LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Tamu Yang Tak Terduga


__ADS_3

Ketua Akademi sama sekali tidak menyangka bahwa pada akhirnya ia akan bisa bertemu lagi dengan gurunya, sebelumnya dia mengira bahwa dia tidak akan bisa lagi bertemu gurunya sampai akhir hayatnya tapi ternyata tanpa ia duga sosok yang sangat ia rindukan tersebut hadir dan berdiri tepat di depan matanya saat ini.


"Guru, selamat datang" kata ketua akademi.


"Hahahaha aku tidak menyangka bahwa kau akan tua secepat ini bocah nakal" kata pria tampan yang ia panggil guru tersebut.


"Hahaha, maaf jika penampilanku mengganggu guru, ini semua karena kekuatanku tertahan di tahap Expert guru" kata ketua Akademi sambil menggaruk kepalanya.


Tingkah ketua akademi saat ini sama halnya dengan seorang anak berusia 15 tahun yang melakukan kesalahan lalu di nasehati oleh gurunya, jika saja di puncak gunung ada orang lain maka orang tersebut akan memuntahkan darah melihat tingkah ketua akademi yang seperti itu di tambah sekarang dia malah berlutut di hadapan seorang pemuda tampan yang terlihat pantas menjadi cucunya, pasalnya selama ini ketua akademi terkenal tegas dan juga berwibawa sehingga menyebabkan dirinya disegani oleh orang lain.


"Aku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan kedatanganku kali ini untuk memberitahukan sesuatu.."


"Kakek..!"


Ucapan pria tampan tersebut terpotong saat sebuah suara memanggilnya, kepala akademi segera menolehkan kepalanya kearah suara tersebut dan ternyata itu adalah Leon dan Ashley. Kepala akademi sedikit terkejut sekaligus bingung kenapa Leon memanggil gurunya dengan sebutan kakek.


**


Sebelumnya...


Leon yang sedang ingin kembali ke kamarnya tiba-tiba merasakan Aura yang sangat tidak asing baginya, Leon menoleh ke kiri dan ke kanan mencoba mencari tahu dari mana asal Aura tersebut.


"Kakak kau mencari apa?" tanya Ashley.


"Aku merasakan keberadaan kakek di dekat sini" jawab Leon.


"Di sana, Ashley ayo ikut aku.." kata Leon sambil melihat ke arah bukit yang tidak jauh dari akademi.


Leon dan Ashley kemudian menghilang dari tempat tersebut sehingga menyebabkan beberapa murid yang kebetulan melihat keduanya merasa kagum.


"Mereka berdua ternyata benar-benar hebat.."


Mereka berdua muncul lagi di puncak bukit yang tidak jauh dari akademi dan benar saja di sana memang ada kakeknya, namun Leon sedikit penasaran kenapa kepala akademi berlutut di hadapan kakeknya.


"Kakek..!" sapa Leon.

__ADS_1


"Hahahaha cucuku kakek tidak menyangka kau akan bisa merasakan keberadaan kakek" ucap pria tampan tersebut yang tak lain adalah sang Raja Semesta.


Kepala Akademi melebarkan kedua matanya dengan mulut sedikit menganga karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia juga tidak menyangka bahwa Leon adalah cucu dari gurunya sendiri.


"Salam ketua Akademi" sapa Leon dan Ashley serempak.


"Salam kakek" sapa Ashley.


"Hector, kedatanganku ke sini adalah untuk memberitahukan pada mu bahwa Leon adalah cucuku, dan Leon dia adalah murid kakek" kata raja semesta menjelaskan.


"Hahahaha pantas saja aku yang di tahap Expert ini masih merasakan tekanan yang sangat kuat dari Leon" kata ketua Akademi.


"Leon kakek sebelumnya belum menanyakan hal ini, apa dia adalah calon istrimu?" tanya raja Semesta.


"Eh.. ca-calon istri..?!"


Leon dan Ashley saling berpandangan lalu keduanya sama-sama mengalihkan pandangan dengan wajah yang bersemu merah.


"Kenapa kakek mengatakan aku adalah calon istri kakak.." batin Ashley.


Mereka semua kemudian di ajak masuk kedalam kediaman oleh ketua akademi agar mereka semua bisa mengobrol dengan leluasa di dalam kediamannya, namun raja semesta menolak dengan alasan dia tidak bisa berlama-lama di tempat tersebut.


"Baiklah Leon, Ashley dan kau Hector aku akan pamit sekarang karena aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini" kata raja semesta.


"Baiklah kakek" jawab Leon dan Ashley serempak


Namun raut kesedihan nampak terukir jelas di wajah Hector, dia masih sangat merindukan gurunya tersebut akan tetapi dia juga menyadari satu hal yaitu memang gurunya tidak bisa berlama-lama di tempat tersebut karena pasti akan menimbulkan masalah.


"Hector ambil ini dan naikkan tingkat kekuatanmu, satu hal lagi aku sangat bangga dengan pencapaian yang berhasil kau dapatkan" kata raja semesta sambil menyerahkan sebuah kotak kecil pada ketua Akademi kemudian menghilang dari sana.


"Terimakasih guru" ucap Hector.


Suasana menjadi hening untuk beberapa saat, karena ketua akademi pergi meninggalkan Leon dan Ashley untuk menyimpan kotak pemberian gurunya tersebut. Lalu beberapa detik kemudian Ketua Akademi kembali ke ruangan dengan dua buah lencana giok di tangannya.


"Leon, Ashley terimalah lencana ini dan simpan baik-baik" kata ketua Akademi menyerahkan dua lencana giok berwarna biru dengan gambar rajawali di tengahnya.

__ADS_1


"Lencana apa ini ketua?" tanya Leon.


"Ini adalah lencana khusus akademi Rajawali Api, dengan lencana ini berarti kalian berdua adalah tetua tertinggi di akademi Rajawali Api, dan kalian bebas melakukan perjalanan kemana saja asalkan saat akademi membutuhkan bantuan kalian harus segera kembali" kata ketua akademi menjelaskan.


"Tapi ketua bukannya kami adalah murid khusus di akademi ini?" tanya Leon bingung.


"Murid khusus hanyalah alasan belaka, sebenarnya sejak bertemu denganmu malam itu aku sudah memikirkan hal ini baik-baik, karena aku yakin tugas kalian berdua sangat besar dan tidak seharusnya kalian berada di Akademi" jawab ketua akademi.


"Terimakasih ketua" ucap keduanya serempak sambil menunduk hormat.


"Sekarang pergilah, lanjutkan perjalanan kalian, dan ingat saat lencana giok itu bersinar artinya akademi membutuhkan kalian berdua" kata ketua akademi.


"Baik ketua, kalau begitu kami permisi" kata Leon membungkuk sekali lagi kemudian menghilang.


"Jalankan dan selesaikan tugasmu dengan baik Leon" gumam ketua Akademi.


**


Beberapa hari kembali berlalu, kini Leon dan Ashley tengah beristirahat di tepi sungai di kedalaman hutan karena sebentar lagi matahari akan terbenam.


"Ashley apa kau masih ingat dengan ucapan kakek waktu itu?" tanya Leon.


"Eh... yang mana?" tanya Ashley.


"Ternyata dia tidak ingat ya... mungkin aku yang terlalu berharap, atau memang dia hanya menganggap aku sebagai kakaknya saja" batin Leon.


"Tidak apa-apa, aku kira kau akan ingat" kata Leon dengan senyuman hangatnya.


"Tentu saja aku ingat kakak, hanya saja aku takut kau hanya menganggap ku sebagai adikmu" batin Ashley


Leon kemudian berdiri dari duduknya dan pergi mencari kayu bakar karena tidak mungkin mereka akan tahan dengan cuaca dingin saat malam hari. Sementara Ashley membersihkan daging kelinci yang sebelumnya sudah mereka tangkap untuk di jadikan makan malam mereka berdua.


"Kakak, aku harap kebersamaan kita tidak akan berubah bagiku kau adalah segala-galanya, aku sama sekali tidak ingin berpisah denganmu" ucap Ashley pelan.


Perkataan Ashley bisa di dengar dengan jelas oleh Leon yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon.

__ADS_1


"Takkan pernah aku biarkan siapapun memisahkan kita Ashley, aku berjanji padamu" gumam Leon kemudian pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2