"Kau benar Ashley selama ini aku juga selalu sendirian, meskipun aku memiliki keluarga namun entah kenapa mereka sama sekali tidak menganggap keberadaan ku, aku juga memiliki dua saudara namun aku tetap saja merasa sendirian, hingga aku bertemu dengan seorang kakek tua yang sangat baik padaku, dia adalah orang yang peduli padaku setelah ibu dan sampai sekarang aku menganggapnya sebagai kakek dan sekarang aku di sini bersamamu, meskipun aku baru bertemu denganmu tapi setidaknya aku tidak sendirian di dalam jurang ini" kata Leon.
"Maaf telah membuatmu sedih kakak" ujar Ashley.
"Tidak ap... sebentar tadi kau panggil aku apa?" tanya Leon.
"Kakak. memangnya kenapa apa tidak boleh?" tanya Ashley sedih.
"Hahaha bukan begitu Ashley, hanya saja kita baru saja bertemu dan kau sudah percaya dengan mudahnya padaku" jawab Leon.
"Hmmmm lalu apa salahnya, aku tau kau orang yang baik buktinya kau telah menyelamatkan aku, jadi tidak ada salahnya jika kau aku anggap sebagai kakakku" kata Ashley sambil tersenyum.
"Hahahaha baiklah kalau begitu mulai sekarang kita adalah saudara, dan kau adalah adikku" kata Leon sambil mengusap kepala Ashley.
**
Sementara itu, Xin, Asta dan Guts terlihat semakin khawatir karena Leon tak kunjung kembali padahal mereka bertiga telah berhasil menyelesaikan tugas darinya dan bahkan berhasil menyelamatkan seluruh warga.
"Xin, bagaimana jika kita susul saja tuan muda, aku takut dia berada dalam bahaya" kata Guts.
"Aku setuju dengan Guts, sebaiknya kita mencari tuan di hutan Dark Forest" ujar Asta.
"Baiklah, kalau begitu mari kita ke sana" kata Xin.
Mereka bertiga kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke hutan Dark Forest, dan tidak butuh waktu lama mereka bertiga telah sampai di perbatasan hutan Dark Forest kemudian mereka bertiga menelusuri hutan tersebut dengan berlari karena tidak memungkinkan untuk terbang.
Setelah berjam-jam menelusuri hutan tersebut mereka bertiga akhirnya sampai di bibir jurang kematian, namun saat sampai di sana mereka tidak menemukan siapapun, melainkan aura keberadaan Leon yang bisa mereka rasakan di bibir jurang tersebut.
"Aura tuan muda ada di sini yang artinya dia pernah berada di sini, tapi kenapa Auranya hanya sebatas ini saja apa jangan-jangan tuan muda terjatuh ke jurang kematian?" kata Xin.
"Jika ini benar lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Asta.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kabari tetua Agung" ujat Guts.